Headlines News :
Home » » Dana Proyek Peningkatan Jalan Desa Talang Gedabu Rp200 Juta, Dugaan di Korupsi

Dana Proyek Peningkatan Jalan Desa Talang Gedabu Rp200 Juta, Dugaan di Korupsi

Written By Harian Berantas on Thursday, March 14, 2019 | 12:00:00 PM

HARIANBRANTAS, RENGAT- Pekerjaan proyek Perkerasan Jalan sepanjang 1.500 meter di Desa Gedabu Kecamatan Rakit Kulim Inhu yang bersumber dari dana APBN senilai Rp. 201.050.000,00 tahun anggaran 2018 didguga sarat kepentingan kantong pribadi, kelompok (Korporasi). Dimana hasil pengerjaan proyek itu diduga asal jadi.

Pasalnya, proyek peningkatan jalan sepanjang 1,5 Km (kilo meter) hanya menelan waktu selama 3 s/d hari kerja (HK). Dari hasil pantauan tim awak media bersama tokoh masyarakat dan aktivis anti korupsi dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) tingkat pusat saat turun ke lapangan, terlihat hasil pengerjaan proyek itu sangat bervariasi, diantaranya ketebalan mulai 8 cm dan ketebalan ada 3 meter.

Parahnya lagi, proyek peningkatan ini menelan anggaran sebesar Rp. 201.050.000,00 lebih, sementara hasilnya sangat disayangkan. Kata Zosa WS, SH, aktivis dari LSM KPK kepada awak media dilapangan.

Menurut Aktivis anti korupsi itu dana anggaran proyek pengerasan/peningkatan jalan ini tidak masuk akal menelan dan sebesar Rp. 201.050.000,00. Menurut hemat saya (Niatman Waruwu,red), Proyek ini hanya menelan anggaran paling besar Rp. 100 Juta. Tambahnya.

Kita mintak pihak terkait segera mengusut tuntas permainan oknum yang diduga menyalahi uang rakyat ini. Hal ini tidak boleh dibiarkan. “Ya, penegak hukum khususnya harus mengusut tuntas proyek ini” Pintanya.

Pernyataan aktivis itu diaminkan oleh warga setempat berinisial L yang turut serta ikut meninjau lokasi proyek tersebut.

Menurut masyarakat ini mengaku ada dilokasi pada saat proyek itu dilaksanakan, mengatakan "betul pengerasan / peningkatan jalan ini hanya memakan waktu selama 3 hari kerja, itupun juga tidak stabil. Masalahnya ada dibeberapa titik tidak sesuai ketebalan dan begitu juga dengan lebar jalan ini.

“Coba bapak-bapak ukur itu pasti ada ketebalannya dibawah 8 cm dan lebarnya 3 meter. Makanya saya heran kalau anggarannya sampai Rp. 200 juta lebih,itu menghamburkan uang Negara. Padahal, proyek itu seharusnya cukup Rp. 100.000.000 saja sudah bagus dan sempurna. Mohonlah persoalan ini pihak penegak hukum tinjau dan sidak kelapangan” Pintanya.

Sedangkan pemilik quary ketika dikonfirmasi awak media mengatakan "pihak desa pesan bahan material sebanyak 230 trip x Rp. 45.000 per-trip., dengan demikian jumlah anggaran untuk bahan material sebesar Rp.10.350.000.diluar  Exavator selama 3 hari kerja. Itulah keterangan yang dapat kami berikan. Ujarnya.

Sementara kepala Desa Talang Gedabu ketika dikonfirmasi  awak media via selulernya no.08226812xxxx mengatakan, pekerjaan itu memakan waktu selama satu minggu, dan anggaran tersebut senilai 200 lebih yang bersumber dari APBN.

Ketika disinggung adanya keterlibatan oknum polri, Herman mengatakan, memang kami melibatkan Babinsa berinama Ipno, dan kami kasih uang rokoknya/minuman saja. Katanya sembaring memberikan nomor Handpone oknum Babinsa tersebut, Kamis, 14/3/2019.

Sementara, pada saat awak media bersama masyarakat dan aktivis anti korupsi turun kelapangan, secara tiba-tiba ada oknum yang mengaku dari polri mengancam awak media jika diungkap kasus proyek tersebut. 

“Awas ya kalau berani ungkap ke media masalah proyek itu, anda akan berurusan dengan saya” Kata OTK dari via handpone.

Hingga berita ini diturunkan, identitas peneror itu belum diketahui awak media. Dimohon kepada penegak hukum untuk segera bertindak atas dugaan korupsi dana proyek peningkatan jalan di desa Talang Gedabu itu. Semoga... (Pinten Sitorus)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas