Headlines News :
Home » » Mantap…! Oknum Camat Tenayan Raya, Abdimas Syahfitra, diduga "Sewa Bodyguard" Gertak Wartawan

Mantap…! Oknum Camat Tenayan Raya, Abdimas Syahfitra, diduga "Sewa Bodyguard" Gertak Wartawan

Written By HARIANBERANTAS on Wednesday, March 6, 2019 | 12:43:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Perilaku oknum Camat Tenayan Raya, Abdimas Syahfitra, diduga kebakaran jenggot hingga menyewa “Bodyguard” untuk menggertak awak media yang sedang bertugas atau konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (05/03/2019) siang, terkait tudingan Abdimas Syahfitra kepada pimpinan media www.borgolnews.com jika ada menyebutkan nama Abdimas Syahfitra meminta-minta uang (Pungling) dalam berita.
Gaya Abdimas Syafitra saat menjawab pertanyaan awak media di ruang kerjanya, Selasa, (05/03/2019) Siang.
“Jangan sembarangan memberitakan, kenapa disebut aku (Abdimas Syahfitra,red) meminta-minta uang?” Tuding Abdimas Syahfitra kepada pimpinan media saat itu melalui sambungan seluler pribadinya dengan nomor 08116901XXXX.

Kedatangan awak media ke kantor camat tenayan raya sekira pukul 10.30 wib, guna mempertanyakan maksud dan tujuan tudingan Abdimas Syahfitra itu kepada awak media beberapa waktu lalu. Pada saat awak media tiba dikantor camat, Abdimas Syahfitra tidak berada di tempat. Sesaat kemudian pejabat utama kantor camat tenayan raya ini melalui sambungan seluler meminta awak media untuk menunggunya.

Selanjutnya, tidak lama setelah dimintanya awak media menunggunya, ajudan/driver (bodyguard) menghubungi kembali awak media menanyakan dimana posisi para awak media yang sedang menunggu Abdimas Syahfitra.

Hanya hitungan menit, Abdimas Syahfitra yang dikawal dua orang driver / bodyguard datang dan mengajak awak media masuk ruangannya. Didalam ruangan inilah terjadi pelarangan terhadap awak media untuk tidak mengambil foto dokumentasi.

“Jangan foto-foto” Kata salah satu bodyguar bayaran Abdimas Syahfitra dengan wajah sanger. 

Sejak dari awal bertemu hingga diajak masuk ruangan, Abdimas Syahfitra, menunjukkan sikap yang tidak bersahabat dengan berlagak cuek dan agak sombong.

Kemudian, ketika awak media melontarkan pertanyaan, “Abdimas Syahfitra” menjawab dengan nada berlagak preman seakan tidak menerima kedatangan awak media, sehingga suasana tegang.

Menurut Abdimas Syahfitra, salahsatu dari kedua Driver / bodyguardnya itu digaji dari uang kantong pribadinya, dan yang satunya digaji pemerintah.

“Iya, satu orang dari mereka ini saya gaji sendiri dan yang satunya lagi digaji pemerintah” Kata Abdimas Syahfitra.

Adapa dengan Abdimas Syahfitra, sampai menyewa bodyguard menggertak wartawan yang bertugas sesuai undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers?.

Pejabat bawahan Firdaus ini belagak preman dan merasa kebal hukum dan diduga doyan menyuap / sogok.
Perlu diketahui, menurut penelusuran media menemukan kejanggalan dalam penerapan APBD Pekanbaru selama ini, dimana sebuah lembaga anti korupsi dari lembaga swadaya masyarakat komunitas pemberantas korupsi (LSM KPK) telah banyak melaporkan skandal besar dugaan korupsi dana APBD Pekanbaru di era kepemimpinan Firdaus.

Sejak kasus itu bergulir hingga kini. pada saat itu Abdimas Syafitra menjabat Kabag Protokol dan Humas Setdako Pekanbaru. Dan saat ini Abdimas Syahfitra menjabat sebagai Camat Tenayan Raya.

Abdimas Syafitra pada saat menjabat sebagai Kabag Protokol dan Humas Setdako Pekanbaru diduga terlibat dalam skandal dugaan korupsi dana APBD Pekanbaru selama ini. Hal ini terungkap ketika awak media memberitakan dugaan pembohongan Firdaus di berbagai media dengan judul "Pemko Pekanbaru Pemberi Harapan Palsu "PHP" beberapa waktu lalu. Dimana dalam isi berita tersebut mengungkapkan dugaan kebohongan atau janji (PHP) Firdaus kepada klayak publik terkait penempatan kantor walikota pekanbaru yang baru yang terletak di wilayah perkantoran Tenayan Raya pada tanggal 25 Februari 2019 melalui sejumlah media. Namun hingga kini janji Firdaus itu hanya hisapan jempol belaka (PHP).

Setelah dipublis dimedia janji firdaus itu dengan judul "Pemko Pekanbaru Pemberi Harapan Palsu "PHP" membuat camat tenayan raya, Abdimas Syahfitra, langsung naik pitam dan berang kepada awak media. Dalam pembicaraan itu, Abdimas Syahfitra mengatakan, “Jangan sembarangan memberitakan, kenapa disebut aku (Abdimas Syahfitra,red) meminta-minta uang?” Tuding Abdimas Syahfitra kepada awak media.

Pernyataan Abdimas Syahfitra ini sontak pimpinan media langsung kaget dan membantah ada menyebut nama pribadi Abdimas Syahfitra dalam berita, dan mempertanyakan apa maksudnya pernyataannya itu.

“Maaf pak Abdimas Syahfitra, kami tidak ada menyebut nama saudara dalam berita itu. Ada apa sebenarnya dan apa maksud dan tujuan saudara? tanya awak media balik ke Abdimas Syahfitra saat dihubungi melaui hendapone pribadinya sekira pukul 20.30 Wib.

“Maaf, saya salah tanggapan saja itu tadi, besoklah saya jumpai wartawan itu” Jawab Abdimas Syahfitra.

Keesok harinya, Abdimas Syahfitra menjumpai oknum wartawan berinisial STJ. Dalam pembicaraan antara Abdimas Syahfitra dengan oknum wartawan itu (STJ,red), Abdimas Syahfitra meminta untuk menghentikan dan tidak dibesar-besarkan masalah tudingannya itu ke media dan kepihak lainnya.

“Tolong jangan dibesar-besarkan ya. Ini uang kasih ke pimpinan saudara dan saya (Abdimas Syahfitra,red) akan membantu biaya percetakan media kedepan” Kata Abdimas Syahfitra sambil menyodorkan uang sogokannya itu ke STJ.

Oknum wartawan itupun menerima pemberian Abdimas Syahfitra, dan disampaikannya kepada pimpinan media, nmun ditolak mentah-mentah oleh pimpinan media pemberian Abdimas Syahfitra melalui STJ, karena dianggap uang tersebut sebagai sogokkan.

Atas dugaan percobaan sogokkan itu, pimpinan media keberatan dan mempertanyakan maksud dan tujuannya Abdimas Syahfitra. Karena kebiasaan Abdimas Syahfitra selalu menyuap dan sogok sejumlah pihak termasuk oknum wartawan, pimpinan media meminta Abdimas Syahfitra untuk menghentikan aksi buruknya itu dan segera menarik uang haramnya itu dari oknum wartawan berinisial STJ.

“Hentikan permainan kotormu itu, dan segera tari kembali uang haram itu dari STJ” Kata B. Anas kepada Abdimas Syahfitra.

Awak media dan gabungan aktivis akan menelusuri keterlibatan Abdimas Syahfitra dalam skandal besar dugaan korupsi dana APBD Pekanbaru selama menjabat sebagai Kabag Protokol dan Humas Setdako Pekanbaru beberapa tahun belakangan ini.

“Kita menduga Abdimas Syahfitra ada terlibat dalam skandal besar dugaan korupsi dana APBD Pekanbaru. Terbukti ketika berita naik, Abdimas Syahfitra, langsung naik pitam seakan tidak terima jika dugaan korupsi APBD Pekanbaru terungkap ke publik” Kata salahsatu aktivis anti korupsi kepada wartawan.

Pasalnya, tambah aktivis itu, jika Abdimas Syahfitra tidak terlibat kenapa ketika berita naik dirinya langsung naik pitam / berang. Padahal nama Abdimas Syahfitra tidak ada di tulis awak media secara detail dalam berita itu dan diperkuat lagi, adanya dugaan pemberian uang kepada sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab salahsatunya STJ.

Pemberian uang kepada oknum wartawan (STJ,red) dibenarkan Camat Tenayan Raya, Abdimas Syahfitra, saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya.

“Benar, memang ada saya kasih uang ke STJ untuk tidak membesar-besarkan masalah itu, karena saya fokus bekerja” Jawab Abdimas Syahfitra membenarkan pemberian uang haram tersebut.

“Kita minta penegak hukum segera panggil dan periksa Abdimas Syahfitra atas dugaan keterlibatannya dalam skandal korupsi dana APBD Pekanbaru selama ini, Kata B. Anas dengan tegas. Bersambung (Red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas