Headlines News :
Home » » RT 001 dan Petugas TPS 34 di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru Larang Warga Salurkan Hak Pilih

RT 001 dan Petugas TPS 34 di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru Larang Warga Salurkan Hak Pilih

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, April 17, 2019 | 5:27:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Sejak pagi Rabu (17/04/2019) warga Kota Pekanbaru khususnya warga berdomisili di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, ramai mendatangi TPS 34 Kecamatan Tenayan Raya Kelurahan Rejosari di lingkungan RT 001 RW 013. Namun sangat disayangkan, warga yang seharusnya menyalurkan hak suara pada Pileg/Pilpres tahun 2019 ini tak bisa mengunakan hak pilihnya, karena KTP yang dimiliki bukan KTP-el.

Dari pantauan Wartawan di TPS 34 wilayah Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru sejak pagi, ada banyak warga yang tidak bisa menyalurkan hak pilih.

"Salah satu warga kepada awak media menyebutkan, “Kami warga yang sudah punya E-KTP dan KK, namun tidak  terdaftar di DPT. bahkan saya dilarang untuk tidak bisa memilih, karena alasan petugas TPS yaitu bernama Dicky Kurniawan, waktu sudah habis”, akui warga sembari mengaku jika jarum panjang jam, masih menuju pada angka 12.45 (Pkl.12.45 Wib) siang.

Warga yang mengaku heran terhadap petugas TPS 34 di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru tersebut membenarkan, jika pada hari Selasa (16/04) kemaren, pihaknya telah mendatangi kantor Lurah dan juga kediaman RT 001 untuk mempertanyakan E-KTP yang telah berbulan-bulan selama ini diurus namun tak kunjung keluar. Akan tetapi, aparat kelurahan dan RT setempat meminta warga jika warga yang sudah terdaftar pada RT dapat menyampaikan hak pilihnya pada TPS 34 dimaksud.

“Saya pada pemilihan umum tahun 2019 ini, tak bisa memilih. Padahal,  tepat hari Selasa tanggal 16 April 2019 kemaren, Saya sudah cek el-KTP ke kantor Lurah, tapi belum keluar. Kemudian, saya juga datang ke kantor Camat, juga demikian, yang akhirnya Saya ke rumahnya RT 001, Ngateman, dan RT 001 itu entah kemana. Namun istri RT 001 menyebutkan, jika besok hari pada Pileg/Pilpres (17/04), Saya dapat memilih dengan syarat membawa kartu keluarga (KK) dan KTP meski KTP yang saya punya bukan KTP-el. Tapi  kenyataannya, hari ini (17/04), Saya justru tidak bisa memilih dengan alasan waktu sudah habis dan KTP bukan e-KTP", ujar warga yang dilarang untuk tidak menyampaikan hak pilihnya.

Salah satu petugas TPS,  Dicky Kurniawan kepada warga dihadapan Wartawan mengatakan, waktu sudah habis, tidak bisa memilih lagi. Ini sudah jam 12 siang, peserta tak boleh milih lagi. kata Dicky Kurniawan melarang warga untuk menyalurkan hak pilih.

Berdasarkan kesewenang-wenangan oknum petugas TPS 34 dan RT 001 setempat, dinilai telah merampas hak warga dalam berdemokrasi. dikutip dari undang-undang nomor 07/2017 tentang pemilu pasal 510 yang isinya, "Setiap orang yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilih dan dapat dipenjara maksimal selama 2 tahun dan denda mksimal 24 juta rupiah".

Pileg/Pilpres yang dinilai penuh kebohongan pada pos TPS 34 tersebut, ketua RT 001 sendiri diketahui salah satu petugas TPS setempat, namun pura-pura diam seolah tidak peduli dengan warganya yang tidak diikutkan memilih.

Bukan itu saja, ketua RT 001 itu, juga selama ini diketahui selalu membuat peraturan sendiri terhadap warganya yakni, warga yang tidak sempat ikut ronda malam, diwajibkan dipungut biaya sebesar Rp50.000 per kepala keluarga. Dan bila mana ada  warga yang tidak mematuhi peraturan yang asal dibuat RT 001 itu, maka segala bentuk kepengurusan penting yang dibutuhkan warga dari RT itu, tidak dilayani. Apakah peraturan dan/atau kebijakan yang di buat oleh RT 001 Ngateman ini masuk pada kategori pungutan liar atau Pungli?

Hingga berita ini dimuat, Camat Tenayan Raya maupun Kepala Kelurahan Rejosari termasuk Walikota Pekanbaru, Dr. H Firdaus ST.MT belum terkonfirmasi awak media. Bahkan ketua RT 001 saat hendphon miliknya dihubungi Wartawan, tak diangkat. *** (red)
Share this post :

+ comments + 1 comments

17 April, 2019 17:47

RT dan Petugas itu harus dimintai pertanggungjawaban hukumnya.
Jgn se enaknya saja.

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas