Headlines News :
Home » » Mantap..! Aksi Pengabdian Mahasiswa UNRI Ke Desa Pangkalan Jambi-Bengkalis

Mantap..! Aksi Pengabdian Mahasiswa UNRI Ke Desa Pangkalan Jambi-Bengkalis

Written By HARIANBERANTAS on Sunday, February 17, 2019 | 12:22:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Mahasiswa dari kampus UNRI bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau melalui Kabinet Harmoni Perubahan (KHP) dan Belukap Mangrove Club (BMC) telah sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian di Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis pada 14 s.d. 17 Februari 2019.

Kegiatan ini merupakan program kerja kolaborasi dari dua kementerian yaitu Kementerian Lingkungan Hidup (Kemenlindup) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) BEM UNRI yang berthema: "Sekolah Restorasi Harmoni". 

"Kegiatan tahunan organisasi kampus dari BEM UNRI yang dilaksanakan selama 4 hari dan memilih rumah milik warga sebagai tempat kediaman sementara para relawan.

Selama kegiatan pengabdian itu dilaksanakan berbagai agenda telah kami laksanakan dengan usaha semaksimal mungkin, itu semua demi membantu anak-anak hingga pemuda setempat dalam membangun ekonomi dimasa yang akan datang", ujar Aulia Putra selaku Menteri Kemenlindup BEM UNRI KHP.

Hal yang sama juga diaminkan Dzulfaqar sebagai pejabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan BEM UNRI mengatakan, rombongan BEM memilih Desa Pangkalan Jambi di Bukit Batu sebagai pusat kegiatan pengabdian rutin setiap tahun Mahasiswa  dikarenakan posisi desa ini  sangat strategis dan memiliki wiliayah pesisir untuk ditanami mangrove yang dilatarbelakangi abrasi pantai.

Selain itu lanjutnya, desa ini juga sangat minim pengetahuan betapa pentingnya mangrove di daerah pesisir serta dampak manfaatnya. 

"Ini disebabkan inimnya kegiatan literasi yang didasari pengetahuan/ pendidikan di desa ini, dan kurangnya motivasi peserta didik di tingkat sekolah menengah atas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Itulah yang kami dari mahasisiwa menjadikan desa ini sebagai pusat kegiatan berbasis lingkungan dan pendidikan" kata Dzulfaqar. 

Lebih jauh Dzulfaqar menjelaskan, Desa Pangkalan Jambi merupakan desa mayoritas mata pencaharian warga adalah petani dan nelayan.

 Sementara itu, masalah utama dari desa ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan mangrove sehingga banyak mangrove yang ditebang secara besar-besaran. Tambahnya

Sementara kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud sosialisasi, permainan edukasi, serta temu ramah dengan warga. 

Pada hari kedua pelaksanaan, peserta pengabdian bersama relawan lainnya melakukan gerakan 'Satu Orang Satu Mangrove' di tepian laut Desa Pangkalan Jambi.

"Kurang lebih 100 bibit ditanam dengan harapan dapat menjadi tanaman mangrove yang unggul dan bisa bermanfaat dimasa yang akan datang bagi warga Desa.

Selanjutnya, BMC merupakan salah satu komunitas peduli ekosistem laut, khususnya ekosistem mangrove pun turut mengambil peran dalam agenda unggulan ini.

"BMC merupakan organisasi yang bergerak di bidang edukasi, konservasi, rehabilitasi, riset, dan mengkampanyekan manfaatnya".

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat terutama siswa-siswi dalam menjaga lingkungan, khususnya lingkungan mangrove dan sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan. 

"Harapannya masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya kedepan", ujar Zientika yang merupakan salah satu relawan BMC.

Pada hari yang sama, dilakukan sosialisasi di beberapa titik lembaga pendidikan seperti di SD Negeri 09 Bukit Batu dan SMK Negeri 01 Bukit Batu. Bersama dengan hal itu pula dilakukan penyerahan secara resmi donasi buku pada pihak SD Negeri 09 yang telah dikumpulkan terlebih dahulu di Pekanbaru.

Para siswa SMK diberikan motivasi untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang meninggi. Sehingga dapat melahirkan mahasiswa yang berprestasi seperti Firman Edi, sebagai pemater BEM UNRI 2018 ini.

Selain itu juga, rombongan adakan sosialisasi kepada Ibu-ibu yang tergabung dalam PKK mengenai pentingnya pendidikan usia dini.

Antusiasme warga terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan saat diskusi berlangsung. 

Ahad (17/02) menjadi hari terakhir relawan di Desa Pangkalan Jambi-Bengkalis. Agenda diakhiri dengan perlombaan didikan subuh di Masjid Raya Pangkalan Jambi.

Selanjutnya, pada siangnya para relawan bertolak ke Pekanbaru untuk kembali beraktivitas seperti biasanya.

Sumber: Fahmi/Mhs. UNRI

Penanggungjawab : Redaksi
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas