Headlines News :
Home » » Syahrir: DPRD Jabar Pastikan Kasus KTP Elektronik WNA Tidak Masuk DPT

Syahrir: DPRD Jabar Pastikan Kasus KTP Elektronik WNA Tidak Masuk DPT

Written By Harian Berantas on Tuesday, March 5, 2019 | 6:37:00 AM

HARIANBERANTAS, JABAR- Peristiwa warga negara asing (WNA) masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di dua daerah cianjur dan pangandaran menjadi perhatian serius DPRD Jawa Barat. Dimana Bawaslu menemukan dua WNA masuk DPT) Pemilu 2019.

Ramai diberitakan , Bawaslu Pangandaran menemukan dua WNA masuk DPT, yaitu KMH, WN Jerman, dan CES, WN Swiss. CES dan KMH memang diketahui telah lama bermukim di Pangandaran dan memiliki e-KTP berstatus WNA.

Sementara itu, WNA masuk DPT ini juga terjadi di Cianjur Jawa Barat. Ditemukannya e-KTP tenaga kerja asing (TKA) China di Cianjur bermula  dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) ke sejumlah perusahaan di antaranya peternakan ayam di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber.

Polemik ini kemudian berlanjut setelah warganet membahas munculnya DPT atas nama Bahar dari NIK yang tercantum di e-KTP milik WNA China berinisial GC. Terkait hal ini, KPU menegaskan GC tidak masuk DPT.

Menyikapi terjadinya kasus tersebut, DPRD Provinsi Jawa Barat langsung mengklarifikasi hal itu ke pihak Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir kepada wartawan kalau pihaknya telah meminta penjelasan Disdukcapil Kabupaten Cianjur.

Syahrir menegaskan atas adanya kasus ini, pihaknya  memastikan  kebenaran datanya, ujar Syahrir di Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Jalan Raya Bandung No.KM 4.5, Bojong, Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jumat (1/3/2019).

Menurut Syahrir informasi yang diterima pihak Disdukcapil terjadi kesalahan input data oleh petugas KPU.

”Salah input NIK, yang seharusnya dimasukkan milik WNA malah jadi NIK warga kita yang didata. Padahal, dari segi registrasi juga berbeda,” katanya.

Di samping itu, lanjut dia, pelayanan Disdukcapil sudah cukup baik. Hanya saja dalam infrastruktur perlu perbaikan yang menyeluruh. Karena itu, dirinya mendorong Pemkab Cianjur untuk memperhatikan kondisi infrastruktur Disdukcapil Kab. Cianjur.

Melihat pelayanan sudah cukup memuaskan, soal antrian memang butuh proses dalam pengurusan administrasi kependudukan. Anggota dewan dapil ini pun harus turut berkontribusi, ucapnya.

Seperti diketahui,  Bawaslu Pangandaran menemukan dua WNA masuk DPT, yaitu KMH, WN Jerman, dan CES, WN Swiss. CES dan KMH memang diketahui telah lama bermukim di Pangandaran dan memiliki e-KTP berstatus WNA.

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Bawaslu Kabupaten Pangandaran Uri Juwaeni menyampaikan kasus sejenis tidak menutup kemungkinan bertambah sejalan proses faktualisasi yang dilakukan Bawaslu.

Secara terpisah, Dirjen Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) Zudan Arif Fakhrulloh, kepada wartawan mengatakan, Kami sudah serahkan data-data itu ke KPU dan Bawaslu.

"Iya, diserahkan 103 data," kata Zudan saat dihubungi, Senin (4/3/2019).

Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa 103 nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP WNA masuk dalam DPT. Disinyalir, 103 WNA ini berasal dari berbagai belahan dunia seperti Eropa, Amerika, hingga Afrika. Bebernya seperti dikutip dari KOMPAS.com

Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, ditemui usai RDP Panja Pengamanan Data Pribadi Komisi 1 DPR, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen Senayan, Zudan menyebut, data yang diserahkan sedikitnya 103 nama WNA yang masuk DPT, bukan data 1.680 WNA yang tercatat punya e-KTP.

 Sebab, pihak yang memasukan nama pemilih adalah KPU. "Tanya ke KPU, kan yang memasukan ke DPT bukan Kemendagri," ujarnya.seperti dikutip dari KOMPAS.com rp/hs***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas