Headlines News :
Home » » Sungguh Terlalu..! Oknum Polri Polres Rohil Diduga Menangkap Faigizaro Zega Tanpa Dasar Hukum

Sungguh Terlalu..! Oknum Polri Polres Rohil Diduga Menangkap Faigizaro Zega Tanpa Dasar Hukum

Written By Harian Berantas on Thursday, November 15, 2018 | 2:04:00 PM

HARIANBERANTAS, ROHIL- Sebelum dimulainya Persidang, terdakwa, Faigizaro Zega, sempat mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim, menolak dipoto oleh wartawan, Selasa (13/11/2018) sekira pukul 16.20 wib.

Persidangan tersebut dipimpin Majelis Hakim Faisal SH,MH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shahwir Abdullah SH.

Pembacaan Eksepsi yang dibacakan Lawiaro Laia,SH.,MH menceritakan kronologis awalnya terdakwa Faigizaro Zega selaku ketua DPD - FSBDSI Provinsi Riau melakukan Pembelaan Hak - hak  Tenaga Kerja yang merupakan karyawan PT. Jatim Jaya Perkasa (PT.JJP) yang beralamat di Kubu Kabupaten Rohil.

Terlebih dahulu terdakwa telah mendapatkan Kuasa Penuh dari karyawan untuk melakukan Penyelesaian masalah Perburuhan pada PT. JJP melihat Gejolak Tenaga Kerja yang terjadi dilapangan perusahaan PT. JJP Pada hari Senin tanggal 8/5/2018 Pukul 09.00 pagi.

Humas Perusahaan PT.  Jatim Jaya Perkasa (PT.JJP) Hasfiandi menghubungi Terdakwa Faigizaro Zega agar mengamankan/menghentikan Para Buruh yang sedang melakukan aksi Mogok Kerja untuk menuntut PT.JJP memberikan hak mereka penuh sesuai uu yang berlaku.

Pada tanggal 9/10/2018 Hasfiandi kembali mendesak Terdakwa Faigizaro Zega untuk berjumpa di Rohil namun Terdakwa Faigizaro Zega melontarkan kalimat dengan KELAKAR kepada hasfiandi.

"Carikan Uang 50 Juta atau SATU Karung bila perlu dolar bos untuk menghentikan Mogok Kerja."ujar terdakwa dengan gurauan.

Pada tanggal 10/10/2018 Pukul 09 00 Wib Hasfiandi selaku humas  PT. JJP kembali mendesak secara merengek rengek kepada terdakwa agar datang ke Ujung tanjung (Rohil), dengan alasan sudah ada persetujuan pembayaran Uang Persalinan sebesar Rp15.100.872.00  untuk 2 orang Karyawati (PT.JJP).

"Dan kita bertemu tepatnya dirumah makan Mie Aceh  samping Bri Ujung Tanjung."ujarnya. 

Dijelaskannya lagi, bahwa saat itu Hasfiandi berhadapan dengan Faigizaro Zega duduk dibangku lalu menaruh Amplop Putih Sambil Berbicara  kepada Terdakwa Faigizaro Zega.

"Bos... ini Uang 10 Juta Terima Dulu Ya. Nanti kekurangannya 5 juta lagi  saya bayar didalam perusahaan."ujar dia menirukan pembicaanya sebelumnya, sambil memasukan Amplop Putih tersebut dikantong celana Terdakwa Faigizaro Zega.

Kemudian pada saat itu Anggota Polres Rohil yang perpakaian Sipil Langsung mengamankan Terdakwa  ke Polres Rohil. Dimana oknum polisi ini diduga sengaja di siapkan oleh Hasfiandi.

Demikian hal ini, didepan majelis hakim disebutkab bahhwa dalam Dakwaan Penuntut Umum Pasal 368 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHAP tidak Beralasan Hukum. Karena, terdakwa Faigizaro Zega tidak pernah melakukan pengancaman dan pemerasan kepada siapapun termasuk kepada perusahaan. 

Justru sebaliknya Hasfiandi bekerja sama dengan polres Rohil melakukan penjebakan kepada terdakwa agar datang keujung tanjung untuk menyelesaikan pembayaran hak-hak karyawati cuti melahirkan yang berunjuk Penjebakkan kepada terdakwa.

Bahwa perumusan fakta maupun unsur surat dakwaan menimbulkan kekaburan sesuai unsur-unsur tindak pidana yang tertuang pada pasal 143 ayat 2 huruf b KUHP. 

Setelah itu Penasehat Hukum Terdakwa membacakan Nota Keberatan yang dibacakan oleh Selamat Sempurna Sitorus SH, bahwa Surat Dakwaan Batal demi hukum tidak memenuhi Pasal 143 Ayat 2 huruf b. 

Dianggap Dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa Yunaldi Zega karena JPU tidak menjelaskan apa peran terdakwa.

Karena unsur - unsur dengan perbuatan materil yang dilakukan terdakwa dan atas tidak cermat serta ketidak jelasan dan tidak lengkapnya dakwaan penuntut umum terjadi kekaburan. Ungkap sampurna saat membacakan Eksepsi diruang persidangan.

Setelah nota eksepsi dan nota keberatan dibacakan penasehat hukum  Terdakwa Faigizari zega dan Yanaldi Zega. Langsung diambil alih oleh Majelis Hakim.

Ketua Majelis Hakim Faisal SH. MH  menanyakan kepada Terdakwa Yunaldi Zega.

"Apakah saudara Terdakwa mengajukan pertanyaan?
Ada majelis hakim, saya mau mengajukan surat penangguhan penahanan.ujar Terdakwa yunaldi zega.

Kemudian terdakwa yunaldi zega menyerahkan surat penangguhan penahanan kepada Majelis Hakim Faisal. SH. MH

Selanjutnya, Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah permohonan penangguhan ini dikabulkan atau tidak dikabulkan. Ujar Ketua Majelis Faisal, SH, MH.

Sebelum persidangan ini ditutup  Majelis Hakim menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum Shahwir Abdullah. SH kapan menanggapi jawaban eksepsi dari penasehat hukum terdakwa. "Minggu depan pak hakim." Ujarnya.

Setelah mendengar pernyataan kedua belah pihak dan terdajwa, Majelis Hakim langsung menutup dan dilanjutkan selasa minggu depan.

Sumber : Wawasanriau.Com
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas