Headlines News :
Home » » Kasihan Nasib Penduduk Kelurahan Kampung Dagang Tersiksa Karena Banjir, Diharapkan Perhatian dan Bantuan Pemerintah Pusat dan Kabupaten Inhu

Kasihan Nasib Penduduk Kelurahan Kampung Dagang Tersiksa Karena Banjir, Diharapkan Perhatian dan Bantuan Pemerintah Pusat dan Kabupaten Inhu

Written By Harian Berantas on Thursday, December 13, 2018 | 9:43:00 AM

HARIANBERANTAS, RENGAT- Tingginya curah hujan mulai bulan Nopember sampai Desember 2018 ini, banyak Penduduk Inhu memderita dan mengalami kerugian besar, bahkan mata pencaharian sehari haripun lenyap dibawa arus air saat musim banjir ini.
Kondisi Banjir Saat ini.

Seperti salah satu desa seberang sungai rengat  di 5 RT yaitu rt 01,02, 03,04,07 dan rt 12 Kelurahan Kampung Dagang Kecamatan Rengat Inhu, dimana akibat  banjir, air  sudah menggenangi lantai rumah mereka. Bukan bukan hanya itu saja, tanaman palawija  sebagai pendapatan sehari hari penduduk  sudah mati dan hanyut dibawa oleh derasnya air sungai.

Bujang salah satu warga kampung dagang seberang, penduduk rt 07 mengatakan ke awak media sambil meneteskan air mata " saat ini warga kami sangat menderita akibat banjir. Semua tanaman yang ditanam mati dan sebahagian hanyut oleh air.

Sayur sayuran, jagung jeruk nipis,  kacang, dan ubi seharusnya sudah bisa dipanen bulan ini, tapi hancur semua. Sedangkan  biaya sudah banyak habis. Kalau banjir sudah 2 bulan lamanya, kami tak tau lagi mengadu dengan siapa.  Memang bulan nopember kemarin ada bantuan Pemerintah melalui dinas sosial 150 kg beras dan dinas ketahanan Pangan 1.220 kg untuk 432 kk, itu dibagi bagi ke 6 rt yang kena banjir. Sekarang hari selasa tgl 11/2/18 ini banjir lagi, sudah ada 4 hari air naik, soal pemerintah  belum ada yang meninjau.lihatlah pak  lantai rumah kami sudah kena air.

"Seluruh masyarakat yang terkena banjir mengharap agar pemerintah memberi bantuan"  ujarnya.

Sedangkan Teguh, sebagai Lurah Kampung Dagang, Kecamatan Rengat, ketika dikomfirmasi awak media mengatakan, saya hari minggu kemarin tanggal 9 Desember 2018 ada meninjau "Lokasi Banjir" tersebut dan ketinggian air kira-kira 10 cm di pemukiman warga, Katanya, Selasa (11/12/18)..

"Jika hari ini sudah makin besar airnya, kami menunggu laporan dari tim, agar kita dari kelurahan membuat laporan kepihak dinas terkait. Masalahnya, Kelurahan saat ini belum dapat memberi bantuan. Terus terang Kelurahan tak mempunyai dana" Tambah Teguh.

Soal bantuan, apapun nama bantuannya tetap masyarakat dapat, karena kami sebagai pemerintahan tak pernah mempersulit warga ujarnya lagi. (Pinten Sitorus)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas