Headlines News :
Home » » Komisi IV DPRD Jabar Menilai Sejumlah Proyek Gagal Total

Komisi IV DPRD Jabar Menilai Sejumlah Proyek Gagal Total

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, May 19, 2019 | 9:43:00 AM

Bandung Harian Berantas - Pengembangan Situ Rawakalong yang direncanakan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai pihak DPRD Provinsi Jawa barat penanganannya gagal total. Hal itu disampaikan melalui rilis Komisi IV DPRD Provinsi Jabar belum lama ini.

Melalui Ketua Komisi IV Daddy Rohanadi, menyimpulkan , beberapa proyek pembangunan di Jabar dianggap gagal total termasuk Pengembangan Situ Rawakalong . Selain itu Dady Juga menyebut beberapa proyek pembangunan di Jabar yang dianggapnya mengalami kegagalan  lantaran rencana pembangunan yang hingga saat ini belum memiliki proyek perencanaan fisik alias Detail Engineering Design (DED).

Terkait masalah Situ Rawakalong , Daddy mengatakan Ridwan Kamil akan menjadikan sektor pariwisata, sebagai salah satu sumber utama pendapatan asli daerah (PAD). Pada tahun 2019 ada sejumlah besar anggaran yang dialokasikan dari APBD Provinsi Jabar, untuk membenahi situ tersebut. Namun ia menilai prosesnya tidak semulus yang diharapkan.

“Penanganannya bisa gagal total. Bagaimana mungkin bisa sukses, kalau di lokasi yang sama sedang dilakukan pekerjaan pengerukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)?” ujar Daddy yang juga Sekretaris Fraksi Partai Gerindra itu.

Dalam maketnya, di Situ Rawakalong akan dibuat jogging track. Bahkan, ada pula plaza. Namun, sejumlah masalah sudah kelihatan. Misalnya, kondisi eksisting situ yang penuh keramba. Wilayah sekitar situ juga sudah kumuh. Sementara itu, pekerjaan sudah diburu waktu. Kata Dady.

Menurut Daddy, hal itu menunjukkan perencanaan yang belum matang. Bahkan, hingga saat ini, lelang MK (manajemen konstruksi) di ULP saja terancam gagal.

‘’dilihat dari kondisi yang ada, agak mustahil pengembangan Situ Rawakalong yang direncanakan menelan biaya Rp 30 miliar tersebut bisa terwujud tepat waktu ,sangat tidak mungkin dua pekerjaan dilakukan bersamaan di lokasi yang sama. Mengapa? Karena BBWS sedang melakukan pengerukan situ tersebut, padahal UPTD harus melakukan pembangunan di atasnya,” ujar dia.

“Intinya, perencanaan belum matang tetapi dipaksakan. Sebagai catatan saja, ke depan tidak boleh ada lagi pekerjaan dengan tahapan semacam ini. Jangan sampai banyak pekerjaan yang mengalami kegagalan,” Ungkapnya. (rp/hs)***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas