Headlines News :
Home » » Diduga Cari Untung, Pembangunan Revitalisasi MDTA Masjid Aljihad Jln Melur Pekanbaru tahun 2018 Mangkrak

Diduga Cari Untung, Pembangunan Revitalisasi MDTA Masjid Aljihad Jln Melur Pekanbaru tahun 2018 Mangkrak

Written By HARIANBERANTAS on Friday, April 26, 2019 | 8:21:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Pekanbaru, terkesan tutup mata dalam mengawasi kenyataan hasil pengerjaan proyek pembangunan revitalisasi MDTA Aljihad Jalan Melur Pekanbaru yang diduga pengerjaan oleh rekanan kontraktor CV. Marisa Cipta asal jadi dan mangkrak.

Proyek pembangunan MDTA Aljihad Jalan Melur Pekanbaru yang bersumber biaya APBD tahun 2018 dengan jumlah pagu anggaran sebesar Rp1. 419.250.000,00, diduga tidak sesuai spek atau kontrak kerja. Dimana pekerjaan MDTA yang seharusnya dibangun tiga (3) lantai tersebut, dibiarkan mangkrak. Bukan itu saja, kondisi pembangunan yang sudah dilakukan pengerjaannya oleh rekanan kontraktor, tampak miring dan retak.

Salah satu warga RW 01 setempat ketika dimintai keterangannya awak media Harian Berantas, mengaku cukup menyayangkan hasil proses pembangunan MDTA Aljihad Jalan Melur Pekanbaru yang dibiarkan mangkrak oleh kontraktor maupun pihak Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Pekanbaru tersebut.

“Saya melihat, pembangunan MDTA Aljihad yang dikerjakan kontraktor pada tahun 2018 kemaren, asal jadi. Karena mereka hanya cari untuk besar saja dipembangunan itu. Mestinya bangunan MDTA ini dikerjakan tiga (3) lantai. Namun yang selesai dibangun mereka hanya dua lantai saja. Lihat saja bangunan lantai tiga, itu masih mangkrak dibuat sama pemerintah Kota Pekanbaru dan kotraktor tahun kemaren”, ucapnya

Hal senada, diutarakan ketua koordinator lapangan LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, Jekson, bahwa proyek pembangunan MDTA Aljihad Jalan Melur Pekanbaru ini asal jadi. 

“Menurut saya, ini proyek tidak sesuai speak/gambar karena dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan MDTA tersebut tidak dikerjakan seutuhnya. Bahkan kondisi lantai kerja bangunan termasuk dinding luar dalam gedung atau bangunan sudah ada yang retak dan rusak. tuturnya. 

Kuat dugaan pembangunan MDTA Aljihad Jalan Melur Pekanbaru ini tambah Jekson, dijadikan ajang korupsi oleh pihak-pihak terkait. Nyatanya, proyek pembangunan lepas dari pengawasan dinas PUPR. Dengan tidak selesai dan mangkraknya proyek itu yang dinilai  agar pihak pemborong hanya meraup ke untungan yang lebih besar. Dalam hal ini pemerintah dinas intansi terkait agar segera mengkroscek ke lapangan dan mengaudit, serta menindak tegas bagi para pemborong nakal yang melaksanakan pekerjaan tidak sesui ketentuan yang ada dan melanggar peraturan pemerintah, tegasnya.

Menyikapi hal ini, Edward Riansyah pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Pekanbaru yang disebut-sebut pihak yang paling bertanggung terhadap dugaan kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan revitalisasi MDTA Aljihad Jalan Melur Pekanbaru tahun anggaran 2018 lalu tersebut ketika keterangannya diminta Harian Berantas melalui sambungan via hendphon, tak diangkat. Demikian konfirmasi tertulis awak media sebulan lalu, tak direspon. 

Demikian halnya Walikota Pekanbaru, Dr. H Firdaus ST.MT saat dihubungi Harian Berantas soal kegiatan pembangunan revitalisasi MDTA Aljihad Jalan Melur Pekanbaru yang merupakan bagian dari program kerja pemerintahannya tersebut, hingga berita ini naik belum ada tanggapan. ***(Mona)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas