Headlines News :
Home » » Kepala BPMD Lampung Utara “Wahab” Berlagak Preman Saat di Konfirmasi

Kepala BPMD Lampung Utara “Wahab” Berlagak Preman Saat di Konfirmasi

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, March 3, 2019 | 1:42:00 AM

HARIANBERANTAS, LAMPUNG- Sejumlah wartawan dari berbagai media diantaranya, Defriwansyah dari www.harianberantas.co.id dan Elva Iswandi wartawan media hariankriminal mendadak diamuk oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masarakat dan Desa  (BPMD ) Kabupaten Lampung Utara bernama Wahab saat dikonfirmasi terkait dugaan korupsi Dana Desa Kemala Raja, Kecatan Tanjung Raja, Provinsi Lampung, Jum,at (01/03/2019) pukul 11.00 wib.

Didugaan Kepala BPMD, Wahab, terusik ketika mulai tercium oleh wartawan sejumlah skandal korupsi Dana Desa se Kabupaten Lampung Utara dibawah kepemimpinannya itu, sehingga dirinya tidak terima jika korupsi itu terkuak ke publik.

Sangat aneh saat wahab di konfirmasi di ruang kerjanya, bukan menjawab pertanyaan yang disodorkan wartawan, melainkan dirinya berlagak premanismenya.

Perilaku pejabat pulik satu ini tidak patut ditiru. Seharusnya “Wahab” sebagai pelayan dan pembantu masyarakat menunjukan sikap yang sopan bukan seperti orang yang tidak berpendidikan.

Wartawan yang diamuk Kepala DPMD “Wahab” saat mengisahkan kejadian yang memilukan itu saat jumpa pers, Sabtu, (02/03) mengatakan, kedatangan kami untuk konfirmasi tindaklanjut berita dugaan korupsi dana desa yang diduga dilakukan Kades Kemala Raja, “Ahmad Riduan” yang sempat Viral akhir-akhir ini.

“Kedatangan kami untuk konfirmasi dan sebagai mitra kerja pemerintah untuk mendukung pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. Namun, Wahab kayaknya tidak terima seakan takut terbongkar permainan mereka selama ini” Kata  Defry.

Menanggapi perilaku Kepala BPMD “Wahab” itu, mendapat kencaman keras dari berbagai pihak diantaranya berdatangan dari Wakil Ketua DPW LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) Provinsi Lampung, Sukaisi.

Sukaisi meminta bupati lampung utara untuk mengefaluasi kembali kinerja Kepala BPMD “Wahab” yang tidak melayani masyarakat sebagaimana amanat undang-undang. Katanya

Sukaisi juga menyarankan mengecek kejiwaan Kepala BPMD “Wahab” itu ke Rumah Sakit agar diketahui apakah layak atau tidak dijadikan sebagai pelayan.

Unutuk kedepan tambahnya Sukaisi, Bpati Lampung Utara agar lebih jeli lagi untuk memilih pejabat publik yang layak melayani masyarakat dengan professional dan proposional, bukan orang yang alergi dengan wartawan sebagai mitra kerja pemerintah. Jelas Sukaisi.

Perlu diketahui, sebelumnya sejumlah media nasional membeitakat sejulah dugaan korupsi dana desa Kumala Raja. Dimana sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama mendesak penegak hukum untuk segera menyelidiki keterlibatan Kades Kuma Raja terkait skandal korupsi ADD tahun 2018 senilai ratusan juta rupiahn.

Pasalnya, dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) tahun 2018 senilai ratusan juta rupiah yang diduga melibatkan Kepala Desa Kemalaraja bernama Ahmad Riduan. Hingga kini berita itu sudah beredar ke khalayak publik, namun penegak hukum seakan tidak berkutik, Kata Ketua BPD Desa Kemalaraja yang juga Tokoh Agama dan Masyarakat, Tabur Ganti.

Menurut Tabur Ganti, "Masalah dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018 di Desa Kemalaraja itu, sampai saat ini belum ada tindakan yang tegas dari para penegak hukum  Kapolres dan Kejaksaan Negeri Lampung Utara sehingga Kades Kemalaraja "Ahmad Riduan" seakan  Kebal hukum. Kesalnya.Tabur Ganti meminta pihak penegak hukum segera usut tuntas dugaan korupsi ADD itu yang kami duga berbaur korupsi.

"Penegak hukum harus tangkap Ahmad Riduan, karena kami anggap dialah yang paling bertanggung jawab dalam masalah ini sebagai kepala desa" Pintanya.

Tabur Ganti menegaskan, jika tidak ada tindakan dari pihak penegak hukum maka kami dari masyarakat dan tokoh agama secara bersama-sama datangi Kapolda dan Kejati Lampung. Tegasnya.

Sementara, Kepala Desa Tanjung Raja, Ahmad Riduan, berulang kali dihubungi melalui telpon seslurnya tidak aktif, begitu juga ketikan wartawan media ini mendatangi di kantornya dan rumah pribadinya, selalu tidak berada di tempat. Hingga berita ini diturunkan, Kades satu ini susah dimintai keterangan persnya. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas