Headlines News :
Home » , » Saatnya Pembudidaya Ikan Air Tawar Jabar Bangkit

Saatnya Pembudidaya Ikan Air Tawar Jabar Bangkit

Written By Harian Berantas on Wednesday, February 20, 2019 | 7:55:00 AM

HARIANBERANTAS, BANDUNG- Saat ini sektor perikanan air tawar di Jawa Barat memiliki peluang besar dan berpotensi dapat memberikan kontribusi ekonomi yang jauh lebih baik. Begitu disampaikan  Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi di Sela-sela Kegiatan Hearing Dialog Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat bersama kelompok tani dan pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Ciamis dan sekitarnya, Jumat (15/2/2019).

Menurutnya  pertemuan tersebut akan  memberikan sugesti kepada mereka bahwa usaha dan upaya mereka kedepan akan jauh lebih baik.

‘’Ada peluang besar bagi mereka, untuk meningkatkan ekonomi mereka atau penghasilan mereka di sektor budidaya ikan ini." Katanya.

Selain itu Didi berependapat,  Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah berupaya membangkitkan sektor ekonomi di desa melalui program One Village One Company. Dari program tersebut didi berharap akan jadi momentum kebangkitan bagi para pelaku pembudidaya ikan air tawar di Jawa Barat.

"Saya kira nanti perusahaan-perusahaan yang akan dibentuk oleh Pemprov Jabar dengan bimbingan berbagai pihak termasuk permodalan dari BJB, CSR, dan dari bantuan bimbingan managemen dari perguruan tinggi. Kelompok-kelompok masyarakat pembudi daya ikan air tawar yang mudah-mudahan akan bangkit menjadi perusahaan yang lahir dari desa" kata Didi.

Lebih lanjut Didi pun memotivasi, para pelaku pembudidaya ikan di Jawa Barat agar dapat bersaing meningkatkan hasil budidayanya.

"Mereka kita dorong untuk supaya lebih semangat dalam memproduksi hasil budi dayanya tersebut. Harapannya setelah pertemuan ini mereka termotivasi, semakin tergerak untuk lebih tekun membudidayakan ikan air tawar,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia pun mengapresiasi, inisiasi para kelompok-kelompok pembudidaya ikan air tawar yang saling bahu-membahu mendukung satu sama lain memperjuangkan kesejahteraannya.

"Mereka berkumpul dalam satu organisasi itu kita apresiasi tadi ada Koplema. Mudah-mudahan Koplema ini menjadi wadah bagi mereka untuk bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Pilahsar) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat Budiman, mengapresiasi atas digagasnya hearing dialog bersama pembudidaya ikan air tawar oleh Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat.

"Ini adalah forum yang sangat baik, penuh energi tadi banyak masukan dari para pelaku dan narasumber,” ucapnya.

Budiman menambahkan, walaupun sesuai aturan terdapat keterbatasan dari segi pengelolaan namun hal tersebut tidak menjadi pengahalang bagi pihaknya untuk melakukan pengelolaan khususnya pada perawatan induk di setiap unit di daerah.

"Memang untuk budidaya ikan air tawar ini sesuai dengan undang undang ada keterbatasan dari kita untuk pengelolaannya. Tapi untuk perbaikan induk kita masih melakukan itu seperti untuk ikan patin, nila, ikan mas, gurame, dan lele kita masih bisa lakukan,” ujarnya.

Menurut Budiman, hal yang perlu menjadi perhatian guna mendorong sektor perekonomian para pembudidaya ikan air tawar di Jawa Barat adalah dengan memperbanyak jumlah induk yang berkualitas.

Dengan memperbanyak jumlah induk yang dihasilkan oleh unit-unit yang ditugaskan, hal tersebut dapat menghasilkan bibit-bibit yang berkualitas dalam aspek perbaikan genetik.

Budiman menyatakan saat ini pihaknya tengah fokus untuk menghasilkan bibit-bibit ikan yang berkualitas. Melalui program tersebut Budiman menyebut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat menargetkan dapat menghasilkan 30% peningkatan generasi induk unggul.

"Targetnya tiga puluh persen lebih baik daripada generasi yang sebelumnya, artinya masyarakat pengguna induk unggul ini dia akan lebih cepat,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan program tersebut dapat menghasilkan ikan 500 gram yang biasanya dibutuhkan waktu 6 bulan dengan bibit tersebut waktu yang dibutuhkan dapat lebih cepat menjadi 4 bulan.

"Keuntungannya lebih cepat, biaya produksi lebih murah, dan waktu lebih cepat,” katanya.

Lebih lanjut Ia berharap, adanya sinergitas yang dibangun antara dinas perikanan dan kelautan provinsi dan kabupaten/kota untuk menjaga kualitas induk-induk yang dihasilkan sampai ditingkat masyarakat.

"Kita harus bersinergi dengan kabupaten kota bagaimana supaya induk-induk yang dihasilkan oleh provinsi ini kualitasnya dapat terjaga sampai ditingkat masyarakat,” pungkasnya.rp***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas