Headlines News :
Home » » Korupsi Rp568 Miliar, Eks Dirut Pertamina Karen Dipenjara 8 Tahun

Korupsi Rp568 Miliar, Eks Dirut Pertamina Karen Dipenjara 8 Tahun

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, June 11, 2019 | 3:25:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Majelis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan. Selain pidana penjara, Karen juga dibebani untuk wajib membayar denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan. Vonis tersebut lebih rendah 7 tahun dari 15 tahun penjara tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

"Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama sebaagaimana dakwaan subsider," ujar ketua majelis hakim Emilia Djaja Subagja saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kebayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019) seperti dikutip dari Kompas.

Dalam pertimbangannya, ada beberapa hal yang memebratkan hukuman Karen. Hakim menilai perbuatan Karen tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Selain itu, Karen juga tidak mengakui perbuatan dan tidak merasa bersalah. Namun, ada beberapa hal juga yang meringankan hukuman Karen. Karen dianggap berlaku sopan dan belum pernah dihukum.

Hakim menilai Karen terbukti mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di PT Pertamina dan ketentuan atau pedoman investasi lainnya dalam Participating Interest (PI) atas Lapangan atau Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009. Karen telah memutuskan melakukan investasi PI di Blok BMG Australia tanpa melakukan pembahasan dan kajian terlebih dulu. Karen dinilai menyetujui PI tanpa adanya due diligence serta tanpa adanya analisa risiko yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA).

Selain itu, menurut hakim, penandatanganan itu tanpa persetujuan dari bagian legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina. Menurut hakim, perbuatan Karen itu telah memperkaya Roc Oil Company Ltd Australia. Kemudian, sesuai laporan perhitungan dari Kantor Akuntan Publik Drs Soewarno, perbuatan Karen telah merugikan negara Rp 568 miliar.

Karen terbukti melanggar Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. ***(Nikolaus/Agnesia Mon\Editor)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas