Headlines News :
Home » » Hari Peduli Sampah Nasional diprakarsai Oleh Kapolres dan DLH Inhu

Hari Peduli Sampah Nasional diprakarsai Oleh Kapolres dan DLH Inhu

Written By HARIANBERANTAS on Friday, February 22, 2019 | 7:26:00 AM

HARIANBRANTAS, RENGAT- Hari peduli sampah nasional yang dilakukan di Inhu 21/2/19 , diprakarsai oleh Kapolres Inhu dan Dinas lingkungan hidup juga dinas Pupr serta Kecamatan Rengat Barat.

Dimana dalam hal ini kegiatan dan appel pagi dilaksanakan di Tpa ( tempat pembuangan akhir ) di jalan ptsi rengat barat.

Dari dinas Kepolisian inhu ada sekitar 100 orang, dinas lingkungan hidup,kecamatan serta dinas Pupr semuanya kurang lebih 250 orang melakukan pembersihan dari tpa ( tempat pembuangan akhir ) sampah sampai ke lokasi depan Stadion Batu Canai.

Ir. Slamat MM Kadis Lingkungan hidup ketika dikompirmasi awak media dilokasi mengatakan "Pasilitas penanganan sampah harus ditambah, seperti exavator,buldoser,mobil angkut sampah dan tenaga personil. Karena personil yang ada hanya 200 orang di Inhu saat ini.

Prioritas saat ini' seberida, pasir penyu, lirik, rengat dan rengat barat. Setiap kecamatan perlu 5 orang untuk personil. Perda Retribusi sampah perlu direpisi ke DPR di perubahan, untuk dibuatkan sangsi buang sampah yang tidak pada tempatnya oleh masyarakat kata slamat (red).  Minimal sangsinya ada efek jera, saat ini satpol pp tidak bisa ambil tindakan karena tidak adanya perda. Karena satpol itu bertindak jika ada regulasinya. Kalau buang sampah  sembarangan dilakukan tindakan ditempat.  Denda minimal Rp. 1 juta dan kurungan 3 bulan.

Kalau mau bayar sangsi denda dia tidak kena hukuman. Jika tidak mau mematuhi aturan di ajukan kepengadilan. Padahal dari dinas lingkungan hidup sudah ada pengumuman yang tulisannya' dilarang buang sampah disini kecuali binatang,itupun tidakpeduli.

Dalam hal ini personil harus ditambah untuk tenaga muat sampah, karena tenaga yang ada tidak cukup. Untuk tps (tempat pembuangan sampah) saat ini perlu juga ditambah yang permanen. Dalam satu titik pasar perlu 2 tempat sampah. Untuk hal sampah yang menumpuk di tpa saat ini belum ada pihak pengusaha menawarkan dikelola, masalahnya sampah kita belum cukup untuk dikelola, memang negara kita pemasok sampah nomor 2 terbesar di dunia saat ini ujarnya.

Kapolres  Inhu Dasmin Ginting SiK AKBP mengatakan " mengharapkan masyarakat Inhu peduli dengan sampahdan terapkan 3 R (reikel, redius,relius) karena sampah ini menjadi perhatian dunia bahkan indonesia dapat predikat nomor 2 di dunia penyumbang terbesar yang memprihatinkan.

Sampah ini bukan hal yang menjijikkan tapi kalau dikelola menjadi nilai ekonomi yang cukup tinggi. Makanya kita imbau ke pemda supaya aktif memberikan edukasi memberikanpendidikan kepada masyarakat bagaimana mengelolah sampah dengan baik hingga sampah ini dapat pemanfaatan kedepan.

Kepada masyarakat, marilah mengelolah sampah dengan baik, sampah kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Sampah anda adalah tanggung jawab anda sendiri.

Terkat perda no 18 tahun 2018 perlu direvisi, karena disana tidak ada sangsi berupa rupiah dan kurungan. Kalau bisa dibuat undang undang di perubahan agar ada efek jera kepada orang yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Sampah ini dampaknya sangat besar kepada kesehatan, lingkungan dan keindahan. Terlebih sampah plasti3k ratusan tahun baru bisa normal kembali ujarnya. (Pinten Sitorus).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas