Headlines News :
Home » » Pernah Diperiksa Jaksa, Dugaan Penyimpangan Pembangunan Jembatan Reteh Rp52 Miliar Dilaporkan ke Kejati Riau

Pernah Diperiksa Jaksa, Dugaan Penyimpangan Pembangunan Jembatan Reteh Rp52 Miliar Dilaporkan ke Kejati Riau

Written By HARIANBERANTAS on Monday, May 6, 2019 | 9:33:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Prasarana Aparatur Negara Republik Indinesia (PEPARA-RI), resmi melaporkan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, Senin (06/04/19).

Dalam laporan resmi DPP LSM PEPARA-RI yang disampaikan, terkait Pembangunan Jembatan Reteh, dengan nilai kontrak Rp.25.875. 033.567 00, yang dikerjakan PT. Genesha Bangun Riau Sarana (GBRS) tahun 2016. Dan kegiatan yang sama kembali menelan dana APBD Riau tahun anggaran 2017 sebesar Rp.26.910.162.533,00, yang juga dikerjakan rekanan kontraktor yang sama.

Proyek Pembangunan jembatan Reteh yang berlokasi daerah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) itu, bahkan yang sudah kedua kali tahun anggaran berturut-turut dianggarkan Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Riau melalui SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provisinsi Riau, fisik yang sudah terlaksana adanya dugaan menyimpang dari shop drawing pelaksanaanya dilapangan.

Demikian disampaikan, Alui W Ketua Investigasi tingkat DPP LSM PEPARA-RI kepada awak media, Senin siang (06/05/19). Alui W sangat menyayangkan kinerja Dinas PUPR Riau tidak transpran dalam hal pelaksanaan kegiatanya dilapangan, dimana, kegiatan Pembangunan Jembatan Reteh yang diduga tak sesuai dengan Shop Drawing atau terjadi penyimpang dalam pelaksanaan dilapangan, terkesan tak digubris saat dipertanyakan kepada Kadis PUPR Riau, Ir Dadang Eko Purwanto.

Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan fisik Pembangunan Jembatan Reteh tersebut, di terangkan Alui W adanya dugaan penyunatan volume antara lain, sehingga kualitas/kuatintas mutu yang sudah terlaksana tak memenuhi standar justek.

"Pasalnya, sesuai dalam RAB mutu beton yang digunakan pada pengerjaan lantai Jembatan Reteh semestinya K-350. Namun kwalitas beton yang digunakan sangat diragukan tidak sesuai dengan spek yang sebagaimana dituangkan dalam kontrak kerja awal, buktinya saat ini diduga sepanjang lantai jembatan banyak mengalami keretakan. Dan juga terlihat lebih banyak campuran krikel pada pengerjaan lantai jembatan tersebut," terang Alui usai serahkan laporan resmi lembaganya di Kejaksaan Tinggi Riau.

Bukan hanya itu saja, diuraikan Alui W, berdasarkan hasil investigasi team dilapangan, banyak ditemukan dugaan kejanggalan yang menyimpang dalam bestek, seperti material batu pecah diduga seharusnya di datangkan dari Kabupaten Tanjung Balai Karimun sesuai hasil uji Lab PUPR Riau, namun kenyataan dilapangan diduga batu pecah yang digunakan produk lokal. 

Dikatakanya, sebenarnya masih banyak aitem-aitem pekerjaan yang ditemukan dilapangan  yang tak sesuai dengan spesifikasi dalam proses pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Jembatan Reteh itu. Tetapi hal itu, sudah di uraikan dalam laporan resmi yang telah disampaikan kepada aparat hukum, kata Alui W.

Ketua Investigasi LSM PEPARA-RI juga menegaskan, proyek Pembangunan Jembatan Reteh yang sudah menelan anggaran kurang lebih 52 miliyar lebih itu, bisa dipastikan telah terjadi dugaan kerugian keuangan daerah/negara yang sangat besar. Bahkan menurut informasi bahwasanya kegiatan Pembangunan Jembatan Reteh itu pernah dilaporkan di Kejaksaan Tinggi Riau, dan adanya dugaan  salah satu oknum Jaksa, pernah melakukan pemeriksaan atau pemanggilan terhadap PPK/PPTK kegiatan yang dimaksud, ungkapnya.

Lanjut Alui W, namun justru itu, kita dari LSM PEPARA-RI tak ingin gegabah atas informasi yang telah kita peroleh. Biarlah melalui, laporan resmi yang telah disampaikan ke Kejaksaan Tinggi Riau nantik terjawab sendiri sejauh mana proses penyelidikan terhadap kegiatan tersebut, apabila sudah pernah dilaporkan, tuturnya.

Diakhir pertemuan Pers, Alui W berharap atas laporan yang telah kita sampaikan kepada aparat hukum khususnya Kejaksaan Tinggi Riau segera dapat diproses, dan di usut tuntas terkait dugaan penyimpang proyek Pembangunan m Jembatan Reteh yang di SKPDkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau itu, tutup Alui W.

Terpisah, Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan saat dimintai keterangannya seputar adanya informasi bahwa kegiatan Pembangunan jembatan Reteh, bahwa pernah dilaporkan di Kejaksaan Tinggi Riau.

Muspidauan mengatakan, "Setahu sy belum pernah tp Seninlah kita cari tahu ya," tulisnya melalui WatsApp pribadinya, Jumat (19/04/19) lalu.

Terkait dugaan penyimpangan proyek Pembangunan Jembatan Reteh ini, hingga sudah kedua kalinya pewarta ini publish kepada publik belum dapat terkonfirmasi. Saat di datangin  Ir. Dadang Eko Purwanto (Kadis) diruang kerjanya tak berada ditempat. Kontak WhatsApp pribadinya juga tak bisa dikirim sms dikarenakan telah memblokir WatsApp awak media. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas