Headlines News :
Home » » Diminta Penegak Hukum Tindak Oknum Penyalur Minyak Tanah Oplosan Tanpa Prosedural Di Inhu

Diminta Penegak Hukum Tindak Oknum Penyalur Minyak Tanah Oplosan Tanpa Prosedural Di Inhu

Written By Harian Berantas on Monday, February 4, 2019 | 5:33:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Minyak Tanah (Mitan) oplosan non prosedural yang berasal dari Provinsi Jambi beredar bebas diperjualbelikan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), khususnya di Kecamatan Pasir Penyu. Tidak tanggung-tanggung, ratusan bahkan ribuan liter Mitan oplosan non prosedural setiap minggunya masuk ke Inhu.

Celakanya, peredaran Mitan oplosan non prosedural tersebut tidak disertai dengan dokumen izin edar dari Pertamina serta tidak memiliki izin pangkalan dari dinas terkait padahal sudah berlangsung satu tahun lamanya. Maka dari itu, diminta penegak hukum bersama dinas terkait agar menindak para oknum pemain maifia mintan oplosan itu sesuai aturan yang berlaku.

Eman, warga Desa Serumpun Jaya, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, salah satu pemilik pangkalan Mitan oplosan non prosedural mengatakan bahwa dirinya sudah lama melakukan bisnis jual beli Mitan oplosan. Bahkan, dia juga mengakui bahwa kegiatan bisnis jual beli Mitan oplosan tersebut tidak memiliki izin edar maupun izin pangkalan dari dinas terkait.

Eman menjelaskan, Mitan oplosan non prosedural itu dibeli dari seseorang bernama Daeng warga Jambi. Sekali kirim dari Jambi ada 10 drum. Dalam satu bulanya itu tiga kali pengiriman. Saya beli 1 drumnya seharga Rp 1.100.000, diantar langsung pakai mobil L 300, "ucapnya kepada awak media ini, Sabtu (2/2) siang di halaman rumah kediamanya yang merupakan pangkalan mitan oplosan ini.

Agar terhindar dari penegak hukum, mobilisasi Mitan oplosan non prosedural tersebut sengaja dikirim dari Jambi sampai ke Inhu pada pukul 03.00 Wib (Subuh).

Saat ditanya dimana saja daerah pemasaran minyak oplosan ini? Kalau di Air Molek ini kan sudah jarang peminatnya. Yang banyak pembelinya di daerah Peranap. Warga Peranap itu masih banyak yang pakai kompor minyak tanah. Saya kan punya anggota 3 orang. Jadi, melalui anggota pakai honda menjualnya ke warga-warga Peranap, Jawabnya dengan enteng.

Upah anggota saya itu di ambil dari fee. Bisa dibilang tanpa modal. Harga ke mereka per liternya saya jual sebesar Rp 6500. Biasanya mereka jual ke warga itu antara harga Rp 8000 sampai harga Rp 10.000/liter. Yang jelas, selama saya berbisnis Mitan oplosan ini belum pernah ada masalah termasuk dari pemerintah setempat, "jelasnya.

Terpisah, Agusman, warga Kelurahan Sumber Sari, Kecamatan Pasir Penyu, Kab. Inhu, juga melakukan hal yang sama dengan Eman. Hanya saja Agusman menjemput langsung Mitan oplosan tersebut dari daerah Suban-Jambi pakai mobil pick-up miliknya.

“Ya, minyak tanah ini saya jemput sendiri dari Suban perbatasan wilayah Inhil dengan wilayah Jambi. Izin edar dan izin pangkalan tidak ada. Selama ini aman- aman saja kok, "sebutnya kepada awak media ini, Sabtu (2/2) siang di rumahnya. (Tim).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas