Headlines News :
Home » » Sekelompok Bandit Kuras Aset PT. Rickry, Diduga Polresta Pekanbaru Tutup Mata?

Sekelompok Bandit Kuras Aset PT. Rickry, Diduga Polresta Pekanbaru Tutup Mata?

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, January 15, 2019 | 5:56:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Barang-barang berharga dari dalam pabrik getah PT. Rickry yang terletak di Jl. Siak, Sri Meranti, Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau dijarah oleh sekelompok orang pada malam hari.

Pantauan awak media di tempat kejadian perkara (TKP), terlihat puluhan sekelompok pemuda mengeluarkan barang barang milik perusahaan PT. Rickry berupa besi dan barang berharga lainnya dari dalam pabrik dengan cara menjebol / merusak pagar seng tembus jalan Nelayan. Aksi pencurian ini, awak media langsung menghubungi Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol. Susanto dan humas polresta pekanbaru, Polius, melalui  seluler, namun sampai saat ini tidak ada tindakan yang tegas dan seakan dibiarkan.

Parahnya, hasil curian para sekelompok gerombolan  dari dalam pablik getah ternama di kota pekanbaru itu diangkut pada esok paginya.

Humas Polresta Pekanbaru, Polius saat menjawab pengaduan awak media melalui pesan WhatsAppnya mengatakan, pihaknya telah menyampaikan ke unit intel. dan Pihak intel segera memanggil pihak RT setempat. Kita akan cari siapa saja pemain dibalik kriminal tersebut.

Berikut pesan pengaduan awak media ke Polresta Pekanbaru:

"Assalamualaikum komandan,  izin kembali melaporkan  dugaan aksi pencurian di malam hari aset Pabrik PT. RICKY di jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru".

"Kebetulan saya pulang ke rumah, melihat adanya  aktivitas dugaan pencurian di malam hari terhadap aset milik pabrik PT. RICKY yang dilakukan oleh sekelompok  pemuda. Ketika mereka melihat saya sekelompok pemuda ramai2 melakukan penjarahan untuk yang kesekian kalinya. Jika berkenan anggota piket untuk mengecek kebenaran di lokasi".

Harapan:


"Aksi kejahatan itu melibatkan sejumlah anak dibawah umur. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan merusak perilaku anak-anak tersebut dan menjadi budaya / kebiasaan di kemudian hari.  Teks".

Warga yang diwawancarai media ini ketika mendengar jika awak media telah meneruskan pengaduan itu ke pihak penegak hukum, merasa kecewa.

Menurut warga, seharusnya, penegak hukum yang menerima laporan / informasi dari masyarakat segera ditindak lanjuti dan menangkap para pelaku kejahatan di negeri ini, bukan malah memanggil RT. Apalagi informasi itu di dapat polisi langsung dari wartawan.

Ironisnya, perilaku para bandit ini secara terang terangan. Dimana para sekelompok bandit itu terlihat pagi hari mengeluarkan hasil kejahatan mereka dan diangkut pake mobil dan becak mesin, Kata warga dengan kesal Sabtu (12/01) pukul 9.00. Wib, mengangkut hasil jarahannya melalui becak barang. (Tim).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas