Headlines News :
Home » » Kontraktor PT. Multi Karya Pratama Diduga Tak Becus Kerjakan Proyek Pelabuhan di Rohil

Kontraktor PT. Multi Karya Pratama Diduga Tak Becus Kerjakan Proyek Pelabuhan di Rohil

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, June 19, 2019 | 12:59:00 AM

HARIANBERANTAS, ROHIL- Kegiatan proyek pembangunan lanjutan Pelabuhan Bagan Siapiapi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) telah usai  dikerjakan oleh rekanan kontraktor PT. Multi Karya Pratama dengan nilai anggaran Rp 20 miliar.

Namun proses pelaksana  yang pengawasan pembangunannya didampingi tim pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembagunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil, terkesan memprihatinkan.  

Dimana seusai pengerjaannya (pembangunan pelabuhan-red) selesai dikerjakan oleh kontraktor, menyisahkan banyak curiga. Pasalnya, kondisi bangunan yang bersumber biaya APBN itu terlihat banyak kejanggalan yakni, rusak, retak bahkan bangunannya pun menurun. 

TP4D Kejari Rohil, Farkhan Junaedi kepada Wartawan, Selasa (18/06/2019) menjelaskan, pihaknya selaku TP4D telah memutuskan pendampingan, karena menemukan adanya ketidaksesuaian antara spesifikasi fisik dilapangan dengan gambar yang tertera dalam kontrak (tidak sesuai bestek).

"Pendampingan TP4D telah kita putus. bukan karena masalah waktu, namun karena adanya temuan ketidak sesuaian saat kita lakukan monitoring dilapangan dengan yang tertuang dalam kontrak," katanya. 

Farkhan juga menerangkan, mendapati adanya ketidak sesuaian saat memberikan pendampingan, pihaknya telah menyurati pelaksana sebanyak dua kali, namun tidak mendapat jawaban dari pelaksana kegiatan pembangunan pelabuhan tersebut. 

"TP4D juga telah menyurati pihak pelaksana hingga dua kali namun tidak ada jawaban," paparnya. 

Penyelesasian pekerjaan pembangunan pelabuhan itu sebutnya lagi, juga diduga tidak sesuai dengan jangka waktu kontrak yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 lalu. 

Hal tersebut dapat dilihat dengan masih adanya beberapa item pekerjaan yang belum selesai. Bahkan, proses pengerjaan masih tampak terus berlangsung pada bulan Januari 2019 lalu. Padahal, sesuai informasi yang diterima, diduga proses pencairan proyek yang bersumber dana APBN itu telah dibayar sebesar 100 persen pada bulan Desember 2018 yang lalu. 

"Penyelesaian pekerjaan juga tidak jelas, apakah melewati tahun anggaran atau tidak. Sesuai kontrak seharusnya pada bulan Desember 2018 lalu, pekerjaan sudah selesai 100 persen, namun hingga bulan Januari 2019 lalu, proses pekerjaannya masih dilakukan," paparnya. 

Farkhan menambahkan, setelah dilakukan pemantauan sebelumnya ke lokasi pembangunan pelabuhan, banyak ditemukan ketidak sesuaian. Dimana, ada beberapa titik yang telah mengalami keretakan, bahkan bangunannya pun menurun, jelasnya.

Menyikapi hal ini, kontraktor PT. Multi Karya Pratama yang diduga tak becus dalam pekerjaan kegiatan proyek pembangunan pelabuhan di Kabupaten Rohil tersebut, belum terkonfirmasi awak media. Karena keberadaan alamat kantor pengusaha/kontraktor PT. Multi Karya Pratama tersebut belum diketahui terletak dimana. *** (tim/zmi)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas