Headlines News :
Home » » Dugaan Korupsi ADD/APBD Pusat, Diminta Penegak Hukum Periksa Kades Gedabu

Dugaan Korupsi ADD/APBD Pusat, Diminta Penegak Hukum Periksa Kades Gedabu

Written By HARIANBERANTAS on Friday, April 5, 2019 | 2:57:00 PM

HARIANBERANTAS, RENGAT- Pekerjaan Proyek paket pengerasan jalan desa Gedabu, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu-Riau yang bersumber dari ADD/APBN tahun anggaran 2018 senilai Milyaran Rupiah dalam pelaksanaannya kuat dugaan  merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah.

Pasalnya, hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sangat memperhatikan dan hampir seluruh masyarakat merasa kecewa. Betapa tidak anggaran perkerasan untuk 2 km itu sangat luar biasa besarnya.

Pemerintah Desa Gedabu pada tahun 2018 lalu menganggarkan Dana Desa/APBN sekitar Rp. 270.000.000., untuk pembangunan jalan sepanjang 2 km, Box Culver 1x1x6 Meter sebesar Rp. 60.000.000.- Menurut Informasi dari masyarakat menyebutkan, dana desa untuk pembangunan jalan didesa itu diduga ada dimainkan oleh pihak kepala desa. "Kami tidak percaya sebesar itu dana pembangunan tersebut. Kata masyarakat setempat dengan kesal.


Jumino pemilik quary sertu mengatakan " crocos dari tanah saya diambil sebanyak 230 trip dengan harga Rp. 40.000/ mobil atau trip + ongkos angkut Rp. 50.000 Trip. , kebetulan saya ikut mengangkut pakai cold disel. Artinya untuk pembelian kayu crocok sampai ke lokasi sebesar  Rp. 90.000 x 230 trip = Rp.20.700.000. Tambah Pk alat 3 unit 1 bulan 3 hari dibayar Rp. 3.100.000 ujarnya.

Husin pemilik quary mengatakan " dari tanah saya saja sekitar 250 trip, itupun belum dibayar sampai sekarang. Kalau ongkos angkut sama saya dengar harganya Rp. 50.000,00. Jadi kalau 250 trip x Rp. 90.000, jadinya Rp. 22.500.000 ujarnya.

Salah satu pendamping desa tak mau disebut namanya ketika dikonfirmasi awak media mengatakan " Dana pembangunan Box culvert 1x1x6 Rp. 60.000.000, terlalu besar anggarannya. Paling tinggi Rp. 20.000.000 sudah cukup. Apalagi jarak besi juga dimainkan sesuai gambar ujarnya.

Andi aktivis mengatakan ke awak media " sewa alat sekitar Rp. 25 juta / unit x 3 unit ( greder, vibro, exavator ). Ditambah mobilisasi Rp. 5 juta pp x 3 unit. Semuanya Rp. 90.000.000. Kalau ditambah material crocos dengan Pk alat baru sekitar Rp. 136.200.000, tambah box Rp. 60.000.000. Semua Rp. 196.200.000. Sedangkan dana perkerasan dan box culvert sebesar Rp. 330.000.00. Dimana sisanya dibuat desa kata andi ( red ).

Masalahnya box culvert juga dananya sangat besar. Fakta pekerjaannya, jarak besi dimainkan. Ini tak bisa dibiarkan, mohon pihak penegak hukum panggol Kades yang mainkan uang negara ujarnya.

Ketika awak media hubungi kades gedabu Herman mengatakan " perkerasan sudah sesuai. Dan jarak besi sudah diperbaiki kata beliau melalui selulernya no. 08126872xxxx sambil memutuskan pembicaraan. 5/4/2019. (Pinten S).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas