Headlines News :
Home » » Pembangunan Jembatan Gantung milik PJN Wilayah I Riau Diduga Menyimpang

Pembangunan Jembatan Gantung milik PJN Wilayah I Riau Diduga Menyimpang

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, May 19, 2019 | 4:49:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui bidang Direktorat Jenderal Bina Marga menguncurkan anggaran pada pembangunan jembatan gantung di Desa Tanjung Kabupaten Kampar dan Pembangunan Jembatan Gantung Desa Muara Bungkal, Kabupaten Siak Provinsi Riau, dengan kontrak sebesar Rp5.665.667.000, dikerjakan PT. Qinthara Cemerlang, diduga proses pengerjaannya dilapangan menyimpang.

Kegiatan pekerjaan pembangunan jembatan gantung Desa Tanjung Kabupaten Kampar - Desa Muara Bungkal Kabupaten Siak dibawah pimpinan Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasioanl Wilayah I Riau, disinyalir tidak selesai sesuai masa kontrak kerja (5 Desember 2018) lalu.

Pasalnya kegiatan proyek tersebut yang sebelumnya disetujui Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Riau, Darmawi, ST,MT, yang di ketahui sebagai Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II, Ir. Paul Ames Halomoan, M.Sc diduga belum selesai dikerjakan hingga saat ini. Hal itu, diutarakan Alui Z kepada awak media. 

Alui Z selaku Ketua Investigasi LSM Pemantau Prasarana Aparatur Negara republik Indonesia (PEPARA-RI) mengatakan, pihaknya, telah melayangkan surat klarifikasi ke pihak Kasatker PJN Wilayah I Riau pada tanggal 02  Mei 2019 terkait adanya dugaan penyimpangan pengerjaan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI tersebut.

Menurut Alui, dalam proses pelaksanaan paket pekerjaan, pembangunan jembatan gantung yang berlokasi di dua Desa  yakni, Desa Tanjung Kabupaten Kampar dan Desa Muara Bungkal Kabupaten Siak, ditemukan kejanggalan yang diduga menyimpang dari shop drawing.

"Berdasarkan hasil investigasi team lembaga kita dilokasi pekerjaan jembatan gantung di Desa Muara Bungkal Kabupaten Siak, terlihat proses pengerjaan fisik jembatan gantung baru tahap pemasangan “Pondasi Pilon T”. Sedangkan masa pelaksanaan 150 hari kalender seharusnya selesai pada  05 Desember tahun 2018, sebagaimana kontrak awal pada  5 Juli tahun 2018," kata Alui 

Bahkan yang lebih parahnya lagi kata Alui, pembangunan jembatan gantung di Desa Tanjung, Kabupaten Kampar diduga belum selesai alias terbengkalai. Hal itu terbukti saat kita memperoleh informasi dari masyarakat setempat, dan team kita (LSM PEPARA-RI) langsung melakukan survey dilapangan pada tanggal 30 April 2019 atau sebulan yang lalu, ternyata benar, sehingga ditemukan dilokasi berbagai kejanggalan dalam kegiatan jembatan gantung yang baru selesai sampai pekerjaan “Pondasi Blok Angkur", dan terlihat banyak tumpukan bahan material yang belum terpasang yang di biarkan begitu saja.

Alui menegaskan, selain pembangunan jembatan gantung diduga bermasalah itu, ada juga kita peroleh data/dokumen beberapa paket kegiatan Satker PJN I Wilayah Riau tahun 2018  yang diduga bermasalah. Salah satu contoh paket," Preservasi Rutin Jalan dan Jembatan Batas Kampar-Batas Bangkinang-Batas Rantau Berangin-Batas Provinsi Sumbar,". Namun lembaga kita tak ingin gegabah untuk menindaklanjuti ke pihak aparat hukum baik ke Kementerian PU-PERA RI, terkait temuan dilapangan. Dikarenakan menurut, Dicky (PPK 04) PJN I Wilayah Riau akan membalas surat yang kita layangkan  secara resmi, pungkasnya.

Sementara, Kasatker PJN Wilayah I Riau melalui Pejabat Pembuat Komitmen 04 (Pekanbaru-Bangkinang-Batas Sumbar), Dicky, membenarkan adanya keterlambatan pengerjaan proyek pembangunan jembatan gantung beralokasi di Desa Muara Bungkal,  Kabupaten Kampar-  Desa Muara Bungkal, Kabupaten Siak, sesuai kontrak kerja awal.

"Hal itu, bukan kesalahan atau kelalaian dari rekanan, tetapi kesalahan dari Kementerian PU-PERA. Dikarenakan kontrak kegiatan paket oembangunan jembatan gantung itu hanya bagian fisik saja yang dikerjakan sesuai dalam kontrak kerja. Sedangkan untuk proses pengadaannya, itu langsung dari Kementerian PU-PERA. Namun pengadaan bahan material jembatan gantung baru bulan Desember sampai ke lokasi pekerjaan," kata Dicky, kepada media yang juga bersama-sama dengan team LSM Pemantau Prasarana Aparatur Negara Republik Indonesia (PEPARA-RI), Sabtu (18/05/19).

Diuraikannya, akibat keterlambatan datang pengadaan bahan material jembatan gantung tersebut, sehingga rekanan kontrkator terkendala pengerjaan dilapangan bahkan tidak terkejar selesai dikerjakan sesuai masa kontrak kerja. Tetapi kegiatan itu sudah selesai dan tidak ada masalah, akui Dicky.

Terkait adanya dugaan pembangunan Jembatan gantung di Desa Tanjung, Kabupaten Kampar belum selesai dikerjakan atau alias terbengkalai. Hingga berita ini terbit, keterangan lanjutan Dicky (PPK 04) PJN Wilayah I Riau belum ada.

Hingga berita ini dimuat, pihak Kementerian PUPR pelaksana Jalan Nasional (PJN) I Wilayah Riau belum berhasil di konfirmasi, lantaran pihak pimpinan PJN tidak dapat dijumpai*** (tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas