Headlines News :
Home » » Oknum Kepala Sekolah Terduga Pelaku Pungli Masih Berkeliaran, Ada Apa?

Oknum Kepala Sekolah Terduga Pelaku Pungli Masih Berkeliaran, Ada Apa?

Written By Harian Berantas on Thursday, February 28, 2019 | 1:32:00 PM

HARIANBERANTAS, BANDUNG- Oknum Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Bandung dan dua orang staf tata usaha berhasil di amankan Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Jawa Barat (Jabar), Senin (18/2/2019).

Ketiganya diamankan karena diduga kuat sebagai pelaku kejahatan pungutan liar dengan modus meminta sumbangan kepada orang tua/wali murid dalam bentuk material dan lainnya untuk pembuatan taman sekolah.

Ketua satgas saber pungli jabar AKBP Basman menerangkan, aksi penindakan terhadap oknum pelaku pungli tersebut pihaknya menemukan barang bukti berupa  uang sebesar Rp500.000, dengan modus sumbangan dari orang tua/wali murid yang rencananya diperuntukan dalam pembelian material bahan bangunan.

Tim saber pungli jabar tidak langsung menindak tegas secara hukum oknum kepala sekolah dan kedua staf TU sekolah tersebut. Pihaknya menyerahkan barang bukti dan pelakunya kepada Saber Pungli Kota Bandung, disaksikan juga Inspektorat dan Dinas Pendidikan untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, kepala Inspektorat kota Bandung Fajar Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan peristiwa penangkapan ketiga oknum PNS diwilayahnya. 

Fajar Kurniawan menjelaskan, saat ini berkasnya ada di Pokja Yustisi, salah satunya dari instansi Kejaksaan Negeri. Kami masih menunggu hasil pemeriksaannya. Apakah nanti dilimpahkan kepada pokja penindakan untuk ditindak  secara hukum atau diserahkan kembali kepada Inspektorat sebagai APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah)," Katanya melalui panggilan WhatsApp Pribadinya (27/02/2019).

Secara alur tambahnya,  Saber Pungli memeriksa kemudian Pokja Yustisi menetapkan untuk dilakulan  penindakan secara hukum  atau diselesaikan di  APIP.

"Kalau ke APIP, kami akan melaksanakan pemeriksaan khusus berdasarkan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai. Apakah terbukti atau tidak, dan padasaat ini sudah dibentuk tim adhoc yang terdiri dari BKPP (Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan), Disdik, dan Inspektorat,"

Kalau terbukti salah akan ada rekomendasi untuk pemberian sanksi dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. Sanksi terberat adalah pemberhentian dengan tidak hormat. Ada juga penurunan pangkat, pelepasan jabatan, dan lain sebagainya,

Dalam menyidakkannya nanti akan diputuskan oleh tim adhoc, "untuk unsur pidana yang terkandung didalamnya bukan di ranah kami melainkan penegak hukum. Kami hanya sebagai APIP yang menindak pada pelanggaran indisplin kepegawain secara administratif" Tutupnya. (HJ)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas