Headlines News :
Home » , » Ada Apa Dengan Polda Riau Tidak Memproses Laporan Masyarakat? Hanya Tuhan Yang Tahu..!

Ada Apa Dengan Polda Riau Tidak Memproses Laporan Masyarakat? Hanya Tuhan Yang Tahu..!

Written By Harian Berantas on Thursday, January 3, 2019 | 4:19:00 AM

HARIANBERANTAS, PELALAWAN- Tinggal satu (1) bulan lagi genap 3 (tiga) tahun Polda Riau menangani laporan masyarakat Desa Sering, Kecamatan Pelalawan,  Kabupaten Pelalawan-Riau, tidak diproses alias jalan ditempat.
Doc: Bukti Laporan Masyarakat dan Foto Peresmian Kantor Desa Sering-Pelalawan.
"Ada apa sebenarnya yang terjadi antara Polda Riau dengan Kepala Desa Sering-Pelalawan? Hanya Tuhan Yang Maha Pencipta Semesta Alam yang tahu.

Sejumlah pihak sangat mengkritik dan mempertanyakan kinerja penyidik Polda Riau yang tidak memproses laporan masyarakat pelalawan tesebut untuk diadili di Pengadilan?

Pasalnya,  sejak bulan Februari 2016 hingga tinggal 1 (satu) bulan lagi genap 3 (tiga) tahun laporan masyarakat Kabupaten Pelalawan itu ditangani oleh jajaran Polda Riau terkait dugaan penyalahgunaan jabatan dan penjualan lahan masyarakat oleh  oknum Kades Sering dan kroni kroninya hingga kini belum diproses.

Kabid humas Polda Riau, Sunarto, ketika di konfirmasi awak media melalui pesan singkat  (WhatsApp) pribadinya, Selasa (02/01/2019) belum bersedia berkomentar. Pesan singkat  dari awak mediapun hanya dibaca tanpa jawaban berarti. Padahal bukti surat penerimaan laporan sudah dilampirkan.

Koordinator LSM Peduli Riau kabupaten Pelalawan, Erzepen, mengecam adanya perbuatan melawan hukum terhadap dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Sering, Kabupaten Pelalawan selama ini, namun terkesan Polda Riau diam seribu bahasa.

Seharusnya pihak Polda Riau tanggap dan selalu sigap dalam menangani masalah yang terjadi ditengah tengah masyarakat. Katanya.

Menurutnya, perbuatan tidak terpuji itu,  berawal dari susunan struktur pengurus atau perangkat desa, seperti Bendahara dan beberapa fungsional lainnya yang dijabat oleh keluarga kepala desa tersebut. Desa Sering-Pelalawan ini dibuat ibarat milik keluarga para oknum kades.

Berikut uraian singkat pengurus Desa Sering-Pelalawan:

  1. Anak kandung Kepala Desa berinisial "SY", menduduki menjabat empuk sebagai Kaurpem Desa;
  2. Menantu Kades Sering-Pelalawan berinisial "SM", menduduki jabatan sangat strategis sebagai Bendahara Desa;
  3. Satu lagi menantu oknum Kades Sering-Pelalawan ini berinisial "Al alias M",  ditunjuk sebagai Juru Ukur untuk mempermudah / kelancaran kebijakannya;  dan beberapa jabatan lainnya distruktur desa tersebut dijabat oleh keluarga oknum Kades Sering-Pelalawan.
Informasi dari masyarakat setempat, mengaku warga Desa Sering-Pelalawan  tidak berani berkomentar karena takut dengan oknum Kepala Desa Sering-Pelalawan yang sangat tenar galaknya.

Dari hasil investigasi dilapangan yang berhasil dirangkum awak media, Kades Sering, bernama M Yunus Kacau alias Buntat diketahui telah dilaporkan oleh ketua kelompok tani Tanah Guntung terkait dugaan penggelapan dan penyalahgunaan jabatan.

Ketua kelompok tani, Jefridin mengatakan bahwa dirinya telah menyerahkan sejumlah uang sebesar 100.000.000 rupiah dari total 200.000.000 rupiah seperti yang ditetapkan oleh kepala desa guna pembayaran administrasi penertiban SKGR.

“Kades meminta uang sebesar 200.000.000 rupiah untuk diterbitkan SKGR kami, lalu kami sebagai masyarakat bersedia dengan syarat dibuat perjanjian akan diselesaikan penerbitan surat tersebut, namun sampai saat ini SKGR kami belum diselesaikan nya,” ungkapnya saat ditemui di kantor LBH di Pelalawan, Selasa(01-01-2019).

Dari kuitansi tersebut diketahui pembayaran guna penerbitan SKGR terjadi pada November tahun 2014 silam yang disaksikan oleh Salah satu staf Camat Pelalawan (Kasipem) Edi Arifin, S.Sos Msi yang saat ini menjabat sebagai Lurah Kerinci Timur kabupaten Pelalawan provinsi Riau.

Namun Edi Arifin saat dihubungi melalui WhatsApp pribadinya tidak ada balasan sama sekali hingga berita ini terbitkan. (Tim)


PENGUMUMAN:

Apabila ada yang keberatan atau merasa dirugikan atas pemberitaan kami,  silahkan ajukan hak jawab, koreksi dan/atau Somasi.

Contact Pengaduan Masyarakat:
0823 8398 5787 / Email. harianberantas@gmail.com / skuberantas@yahoo.co.id.

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas