Headlines News :
Home » » Dipicu Masalah Hutang Rp50 Ribu, Nyawa Tukang Ojek Melayang Diujung Badik

Dipicu Masalah Hutang Rp50 Ribu, Nyawa Tukang Ojek Melayang Diujung Badik

Written By HARIANBERANTAS on Friday, April 5, 2019 | 5:58:00 AM

HARIANBERANTAS, KOTA SOLOK- Gara gara hutang Rp50 ribu, dua tukang ojek bertikai. Akibatnya, Herman (54) tewas akibat tusukan senjata tajam, oleh Bermawi (65) di depan Kampus Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Kota Solok, Selasa (2/4).

Keributan hingga berujung maut itu, ternyata hanya dipicu masalah hutang Rp50 ribu rupiah. 

Herman berhutang kepada Bermawi yang tak kunjung dibayar.
Informasi dilokasi kejadian menyebutakan, karena perkara utang Rp50 itu, sebelumnya kedua pria paruh baya itu, sering bertengkar, dan terakhir kali Herman roboh bersimbah darah diujung pisau, dan Bermawi akan menghabiskan masa tuanya di balik jeruji penjara.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan Dt Pandeka Rajo Mudo, Rabu (3/4) mengatakan, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP, Herman dan tersangka Bermawi sering bertengkar masalah pinjaman uang. Pinjaman tersebut, menyebabkan kedua kawan seprofesi (tukang ojek) tersebut sering perang mulut. 

“Herman meminjam uang Bermawi sebesar Rp50 ribu. Herman tak kunjung membayar, lalu terjadilah pertengkaran mulut,” ujar Dony.

Di hari nahas tersebut, Bermawi, Herman dan beberapa tukang ojek lainnya, sedang mangkal di pangkalan ojek depan Kampus UMMY Kota Solok. Tak lama berselang, Herman dan Bermawi terlibat perang mulut. Karena emosi, Bermawi mendorong tubuh Herman ke arah jalan.

Herman berusaha melawan. Melihat gelagat Herman, Bermawi semakin emosi dan mencabut sebilah belati yang terselip di pinggangnya dan lansung menusukannya ke dada kiri Herman.

Melihat Herman bersimbah darah, Bermawi langsung kabur dan meninggalkan belati yang dia pakai tergeletak begitu saja di jalan.

Tubuh Herman yang ambruk bersimbah darah dibawa oleh teman- teman sesama tukang ojek lainnya ke Rumah Sakit Tentara (RST) Solok. Tak sampai lima menit di rumah sakit Herman menghembuskan nafas terakhir. 

“Berdasarkan hasil olah TKP, jajaran Polres Solok mencari Bermawi. Dari hasil penyelidikan diketahui Bermawi bersembunyi di rumah anak kandungnya di Jorong Lurah Nan Tigo, Nagari Selayo,Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok,” ujarnya.

Personel Polres Solok Kota yang terdiri jajaran Reskrim dan Intelkam, di bawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu Defrianto dan Ipda Fika Putri Pamungkas melakukan pengejaran. 

Akhirnya, Bermawi, warga Jalan Puti Bungsu, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok ditangkap di rumah anaknya di Selayo tanpa perlawanan.

“Pelaku disangkakan Pasal 338 KUHP Subsidair Pasal 351 ayat 3. Pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau dapur, satu unit sepeda motor merk Honda Kharisma Nopol BA 5561 PG dan satu helai pakaian ditahan di Polres Solok Kota,” ujar Dony.

Sebelumnya, pada Selasa siang (2/4) sekira pukul 14.00 WIB, seorang tukang ojek, Herman (54), tewas bersimbah darah di depan Kampus Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Kota Solok. Herman ditusuk dengan sebilah pisau yang ditinggalkan pelaku di tempat kejadian.

Korban sempat mendapatkan pertolongan di Rumah Sakit Tentara (RST) Kota Solok usai kejadian.

Namun hanya beberapa menit, korban yang beralamat di Wisma Solinda Blok F No. 23, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, dinyatakan tewas.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan Dt Pandeka Rajo Mudo melalui Kasat Reskrim Iptu Defrianto menyatakan dari keterangan sejumlah saksi, kronologis berawal saat anak korban, Refri Tio (29) diberitahu oleh saksi Bujang (48) bahwa korban berkelahi di depan Kampus UMMY Solok, Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, sekira pukul 14.00 wib.

Saat tiba di TKP, Refri Tio hanya melihat sepeda motor ayahnya dan sebilah pisau. Sebab, ayahnya sudah dilarikan ke RST Solok. 

“Korban sempat mendapatkan pertolongan di RST Solok. Namun akibat lukanya yang cukup parah di bagian dada, nyawa korban tidak tertolong. Refri Tio kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Solok Kota dengan: LP/100/B/IV/2019/Polres Solok Kota Tanggal 2 April 2019,” katanya. *(red/mn)*
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas