Headlines News :
Home » » Wakil Bupati Aceh Timur Tuding Kuli Tinta Sebagi Akar Kericuhan

Wakil Bupati Aceh Timur Tuding Kuli Tinta Sebagi Akar Kericuhan

Written By Harian Berantas on Sunday, February 3, 2019 | 8:04:00 PM

HARIANBERANTAS, ACEH TIMUR- Tidak diketahui apa maksud pernyataan Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan acara rapat kooordinasi pemukhtahiran data pemilih antara KIP, PPK, dan PPS se-Kabupaten Aceh Timur yang berlangsung di Sport Center (ISC), Kamis, (31/01/2019) pekan lalu.
Foto: Syahrul (Wabup Aceh Timur)

Orang nomor 2 (dua) di Kabupaten Aceh Timur itu  menyatakan, “Pihak pemberita (Wartawan) harus mengawasi PPK dalam menjaga kode etik, yang telah menerima ketetapan untuk menegakkan demokrasi.

Jangan ada wartawan -wartawan peng-limong ploh ribe, sireutoh ribe, (Wartawan yang bernilai Rp 50- 100 ribu rupiah) menuntut penyelenggara pemilu ataupun Caleg- Caleg dengan mencari-cari masalah. Di KIP atau  di Panwaslih, ataupun dengan caleg, khususnya untuk mencari-cari masalah  yang tidak masalah”, sebutnya dihadapan seluruh para Pejabat Forum Forkopimda, Panwaslih, KIP, PPK dan PPS se-Kabupaten Aceh Timur.

Ia menyebutkan bahwa, kericuhan ataupun ketertiban terganggu akibat ulah para sikuli tinta yang tangannya gatal dalam menulis.

“Dalam Agama juga menerapkan dan menegaskan, jika membuka aib sesama Islam maka itu dosa.

Biasanya yang membuat situasi ricuh, kisruh dan mengganggu ketertiban akibat tangan gatal para penulis atau kuli tinta atau para wartawan-wartawan playbay tanpa surat kabar, Itu hati-hati, ucap Syahrul.

Akibat pernyataannya tersebut, menuai kritik dari berbagai pihak, terutama Wartawan media siber (online), karena mereka tidak memiliki surat kabar.

"Saya gagal faham terkait pernyataan oknum Wakil Bupati satu itu, apakah pernyataan itu ditunjukan untuk seluruh wartawan online, atau ada oknum-oknum tertentu yang sengaja mencari-cari kesalahan orang dengan mengatas namakan wartawan? Sehingga Syahrul mengatakan hal itu di hadapan publik," kecam Yunan Nasution perwakilan Aceh di salah satu media Online.

"Jika Wabub pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan, sambungnya, lebih baik disebut langsung siapa orangnya, atau langsung saja dilaporkan ke pihak berwajib karena menyalahgunakan wewenang. 

Jangan lempar bola panas kesemua Wartawan yang akhirnya menciderai hati para insan Pers.

Subtansi dari pernyataan Wakil Bupati itu akan dikaji lebih dalam bersama tim Advokasi media kita untuk di laporkan ke lembaga hukum terkait, agar tidak ada lagi pembredelan terhadap kebebasan Pers.

Namun sahabat- sahabat Pers juga tetap harus menjaga eksistensi dan independen terhadap sebuah karya jurnalis." tutupnya. 

Menyikapi hal ini, Wabup Aceh Timur saat dihubungi sejumlah awak media lewat  via hendhpon miliknya, tak diangkat.

Diminta kepada presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo dan mendagri Tjahjo Kumolo segera evaluasi perilaku bawahannya (Syahrul, red) yang sembarangan asal bunyi tersebut..   (Relles-Tim).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas