Headlines News :
Home » » Diduga Iuran BPJS Digelapkan, PT SRK Dilaporkan Ke Polisi

Diduga Iuran BPJS Digelapkan, PT SRK Dilaporkan Ke Polisi

Written By HARIANBERANTAS on Thursday, February 28, 2019 | 1:58:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Mengetahui diduga haknya digelapkan, dua orang tenaga kerja PT Sinar Reksa Kencana ( PT. SRK) yakni : Sepmasnadianto (38), warga Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu dan Meri Narisman (31), warga Desa Pematang, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, menempuh jalur hukum melaporkan management PT. SRK, Kamis (14/1/2019) lalu ke Polres Inhu.
Meri Narisman (31) dan Sepmasnadianto (38) saat diwawancarai awak media, Rabu (27/2) di Pematangreba.
Sepmasnadianto dan Meri Narisman sebagai pelapor mengaku mewakili 309 tenaga kerja lainya membuat laporan polisi dikarenakan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jaminan Hari Tua (JHT) dan iuran BPJS Pensiun yang sudah mereka bayarkan setiap bulannya sebesar Rp 85000, justru tidak dibayarkan pihak management PT.SRK ke pihak BPJS.

"PT. SRK setiap bulannya lakukan pemotongan iuran BPJS kepada kami tapi nyatanya uang iuran itu tidak disetorkan ke BPJS,"kata pelapor kepada awak media didampingi Penasehat Hukumnya (PH), Dodi Fernando, SH.MH, Rabu (27/2) di Pematang Reba.

Kami sudah cek langsung bersama pegawai BPJS Ketenagakerjaan Rengat. Ada tiga bulan (Oktober, November dan Desember 2018) iuran BPJS kami yang tidak disetorkan PT.SRK ke BPJS mencapai Rp 326 juta, "sebut pelapor yang mengaku sudah di BAP oleh penyidik Reskrim Polres Inhu di Rengat.

Dodi Fernando, SH.MHdidampingi rekannya  Han Aulia Nasution, SH.MHselaku PH dari tenaga kerja mengatakan bahwa dalam BAP tersebut ada 18 pertanyaan yg diajukan penyidik ke Sepmasnadianto dan Meri Narisman.

Anehnya, dua hari setelah dilaporkan dugaan penggelapan iuran BPJS ke Polres Inhu, management PT. SRK justru membayarkan lunas. Namun demikian dugaan percobaan penggelapan iuran BPJS harus tetap dilanjutkan dan untuk proses hukum kita serahkan kepada penyidik Polisi, "ucap Dody Fernando. 

Dihubungi terpisah, Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIk melalui Kasat Reskrim, AKP Febriandy, SH. SIK mengatakan "Belum monitor,". Sedangkan Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran mengatakan "Sedang dalam proses lidik,".

Sementara Manager kebun PT SRK, Baharudin Gurning dan Askep, Agus Pujono belum memberikan klarifikasi. Sebab konfirmasi lewat telpon dan SMS tidak kunjung direspon hingga berita ini diturunkan. (Lamhot Manurung).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas