Headlines News :
Home » » Bermodal Rekomendasi Abal-Abal, Mafia Penambang Pasir Ilegal di Pulau Rupat Kembali Bereaksi

Bermodal Rekomendasi Abal-Abal, Mafia Penambang Pasir Ilegal di Pulau Rupat Kembali Bereaksi

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, April 18, 2019 | 7:37:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Dua tahun silam (2017), tim redaksi media Harian Berantas ini, telah membombardir informasi berita terkait dugaan aktivitas tambang pasir illegal yang terjadi di wilayah perairan pulau Rupat Kabupaten Bengkalis-Riau tepatnya pada empat lokasi perairan, Desa Darul Aman, Sungai Injap, Tanjung Papal dan terakhir di perairan pulau Ketam.
Salah Satu Dokumen Rekayasa
(Foto : Harian Berantas)

Alhasil saat itu (2017), para mafia penambang pasir dibawah laut, koncar kancir lari dan menyembunyikan diri entah kemana? Karena, berbagai jenis surat dokumen pelayaran yang dimiliki bertahun-tahun berlayar, dokumen rekayasa (palsu). Bukan itu saja, aktivis/LSM dan media Harian Berantas yang gentol mempublihs aktivitas haram dibawah laut itu kerap diteror dan diancam oleh oknum penambang, namun sampai sekarang ini status hukumnya belum jelas.

Berdasarkan informasi yang diterima Redaksi media Harian Berantas ini melalui via WhatsApp dan email: toro_zl@yahoo.com,  Kamis (18/04/2019), para mafia penambang pasir illegal dibawah laut di pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, kembali bereaksi dengan modal beberapa dokumen surat rekomendasi yang ditanda tangani oleh salah seorang oknum anggota DPRD Bengkalis bersama oknum mantan Camat dan pejabat desa terkait, dengan memberanikan diri mengesampingkan peraturan pemerintah pusat, dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan peraturan pelayaran serta pemanfaatan hasil laut dan bumi, berikut keterangannya.
  
Selain itu, Redaksi Harian Berantas ini, juga menerima relles informasi terkait persoalan pertambangan pasir laut di Selat Rupat-Bengkalis yang cukup menuai masalah krusial bagi warga akibat kerusakan alam dan perizinan bodong yang diduga merugikan negara puluhan miliar itu sebelumnya. 

Dimana pihak Polisi Perairan (Polair) Polres Bengkalis kesatuan Polda Riau, disebut telah membentuk tim untuk memantau aktivitas para mafia pasit laut tersebut diperairan. Berikut ini keterangan relles yang diterima redaksi, Kamis (18/04/2019).

Terkait informasi dari masyarakat bahwa adanya aktifitas penambangan pasir ilegal di perairan Rupat, Kabupaten Bengkalis Riau, mendapat tanggapan serius dari Kesatuan Polisi Perairan (Polair) Polres Bengkalis. 


Mendengar informasi tersebut Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasat Polair) Polres Bengkalis AKP Yudhi Franata. S.I.K, langsung bentuk tim, untuk menyelidiki isu yang berkembang, guna memastikan apakah informasi tersebut benar adanya.

Dengan gerak cepat orang nomor satu di jajaran polair Bengkalis, memerintahkan kepada anggotanya untuk segera melakukan patroli menyusuri ke lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat aktifitas penambangan pasir ilegal.

Tim yang di bentuk langsung bergerak menuju ke lokasi. Tiga lokasi yang menjadi target untuk di pantau, yakni perairan sungai injap dan tanjung papal serta pulau ketam, untuk melihat langsung ke 3 tempat tersebut yang di katakan masyarakat bahwa ada pelaku penambangan pasir ilegal.

Dikatakakan Kasat polair AKP Yudhi Franata. S.I.K, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kegiatan masyarakat yang melakukan kegiatan penambangan pasir ilegal alias nihil.

"Tim yang kita bentuk telah menyusuri ke titik yang telah kita tentukan, yang diduga menjadi tempat aktifitas penambangan liar, namun dari laporan anggota dilapangan, tidak menemukan adanya aktifitas dari penambangan yang diinformasikan warga,"  papar Kasat

"Para anggota polair yang kita tugaskan langsung menyampaikan kepada masarakat diseputaran perairan Rupat untuk tidak melakukan penambangan ilegal pasir karena bertentangan dengan undang - undang," jelas relles

Terakhir pria berkacamata itu menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika ditemukan adanya aktifitas penambangan pasir ilegal.

"Disampaikan himbauan juga kepada masyarakat jika ada info terkait kapal pengangkut pasir ataupun terlihat penambangan pasir Illegal di perairan pulau Rupat agar disampaikan mll call center NETRAL (Nelayan Mitra Polair) di nomor 0822 - 68471-110," tulis relles.

Berdasarkan laporan sesuai relles yang tersebut diatas, Redaksi media ini telah meminta tim liputan/Wartawan Harian Berantas yang bertugas diwilayah Dumai, Bengkalis hingga Kabupaten Kepulauan Merantai-Selatpanjang, untuk berperan aktif memantau pergerakan para mafia laut itu, serta menelusuri kebenaran dokumen surat-menyurat atau rekomendasi yang dikeluarkan oleh oknum DPRD dan pejabat desa dan kecamatan setempat untuk diteruskan ke lembaga berwenang lainnya. ***(Anas/Mona)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas