Headlines News :
Home » » Masyarakat Menangis Kelaparan, Diharapkan Presiden RI, Joko Widodo, Perhatikan Nasib Korban Bencana Alam di Kabupaten Inhu

Masyarakat Menangis Kelaparan, Diharapkan Presiden RI, Joko Widodo, Perhatikan Nasib Korban Bencana Alam di Kabupaten Inhu

Written By HARIANBERANTAS on Tuesday, December 18, 2018 | 4:00:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Kedatangan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, ke Riau untuk menerima Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah Negara yang dinobatkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Dan sekaligus membagi-bagikan Sertifikat Tanah secara cuma-cuma (Gratis) kepada sebagian warga riau yang punya tanah, sabtu (15/12/2018) lalu.
Doc. Tribun Pekanbaru.com: Detik-detik Presiden RI, Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi Menerima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara dari LAM Riau
Kedatangan orang nomor 1 (satu) di Negeri ini ke riau membuat seluruh kepala daerah dan pejabat lainnya di riau sibuk dan bahkan mengucurkan dana yang cukup lumayan besar hanya untuk menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo ke Provinsi Riau yang juga merupakan disebut-sebut sebagai kunjungan kerja, menuai pro dan kontrak di kalangan masyarakat.

Pasalnya, sebagian besar nasib masyarakat korban banjir di Riau terabaikan atau tidak ada perhatian pemerintah. Salah satunya korban banjir di Kabupaten Indragiri Hulu yang menangis saat ini akibat terkena musibah bencana alam "banjir".
Kondisi Rumag Warga yang terkena Bencana Alam
Banjir yang melanda warga inhu selama dua (2) bulan terakhir ini belum mendapat perhatian serius dan tersentuh bantuan dari pemerintah. Warga korban banjir pun hanya menerima delapan kilo gram (8 kg)  beras dari Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hulu.

"Iya pak, kami hanya menerima bantuan delapan kilo gram (8 kg)  beras melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hulu dua (2) minggu yang lalu" kata warga.

Pantauan media ini dilokasi banjir, sangat miris nasib mereka. Terlihat sejumah warga sudah digenangi air. Begitu juga tanaman warga tak luput dihancur akibat ganasnya bencana alam tersebut.

"Mirisnya nasib warga Desa Barangan Kec. Rengat Barat Inhu tersebut akibat dilanda bencana banjir selama 2 (dua) bulan terakhir ini"

Banjir yang merendam seluruh rumah penduduk desa dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sampai 80 cm.

"Ya, ladang/tanaman masyarakat saat ini gagal panen akibat di genangi air".

Diharapkan kepada pemerintah pusat, daerah provinsi, kabupaten dan pemerintah desa segera turun  untuk mengatasi bencana alam ini serta memberikan solusi dan bantuan kepada warga yang terkena bencana alam saat ini.

Menurut Anton, salah satu warga desa barangan yang dijumpai media dilokasi banjir mengatakan, saat ini seluruh warga sangat stress, sudah 2 (dua) bulan banjir dan hujan setiap hari, warga tidak bisa beraktivitas dan hanya berdiam diri di dalam rumah. selain rumah warga digenangi air, tanam pun gagal panen" kata Anton.

Selain tanaman palawija, getah karetpun ikut jadi korban. "Kami juga tidak bisa menderes karet karena hujan terus setiap hari. Bahkan harga karet juga merosot, begitu juga dengan buah sawit. Buah sawit tidak bisa di panen karena digenangi air. Kami tak tau harus bagaimana lagi. Semuanya stress, harga kebutuhan sehari hari saja semakin naik. Anak anak dan ibu ibu disini sudah banyak yang menangis karena kelaparan.

"Minta tolong kepada seluruh media untuk menyampaikan nasib kami ini kepada presiden, Bapak Jako Widodo. Semoga terbuka pintu hati pak presiden untuk dapat membantu kami yang ketimpa bencana alam saat ini" Pinta Anton.

Memang 2 ( dua ) bulan yang lalu pemerintah Kabupaten Inhu melalui Dinas Ketahanan Pangan ada memberikan bantuan  kg beras Per Kepala Keluarga. Namun sampai dimanalah beras 8 kg per kk. Saat ini lebih 80 % rumah warga terkena banjir. Harapan kami masyarakat saat ini, semoga pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten segera meninjau dan menolong keterpurukan kami saat ini. Imbuhnya.

Heri Chandra Kades Desa barangan ketika dikomfirmasi media ini, mengatakan " banjir saat ini sudah lebih 2 ( dua ) bulan. Dan 95 % penduduk terkena banjir. Saya sendiri sudah lapor ke Pemda dan ke Kecamatan, pihak pemerintah dan dinas dinas terkait dan Sekda sudah tinjau Ke desa ini. Katanya, Senin (17/12/2018).

Hal bantuaan, tambahnya, memang  1 bulan yang lalu sudah ada beras sebanyak 1,5 ton. Sudah dibagi bagi kesemua penduduk. Masyarakat menerima sekitar 9 kg per kk. Bantuan itu datang dari dinas Ketahanan Pangan. Tapi saat ini banjir makin tinggi. Semoga dengan turunnya pemerintah kedesa  barangan kemaren, ada eksen pemerintah terhadap penduduk saya ini, ujarnya.  (Pinten. S)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas