Headlines News :
Home » » Heboh..! Ribuan Ikan Mati dan Mengapung di Sungai Kampar Pelalawan, Diduga Akibat Zat Kimia Limbah Salah Satu Perusahan Raksasa di Riau

Heboh..! Ribuan Ikan Mati dan Mengapung di Sungai Kampar Pelalawan, Diduga Akibat Zat Kimia Limbah Salah Satu Perusahan Raksasa di Riau

Written By Harian Berantas on Monday, December 24, 2018 | 3:34:00 PM

HARIANBERANTAS, PELALAWAN- Zat kimia limbah mematikan salah satu perusahaan raksasa di Riau mencemari Sungai Kampar Pelalawan. Akibatnya, ribuan Ikan mengapung di sungai dalam kedaan mati. Fnomena yang menghebohkan warga itu diketahui minggu kemaren (23/12/2018) pagi.

Menurut saksi mata dari warga mengatakan, warna air saat ini sangat hitam dan tidak seperti biasanya, meskipun sebagian besar geografisnya merupakan gambut.

”Kami meminta Pememerintah pusat dab daerah khususnya Pemkab Pelalawan segera tanggap dan menindak perusahaan yang mencemari lingkungan tersebut sebelum memakan korban jiwa.

Kita dari warga menaruh harapan kepada pihak-pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, dan DPRD Kab. Pelalawan dan Pemerintah Pelalawan segera melakukan investigasi atas kematian ribuan ikan-ikan di Sungai Kampar ini.

Harus di pastikan penyebab matinya ikan-ikan tersebut. Di khawatirkan penyebabnya adalah limbah atau reaksi kimia lainnya, apa lagi ikan-ikan tersebut dikonsumsi oleh warga takutnya ini membahayakan.” Tegas M. Jamal, Ketua Wilayah JMGR Pelalawan (23/12/2018)

Kejadian itu sangat meresahkan masyarakat Pelalawan, terutama yang desa-desa yang berbatasan langsung dengan sungai Kampar seperti Petodaan, Kuala Panduk, Pangkalan Terap, dan lainnya. 

Kesehariannya masyarakat di desa-desa tersebut memanfaatkan sungai sebagai sumber kehidupan seperti air untuk mandi dan cuci serta sumber mata pencaharian sebagian masyarakat Pelalawan yang bekerja sebagai nelayan.

“Dengan kejadian ini, masyarakat tak berani lagi menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci. Nelayan pun tak lagi menangkap ikan karena takut jika ikan-ikan mati tersebut disebabkan karena ada zat yang membahayakan” tutur Sudirman, Majelis Pusat Gambut Riau dari Pelalawan.

Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Wilayah Pelalawan mendesak Pemerintah Kabupaten Pelalawan memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan tersebut. Agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat saat ini maupun untuk jangka waktu yang panjang. 

Aktivitas perusahaan yang beroperasi di sekitar desa juga dikhawatirkan memberikan andil atas kematian ikan-ikan tersebut melalui limbahnya. Karena sangat mungkin dalam kondisi banjir ini perusahaan membuang limbahnya ke sungai sehingga menyebabkan pencemaran air di Sungai Kampar.

Namun tidak menutup kemungkinan kejadian tersebut dampak dari fenomena alam seperti banjir atau naiknya keasaman air sungai akibat luapan air gambut yang membuat ikan atau biota sungai lainnya mengalami kematian.

Semula ada masyarakat yang sangat antusias dengan banyaknya ikan-ikan timbul di sungai karena mereka bisa menangkapnya dengan mudah. Namun setelah menyadari bahwa itu adalah kejadian yang aneh kini masyarakat tak lagi memungutnya karena takut keracunan.

“Masyarakat memang gembira melihat ikan-ikan timbul itu, tapi kan dampaknya ini nanti kedepannya kita belum tahu.” Tutup M. Jamal.

Kini masyarakat sangat menunggu investigasi dari dinas terkait untuk memastikan apa penyebab matinya ikan-ikan di sungai Kampar tersebut.

Hingga berita ini, pihak terkait dari pemerintah dan perusahan raksasa di riau belum berhasil di konfirmasi. (Red)

Sumber: Bidang Informasi JMGR Pelalawan
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas