Headlines News :
Home » » Diminta Dugaan Penyalahgunaan Perizinan Peleburan dan Penggilingan Besi di PT. Riau Perkasa Steel, Segera Diusut

Diminta Dugaan Penyalahgunaan Perizinan Peleburan dan Penggilingan Besi di PT. Riau Perkasa Steel, Segera Diusut

Written By Harian Berantas on Friday, February 1, 2019 | 1:31:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pemerintah maupun lembaga hukum berwenang, diminta segera menyelidiki dugaan penyalahgunaan terkait perizinan peleburan dan penggilingan besi/baja di PT. Riau Perkasa Steel yang terletak di wilayah daerah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. 

Carut marut dugaan penyelewengan kegiatan peleburan dan penggilingan baja khususnya dalam hal perizinan, termasuk hak-hak karyawan/tenaga kerja yang terabaikan kurang lebih lima (tahun) selama ini dalam perusahaan milik PT. Riau Perkasa Steel, termasuk keistimewaan para pihak tenaga kerja/buru asing yang diduga hanya memiliki devisa pelancong, dinilai banyak menyimpang dari ketentuan perundang-undang hukum berlaku.

Dalam kaitan itu, upaya tim dari pemerintah pusat dan daerah, termasuk lembaga hukum berwenang diminta segera bertindak mengungkap berbagai dugaan persoalan yang terjadi, termasuk anggaran pajak terhadap industri baja yang diduga bertahun-tahun tak di setor sebagai penghasil negara. 

Demikian ditegaskan Ketua DPD Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Provinsi Riau, Emos, didampingi Sekretaris Umum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, B Naso saat jumpa Pers di Hotel Mutiara Merdeka, Jalan Yossudarso, Kamis (31/01/2019).

"Tugas yang dilakukan tim Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Imigrasi dan lembaga hukum yang membidangi tindak pidana korupsi soal pajak, melakukan penyelidikan dan mendeteksi masalah yang diduga selama ini merugikan masyarakat dan negara," kata Emos, (31/01).

Emos mengungkapkan, ada beberapa indikasi penyimpangan atau penyelewengan yang perlu diungkap dan diusut tuntas. Utamanya masalah penyalahgunaan status izin yang diterbitkan oleh instansi pemerintah Kabupaten Kampar, tanda daftar perusahaan perseroan terbatas (PT) yang diterbitkan badan pelayanan perizinan terpadu dan penanaman modal, dan masalah tenaga kerja/buruh asing yang diduga hanya memiliki devisa pelancong dalam negeri.

Kemudian, produksi baja tanpa status perizinan, manipulasi pembuatan merk “KS” pada industri baja (bahan jadi) yang diduga anggaran pajak bertahun-tahun tak di setor sebagai penghasil negara. Dan terakhir, berbagai hak-hak sebagian karyawan yang terabaikan, seperti Jamsotek/Askes, upah/gaji, BPJS, seterusnya. Terang Emos

Emos kepada Wartawan membenarkan, kini pihaknya bersama elemen Komonutas Pemberantas Korupsi tingkat DPP, tengah menyiapkan materi laporan yang akan dikirim minggu mendatang ke berbagai pihak berwenang, termasuk ke lembaga Presiden RI. 

"Sekarang, tim kami sebagai elemen, sedang mempersiapkan beberapa laporan resmi yang disampaikan ke beberapa instansi minggu depan, termasuk materi laporan yang ditunjjukan ke lembaga presidenan RI di Jakarta”, ujarnya.

Sementara, Kepala  Bidang (Kabid) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Dan Penanaman Modal, Kabupaten Kampar, Jhon saat dihubungi Wartawan membenarkan, jika perizinan yang diterbitkan oleh Pemda Kampar terhadap kegiatan perusahaan PT. Riau Perkasa Steel, hanya surat izin peleburan dan penggilingan baja atau besi. 

“Surat izin yang kami keluarkan kepada PT. Riau Perkasa Steel itu, hanya izin peleburan dan pengilingan bahan bekas atau besi. Kalau izin produksi baja termasuk pembuatan merk KS dan merk lainnya pada kegiatan mereka disana, tak ada. Namun demikian, kami meminta kepada rekan-rekan Wartawan atau LSM agar masalah dalam perusahaan PT. Riau Perkasa Steel itu, dilapor aja ke kami di Pemda Kampar melalui surat resmi maupun ke pihak berwenang lainnya untuk segera di proses” ujar Jhon.

Menyikapi hal ini, Febda yang disebut-sebut Jubir peruhaan PT. Riau Perkasa Steel saat dikonfirmasi melalui via hendphon maupun WhatssApp, tak ditanggapi. Demikian konfirmasi/wawacara tertulis yang disampaikan media pekan lalu, hingga berita ini terekspos, pihak perusahaan yang membidangi kegiatan baja/besi itu belum memberikan keterangan Pers. (HB)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas