Headlines News :
Home » , » Dugaan Korupsi Pengadaan Produksi Kedelai Pola Mitra Ke-20 Kelompok Tani di 7 Kecamatan Se-Hulu T.A. 2018, Akan di Laporkan Oleh DPP LSM KPK Ke Penegak Hukum

Dugaan Korupsi Pengadaan Produksi Kedelai Pola Mitra Ke-20 Kelompok Tani di 7 Kecamatan Se-Hulu T.A. 2018, Akan di Laporkan Oleh DPP LSM KPK Ke Penegak Hukum

Written By Harian Berantas on Wednesday, December 19, 2018 | 3:34:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Komunitas Pemberantas Korupsi (DPP LSM KPK), Toro Zl melalui sekretaris umum, Bowonaso yang akrap disapa B. Anas, mengatakan, akan segera melaporkan dugaan korupsi proyek pengadaan bibit pada kegiataan peningkatan Produksi Kedelai kepada 20 (Dua Puluh) Kelompok Tani yang tersebar di 7 (Tujuh) Kecamatan, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau dengan system pola Mitra tahun anggaran 2018, dengan dugaan kerugian Negara mencapai 1,5 Milyar lebih.
Yasma Indra,SP. Kabid Pernaman dan Hortukultura, Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu
Pasalnya, Tim Investigasi gabungan dari media www.harianberantas.co.id, www.OtoritasNews.com  bersama DPP LSM KPK, yang dipimpin oleh B. Anas, menemukan kejanggalan adanya dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam proyek pengadaan bibit Kedelai dengan nama kegiatan “Kegiataan Peningkatan Produksi Kedelai kepada 20 (Dua Puluh) Kelompok Tani di 7 (Tujuh) Kecamatan, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, tahun anggaran 2018”
Biji Bibit Kedelai yang diduga tanpa Label yang Sah (Oplosa)
Anas, membeberkan kejanggalan dari hasil temuan Tim Investigasinya, dimana sejumlah kelompok tani mengungkapkan jika dari awal kegiatan pengadaan Peningkatan Produksi Kedelai ini mereka tidak mengetahui dan tidak pernah membuat proposal dan di ajukan ke pihak pemerintah. Namun, seraca tiba-tiba sejumlah kelompok tani ini dihubungi dan di Undang oleh oknum Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu.

“Iya pak, kami dihubungi dan diundang oleh pihak Dinas Pertanian dan Perikanan untuk datang ke Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu. Setelah tiba disana kami diminta tanda tangani proposal yang isinya kami tidak ketahui, lalu kami diarahkan untuk membuat rekening Bank BNI cabang Inhu”.Kata Kelompok tani kepada Tim Investigasi.

Tidak hanya sampai disitu saja kata Anas, pada saat pencairan pun, pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu yang menghubungi para kelompok tani untuk mencaikan dana yang sudah di transfer ke kerekening masing masing kepolompok tani tesebut.

Sejumlah kelompok ini pun melakukan pencairan dengan di kawal oleh oknum pegawai Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu ke Bank BNI Inhu. Dan setelah cair, oknum Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu meminta bagian kepada kelompok tani.

Selanjutnya, pihak oknum Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu ini meminta para kelompok tani untuk menyerahkan uangnya yang sudah di tarik dari bank BNI Inhu untuk dibelikan bibitnya sebanyak 74.240 Kg. Namun, biji bibit Kedelai yang datangkan oleh pihak dinas ke Kelompok Tani tidak sesuai dengan jumlah yang di setujui oleh pemerintah Pusat.

“Iya pak, hanya seper empat (¼) dari jumlah yang disetujui oleh pemerintah yang kami terima. Contohnya: 1000 Kg yang disetujui, namun yang kami terima hanya 250 Kg atau 600 Kg itupun tidak berlabel. Sisanya kami tidak ketahui kemana” Beber Anas menirukan perkataan para kelompok Tani kepada Timnya.

Artinya, Tambah B. Anas, dalam “kegiataan peningkatan produksi kedelai kepada 20 (Dua Puluh) Kelompok Tani di 7 (Tujuh) Kecamatan, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, tahun anggaran 2018 tersebut adanya permainan yang mengarah pada tindak pidana korupsi dengan dugaan kerugian Negara sebesar Rp. 1,5 Milyar lebih. Maka dari itu, kita akan segera melaporkannya ke pihak penegak hukum.

“Iya, akan kita laporkan dugaan korupsinya setelah kita peroleh dua alat bukti permulaan. Saat ini Tim biro hukum kita sedang mempersiapkan laporanya. Sabar ya, sebentar lagi siap” Kata Anas yang dijumpai wartawan di ruang kerjanya sambil menunjukan laporan yang sedang di ketik-ketik timnya.

Menurut Informasi yang kita terima, oknum pemain sejumlah paket proyek di Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Inhu itu memiliki “bekingan” dari oknum penegak hukum sehingga merasa aman dan terlindung. Namun itu baru informi. Sebab, menurut sumber mengatakan jika oknum tersebut banyak proyeknya. Namun oknum itu masih saja bermain. Memang gayanya sangat alim dan pura-pura tidak berdaya. Kata sumber ke Tim Investigasi.

Informasi yang diperoleh sejumlah wartawan menyebutkan, sebanya 20 kelompok tani di 7 kecamatan se-inhu yang menerima bantuan bibit kedelai sebanyak 74.240 kilo gram atau 74, 24 Ton yang bersumber dari APBN yang di salurkan oleh pemerintah pusa melalui dinas Pertanian dan Perikanan Inhu dengan system pola mitra.

Sementara pihak Kepala dinas pernatian dan perikanan melalui Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, YAsma Indra,SP, ketika dihubungi wartawan melalui sambungan selulernya, membenarkan adanya proyek kegiatan Produksi Kedelai kepada Kelompok Tani di 7 kecamatan se-Inhu. “Iya, memang benar ada”.

Ketika disinggung adanya pemangkasan jumlah bibit yang diungkap kelompok tani, Yasma Indra, membantahnya sambil mengarahkan wartawan untuk ketemu.

“Tidak ada itu pak, yang mengadakan bibit itu dari jaw asana adalah kelompok tani  semuanya ada buktinya. Jangan dipermasalahkan lagi ya, karena saya (Yasma Indra,red) sudah babak belur gara-gara dilaporkan oleh lsm ke Kadis. Apalagi kalau di laporkan ke Jaksa” Kata Yasma Indra sambil tertawa.

“Sudah banyak saya (Yasma Indra,red) membantu kawan kawan wartawan dan lsm Rp. 200 Ribu untuk uang minyak sebagai persahabatan. Kita jumpa aja ya. Saya akan bantu juga” Yasma Indra menawarkan wartawan media ini sambil tertawa untuk tidak dipermasalahkan dugaan korupsi Kedelai tersebut. (Tim/Redaksi)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas