Headlines News :
Home » » Dirut FORMASI Kecam BUMD Pelalawan Jatuh Ditangan Mantan Koruptor

Dirut FORMASI Kecam BUMD Pelalawan Jatuh Ditangan Mantan Koruptor

Written By HARIANBERANTAS on Friday, April 5, 2019 | 9:22:00 AM

HARIANBERANTAS-PEKANBARU,Diangkatnya mantan koruptor sebagai pimpinan BUMD di pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, memunculkan berbagai polemik oleh sejumlah kalangan, tak terkecuali dengan Direktur FORMASI, Dr. Muhammad Nurul Huda, S.H.,M.H.

Direktur aktivis lembaga/elemen anti korupsi yang mengetahui hal tersebut menilai sebagai bentuk kemunduran terhadap semangat Negara dalam memberantas kejahatan korupsi.

Selain itu, Direktur Forum Masyarakat Anti Korupsi (FORMASI) Dr. Muhammad Nurul Huda, S.H. M.H mengaku kecewa terhadap panitia seleksi pemilihan Dirut BUMD Tuah Sekata milik Pemda Kabupaten Pelalawan yang memilih mantan koruptor kredit fiktif BPR Sari Madu jadi Dirut plat merah.

"Ini kan Aneh, kita sedang berbenah mencegah dan memberantas korupsi, tapi mengapa mantan koruptor diangkat jadi Dirut ?," katanya kepada awak media.

Menurut Direktur FORMASI ini, hal itu disebutkanya merupakan langkah mundur dalam rangka perang melawan korupsi.

"Ini jelas bisa kita katakan sebagai bentuk langkah mundur dalam memberantas korupsi di Pemkab Pelalawan, sebagaimana kita semua tahu, bahwa semangat Pemerintah pusat untuk memberantas korupsi begitu gencar, tetapi ada apa dengan Pemkab ini?," tanya Nurul

Selanjutnya, Doktor Hukum Pidana ini berpendapat bahwa sebaiknya lembaga anti rasuah atau KPK turun gunung memeriksa seluruh berkas pemilihan Dirut itu.

Menurutnya KPK dapat melakukan pemeriksaan mulai dari pengangkatan panitia seleksi, hingga memeriksa seluruh berkas pemilihan Dirut Tuah Sekata.

"Rakyat kecewa, apa tidak ada rakyat Riau yang berkualitas lagi sehingga mantan koruptor dipilih menjadi Dirut," tanya Nurul heran.

Diakhir pernyataanya, Direktur FORMASI ini meminta kepada Bupati Kabupaten Pelalawan untuk meninjau ulang terpilihnya mantan koruptor menjadi Dirut tersebut. Karena ini tidak sesuai dengan semangat pencegahan dalam pemberantasan korupsi. *** (Red/Mona)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas