Headlines News :
Home » » Diduga Kebal Hukum, Dosen Laporkan Oknum Brimob Ke Propam Polda Riau

Diduga Kebal Hukum, Dosen Laporkan Oknum Brimob Ke Propam Polda Riau

Written By Harian Berantas on Friday, November 30, 2018 | 5:52:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Institusi Polri kembali tercoret  oleh perilaku oknum Brimob dibawah satuan Polda Riau, berinisial Bripda MRE, NRP. 95010235. Pasalnya, diduga tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya setelah menghamili korban. Sehingga  mengadukan nasibnya ke Propam Polda Riau, Jumat (30/11/2018) Pagi.

Korban berinisial MN yang berprofesi sebagai dosen disalah satu universitas kesehatan ternama di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) juga sebagai Bidan di Kabupaten Siak, mengadukan nasib malangnya ke Kapolda Riau melalui unit Propam karena merasa telah dinodai oleh pelaku.

Ketika korban membuat laporan atau pengaduan ke Propam Polda Riau ternyata tidak sendirian melainkan didampingi oleh kuasa hukumnya dari LSM Perkara. Dalam release pengaduannya itu menceritakan secara rinci kronologis kejadia.

Saat dikongirmasi wartawan, korban didampingi kuasanya mengatakan, terpaksa kami melaporkan pelaku yang merupakan anggota polri yang bertugas di Mako Brimob Polda Riau, lantaran tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dimana pelaku diduga telah menghamili korban. Kini usia kandungan korban yang merupakan janin dari darah daging pelaku sudah hampir 5 (lima) bulan. Tutur korban dalam release pengaduanya.

Dalam laporanbya menguraikan kronologis awal kejadian tragis yang menimpanya itu. Kejadian itu, berawal dari perkenalan antara korban dengan pelaku melalui pesan singkat BBM hingga akhirnya resmi pacaran sejak bulan maret  tahun 2015 lalu hingga sekarang dan sudah berlangsung selama 4 tahun lamanya.

Pelaku MRE hanya bermodal rayuan manis mautnya dan tipu janji tipu muslihatnya sehingga berhasil merenggut kehormatan korban MN sampai mengandung janin dari darah daging pelaku. Saat ini usia kandungan korban hampir 5 (lima).

Menurut keterangan kuasanya saat mendampingi korban membuat pengaduan ke Propam Polda Riau, mengatakan, kami dari tim penasehat hukum korban telah berupaya melakukan mediasi dengan cara mendatangi kedua orang tua pelaku di Kota Batak-Kampar, Senin (25/11/2018) lalu.

Bahkan, tambah, ketika tim kami bersama korban dan orang tuanya malah yang penghinaan yang kami terima dari kedua orang tua pelaku. Perkataan penghinaan itu di saksikan oleh tokoh masyarakat dan Pemerintah setempat Kota Batak-Kampar, yang turut hadir saat itu. Jelas Jaka, SH

"Orang tua pelaku bernama Mesran Sinaga mengeluarkan kata-kata penghinaan sambil meminta korban untuk menempuh jalur hukum. Karena kami sudah diperiksa oleh Brimob terlebih dahulu" Kata Jaka menirukan kata-kata Mesran Sinaga.

Karena korban merasa dipermalukan dan terhina serta ditantang oleh kedua orang tua pelaku, makanya kami  laporkan pelaku itu untuk dimintai pertanggungjawaban pelaku secara hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kami berharap laporan kami dapat ditindak lanjuti oleh Propam Polda Riau tanpa pandang bulu. Apabila Polda Riau tidak menindak anggotanya itu, maka hilanglah kepercayaan public terhadap penegakkan hukum di Polda Riau. Kemungkinan saja pelaku ini terlindung karena dia sebagai penegak hukum.

Besar harapan kami, hukum di Polda Riau tidak tajam kebawah, tumpul diatas. Artinya, jangan karena pelaku ini merasa kebal hukum karena dia sebagai penegak hukum itu sendiri. Pinta Kuasa Hukum korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Riau masih mendalami laporan korban. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas