Headlines News :
Home » » Kontraktor PT. Trijaya Permai Dinilai Tak Becus Kerjakan Pembangunan Masjid Raya Riau

Kontraktor PT. Trijaya Permai Dinilai Tak Becus Kerjakan Pembangunan Masjid Raya Riau

Written By HARIANBERANTAS on Saturday, April 20, 2019 | 4:36:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau tahun anggaran 2018 telah menguncurkan dana APBD senila Rp50 miliar untuk pelaksanaan pekerjaan fisik "Pembangunan Masjid Raya Provinsi Riau", dengan kontraktor pelaksana PT. Tri Jaya Permai (TJM). Dimana pada tahun anggaran 2017 sebelumnya, juga telah menelan dana APBD sebesar Rp4,7 miliar yang saat itu dikerjakan PT.Bahana Prima Nusantara (BPN).

Proyek yang menggunakan uang rakyat kurang lebih Rp55 miliyar itu, cukup memprihatikan, karena disinyalir proses pelaksanaannya dilapangan menyimpang dari Shop Drawing sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja awal.

Menurut Edison selaku aktivis LSM Pemantau Prasarana Aparatur Negara Republik Indonesia (PEPARA-RI), lembaganya mendapatkan laporan dari masyarakat dan juga dari pihak pekerja, bahwa Pekerjaan fisik pembangunan Masjid Raya Provinsi Riau diduga tak sesuai spesifikasi, diakibat rekanan kontraktor terlalu memburu waktu serah terima pertama Provisional Hand Over (PHO). sehingga volume pengerjaan dilapangan terindikasi menyimpang, jelas Edison kepada media, Sabtu (20/04/19).

Sesuai hasil investigasi team LSM PEPARA-RI dilapangan pada Pekerjaan Fisik Masjid Raya Provinsi Riau ditemukan banyak kejanggalan yang menjurus pada penyunatan volum kerja, seperti pengerjaan pemasangan Batu Apung dalam seluruh ruangan Masjid diduga tak dilakukan pemasangan Stek Kolom Beton, katanya. 

Selain itu, proses pekerjaan kolom praktis juga dinilai asal dikerjakan oleh rekanan kontraktor, seperti campuran bahan material yang digunakan diduga hanya pasir dan semen tanpa menggunakan krikel. Lebih parahnya lagi kata Edison, kolom praktis yang dipasang diduga tak adanya ketahanan, dikarenakan tidak mengikat pada balok sloof atas, ungkapnya.

Edison kepada media lebih dalam menjelaskan," terkait pembangunan rumah tuhan (PRT) itu, atau Masjid Raya Provinsi Riau tersebut. LSM PEPARA-RI telah melayangkan surat klarifikasi dan juga surat Permohonan Informasi (PI) tertanggal 01 April 2019 kepada Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau, guna mempertanyakan terkait adanya indikasi korupsi dalam pelaksanaan proyek tersebut dilapangan. Namun disayangkan, Dinas terkait tidak meresponnya.

"Minggu pekan, kita LSM PEPARA-RI akan layangkan surat keberatan atas tak ditanggapinya permohonan informasi (PI) kepada Dinas PUPR Riau terkait pelaksanaan kegiatanya dilapangan, yang juga nantiknya salah syarat melengkapi penyelesaian sangketa informasi yang akan disampaikan ke Komisi  Informasi Provinsi Riau (KIP) yang beralamat Jalan Gajah Mada No.200 Pekanbaru. Karna dalam hal ini,  sangat disayangkan Dinas PUPR Riau dinilai gagal paham memahami undang- undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)," tandas Edison.

Dalam pelaksanaan proyek strategis Pemprov Riau itu yang dikerjakan PT. Tri Jaya Permai (TJP) tahun anggaran 2018, Edison menuturkan, bahwa lembaganya telah berusaha klarifikasi kepada rekanan kontraktor melalui atas nama Iwan.

Dikatakanya, Iwan tak bisa berikan keterangan terkait kegiatan tersebut, karna (Iwan_red) hanya sebagai anggota biasa dari kontraktor pelaksana. Menurutnya, yang lebih berkompiten langsung kepada pak Eli selaku pengawasan atau kepercayaan dari PT. Tri Jaya Permai (TJP), ungkap Edison meniru percakapan dengan Iwan, Sabtu pagi (20/04).

Hingga berita ini naik, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau, Ir Dadang Eko Purwanto, saat dihubungi melalui handphone miliknya saat tak diangkat. Demikian rekanan kontraktor PT. Tri Jaya Permai saat dihubungi awak media, juga tak terjawab ***(Mona/Ans)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas