Headlines News :
Home » » Proyek Cuci Parit Desa Sei Guntung Hilir Diduga Ajang Korupsi

Proyek Cuci Parit Desa Sei Guntung Hilir Diduga Ajang Korupsi

Written By Harian Berantas on Wednesday, December 26, 2018 | 10:22:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU - Hasil pekerjaan proyek normalisasi atau cuci parit Desa Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau sepanjang 1310 Meter, lebar 4 Meter, tinggi 1,5 Meter menelan uang negara sebesar Rp 109,875,000,- bersumber dari Dana Desa (DD) tahap III APBN 2018 terkesan asal jadi. Bahkan diduga kuat terindikasi mark-up.

Hasil pantauan serta informasi yang dirangkum awak media dari warga sekitar, Selasa siang (18/12) di lokasi proyek, bahwa cuci parit tersebut dikerjakan dalam kondisi banjir besar dengan menggunakan alat berat jenis excavator PC-200 standart hanya 6 hari saja.

Anehnya lagi, cuci parit baru beberapa hari selesai dikerjakan, sudah ada 3 orang secara manual kembali membersihkan rerumputan eceng gondok yang tersebar di sepanjang parit selama 6 hari. Bahkan, tanah atau lumpur galian pun hanya terlihat tipis di tepi parit.

Cipto, warga Desa Sei Guntung Hilir mengatakan, proyek cuci parit ini dikerjakan pas dalam kondisi banjir besar. Alat berat yang dipakai adalah jenis excavator PC-200 standart selama 6 hari. Bagaimana mungkin parit kalau dalam kondisi banjir besar hasilnya bagus, gak ada tuh pak, "sebutnya kepada awak media Selasa sore (18/12) di kebun sawit saat dirinya sedang panen sawit.

Menurut Cipto, karena cuci parit yang baru beberapa hari selesai dikerjakan dalam kondisi banjir besar, berkemungkinan besar hasil pekerjaannya tidak sempurna. Bahkan dirinya berpendapat lebih baik kita tunggu aja air parit itu sampai surut agar bisa kita lihat hasilnya seperti apa.

Untuk memastikan berapa sebenarnya yang layak biaya proyek cuci parit tersebut. Awak media ini menggali informasi dari berbagai sumber. Salah seorang kontraktor asal Rengat yang tidak bersedia ditulis namanya mengatakan bahwa biaya sewa alat berat excavator satu harinya hanya Rp 3 Juta sudah termasuk BBM.

Kalau biaya mobilisasi antar jemput di seputaran Rengat hanya Rp 4 Juta. Berarti besaran biaya untuk cuci parit selama 6 hari dengan volume, panjang 1310 Meter, lebar 4 Meter dan tinggi 1,5 Meter hanya Rp 22 Juta, "sebutnya menjelaskan. 

Sebelumnya, Jum Anto selaku Pendamping Desa (PD) Dana Desa APBN Desa Sei Guntung Hilir mengakui bahwa masa pelaksanaan proyek cuci parit yang menggunakan alat berat excavator standart menghabiskan anggaran sebesar Rp 109.875.000 selama 6 hari dan sudah dinyatakan selesai, "sebutnya kepada awak media ini, Selasa siang (18/12) di kantor Desa Sei Guntung Hilir.

Jum Anto menjelaskan, saat ini pekerjaan cuci parit sudah selesai dikerjakan dengan alat berat excavator standart selama 6 hari. Saya tidak tahu dari mana atau alat berat siapa mereka pakai. Kalau mengenai hasil kerjanya seperti apa, bapak wartawan bisa cross check langsung ke lokasi. Memang secara administrasi belum dibuat berita acaranya, "ucap warga Desa Rawa Mangun ini.

Sementara, Kades Sei Guntung Hilir, Hendri saat dimintai klarifikasinya mengatakan bahwa kalau masalah mark-up, tanya saja kepada pihak Kecamatan Rengat, "jawabnya melalui sms WhatsApp miliknya, Rabu (19/12) sekira pukul 10.28 Wib.

Penulis : Lamhot Manurung. 
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas