Headlines News :
Home » , » Bonar Sitinjak Minta Hakim Tunggal Memberikan Putusan Yang Adil

Bonar Sitinjak Minta Hakim Tunggal Memberikan Putusan Yang Adil

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, March 17, 2019 | 9:18:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Bonar Sitinjak, warga Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, selaku pemohon Praperadilan terhadap Polres Inhu sebagai termohon atas diterbitkannya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SPPP) atau yang lazim disebut SP3 oleh termohon (Polres Inhu,red), meminta kepada Majelis Hakim Tunggal yang dipimpin oleh Omori. R. Sitorus, SH.MH, agar nantinya membuat putusan yang seadil adilnya tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.

Bonar Sitinjak selaku pemohon berharap keadilan atas kebenara dari hati nurani majelis hakim.

"Kita harapkan keadilan yang seadil adilnya" Bonar kepada media Harianberantas, Jumat (15/3) siang, saat break sidang Prapid di kantin Pengadilan Negeri (PN) Rengat.

Bonar mengatakan, sidang Praperadilan sudah berlangsung. Semua bukti-bukti surat yang kami miliki dan sudah dilegalisir oleh pihak kantor pos, baik yang asli maupun photo copy sudah kami serahkan kepada Majelis Hakim Tunggal.

Bahkan, semua saksi-saksi yang kami hadirkan sudah memberikan keterangan secara terang benderang dalam persidangan ini,  termasuk saksi ahli yaitu, saksi ahli hukum pidana dan saksi ahli administrasi negara,  yang kami hadirkan dari Pekanbaru. 

"Saksi ahli sudah memberikan pendapat sesuai ilmu keahliannya masing-masing dihadapan majelis dalam persidangan, "paparnya.

Jadi, "lanjut Bonar, kami sebagai pemohon mencari keadilan yang seadil adilnya kepada peradilan yang ada di Indragiri Hulu ini. Meminta kepada Majelis Hakim Tunggal agar betul-betul menjalankan sumpahnya sebagai pemutus perkara yang mengedepankan kebenaran kepada pencari keadilan, "pinta pensiunan TNI Kodim 0302 Rengat itu.

Bonar mengatakan lagi, keterangan saksi-saksi dari termohon sendiri, seperti Lambau yang disebut-sebut sebagai penjual lahan kepada Elice Simangunsong pada tahun 2005, mengakui bahwa Lambau sendiri menandatangani surat pernyataan garapan yang disodorkan Elice Simangunsong terjadi pada tahun 2012 lalu.

Lambau juga mengakui, bahwa Elice Simangunsong bersama Pardede mendatangi dirinya di Desa Talang Jerinjing. Anehnya, pengakuan dari Lambau sendiri pada persidangan mengatakan bahwa Elice Simangunsong membujuk rayu Lambau dengan ucapan, tandatangani aja pak Lambau. Tidak ada masalah kok. Kalau ada masalah dikemudian hari, itu urusan kami, "kata Bonar meniru ucapan Lambau pada saat sidang.

Kalau disandingkan dengan keterangan ahli hukum pidana, DR. Erdianto, apa yang dilakukan Elice Simangunsong itu sudah termasuk kategori pemalsuan surat intelektual yang mengakibatkan kerugian materil terhadap orang lain. Berarti ada perbuatan pidana di sana, "sebutnya lagi.

Sementara Penser yang juga sebagai saksi dari termohon. Saat ditanya termohon, apakah saudara saksi tahun 2005 sebagai Kadus ? Ya betul pak. Tahun 2005, saya masih Kadus. Tapi saya tidak tahu dimana lokasi lahan Lambau itu. Karena saya tidak tidak kelokasi, "sebut Penser menjawab pertanyaan termohon.

Pada keterangan selanjutnya, Penser juga mengakui bahwa dirinya menandatangani surat yang disodorkan Elice Simangunsong itu pada tahun 2012 di Desa Talang Jerinjing. Saya baru tahu bahwa Lambau memiliki lahan yang dijual ke Elice Simangunsong setelah Elice Simangunsong meminta tanda tangan saya, "kata Penser dalam persidangan, Jumat (15/3) di ruang sidang Cakra PN Rengat.

Terpisah, Omori. R. Sitorus, SH.MHselaku Hakim Tunggal yang memimpin sidang Praperadilan nomor : 1/PID/PRA , 2019/PN RGT tanggal 4 Maret 2019 antara Bonar Sitinjak sebagai pemohon dengan Kapolres Inhu cq Kasat Reskrim Inhu mengatakan bahwa dirinya akan memberi putusan yang seadil adilnya kepada kedua belah pihak tanpa ada intervensi dari pihak mana pun. Dan akan menjunjung tinggi kebenaran sesuai sumpah yang sudah saya terima sebagai Hakim, "sebutnya menjawab awak media Harianberantas menanggapi pernyataan Bonar Sitinjak.

Omori mengatakan, dunia peradilan baik perdata maupun pidana, pencari keadilan pasti akan mengatakan hal yang sama seperti Bonar Sitinjak. Itu sudah pasti pak wartawan. Dan itu hal yang wajar.

Saya sudah melihat bukti surat baik dari pemohon maupun dari termohon, serta keterangan saksi-saksi kedua belah pihak. Tapi, pada intinya saya akan membuat putusan praperadilan yang seadil adilnya. Seperti yang diharapkan Bonar Sitinjak, "ucapnya.

Diketahui, Kepala Desa (Kades) Talang Jerinjing, Edi Priyanto ST membuat surat keterangan nomor : 14/SK/TU/X/2018 ditandatangani tanggal 24 Oktober 2018 lalu yang menyatakan bahwa kami di Desa Talang Jerinjing tidak pernah ada nama Dusun Lingkungan.

Dan Surat Keputusan nomor : 001/SK/TU/II/2015 yang menerangkan bahwa Umar Usman jabatan Ketua RT 03, alamat jalan lintas timur KM 9 Desa Talang Jerinjing, M. Dasi jabatan Ketua RW 02 alamat jalan lintas timur KM 8 Desa Talang Jerinjing, Khaidir jabatan Kadus 1 alamat jalan lintas timur KM 8 dan Sudarson jabatan Kaur Pemerintahan alamat jalan Sosial Desa Talang Jerinjing.

Yang menerangkan bahwa, nama-nama tersebut benar sebagai warga Desa Talang Jerinjing dan benar pernah menjadi perangkat Desa Talang Jerinjing periode 2001-2006. Pada tahun 2011, yang dahulu namanya RT 03 RW 02 Dusun 1, sekarang telah berubah menjadi RT 02 RW 01 Dusun V hingga pada saat sekarang. Ditanda tangani tanggal 05 Pebruari 2015 oleh Edi Priyanto ST. (Lamhot Manurung).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas