Headlines News :
Home » , » Diduga Pembangunan Fly Over Hanya Ajang Memenuhi Kebutuhan Keluarga di Akhir Tahun

Diduga Pembangunan Fly Over Hanya Ajang Memenuhi Kebutuhan Keluarga di Akhir Tahun

Written By Harian Berantas on Tuesday, November 20, 2018 | 1:15:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pembangunan Fly Over   simpang Mall SKA tepatnya di Jalan Tuanku Tambusai-Soekarno Hatta, dengan pagu anggaran sebesar Rp159.384.268.000. Diduga hanya sebagai pencari keuntungan para oknum tertentu saja.
Ricardo Simanjuntak Sedang Telpon, Kondisi $Proyek" Tengah dan Dodi baju hitam. Saat melarang wartawan ambil gambar proyek.

Pasalnya, Tim media ini bersama beberapa media lainnya memantau langsung ke lokasi Proyek namun dihalangi oleh oknum pengawas lapangan dan mengaku sebagai humas.

"Saya humas lapangan, pimpinan saya perintahkan jika siapapun tidak boleh mengambil gambar proyek ini." Kata Ricardo Simanjutak  bersama temannya bernama Dodi yang mengaku Humas lapangan, Senin (19/11/2018)

"Saya ini hanya kerja. Saya hanya melakukan apa yang di perintahkan atas karena pelaksananya adalah Dinas PUPR Riau." Saya berharap bapak bapak mengerti. Tambah Ricardo.

Dari pantauan media ini terlihat beberapa item bahan kegiatan diduga tidak sesuai Standart Nasional Indonesia (SNI). Bahkan umur bangunan ini kedepan akan terancam tidak lama akibat kualitasnya kurang. Hal ini terlihat dari bahan besi tikar, besi ulir, besi penyangga/tiang kuat dugaan tidak sesuai Standart (SNI).

Berdasarkan sampel yang diambil media ini dilokasi langsung mencocokkan dengan standar nasional di Pergudangan khusus besi yang ada di Pekanbaru. Dari data yang diperoleh dengan perbandingan yang dilakukan tim media ini dimana memiliki ilmu sebagai mantan pelaksana Jalan Nasional (PJN) selama 10 tahun sangat terkejut melihat begitu jauh perbedaan dilapangan dengan fakta sesungguhnya. Misalnya, secara kasat mata saja, besi tikar sesuai SNI pinggirnya Rata dan tidak ada sisa besi yang menonjol. Sedangkan temuan dilapangan tidak merata (diduga tidak sesuai SNI).

Selain itu, bahan cair anti karat kuat dugaan tidak dipergunakan saat pengecoran. Hal ini terungkap ketika salah satu tim kita ikut menyaksikan pengecoran. Namun hanya sebatas formalitas saja ketika di ambil sampel oleh pengawas lapangan. Dimana seharusnya lima menit sebelum pengecoran besi harus disiram dengan anti karat. Namun hal ini diduga tidak dilakukan.

Maka, jika pemerintah melalui Dinas PUPR Riau memaksakan kehendak menerima proyek ini akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Namun, modus selama ini para oknum korporasi penghisap darah masyarakat tersebut, untuk memuluskan permainan mereka, pasti melibatkan pihak BPKP RI dan BPK RI untuk menghitung secara kasat mata. Jika ada kekurangan volume, maka di kurangi saja, itulah permaianan selama ini. Bila cara ini terus yang digunakan sampai kapan negara ini bebas dari KKN? Imbuh wartawan media ini yang juga Mantan pelaksana Proyek Beton Jalan Nasional.

Kuat dugaan proyek ini hanya sebagai ajang pencari keuntungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tahun baru nanti. Sehingga kualitaspun diduga bukanlah utama. Kata salah satu aktivis anti korupsi.

Selanjutnya, pembangunan Fly Over di Persimpangan Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno Hatta-HR Soebrantas, dengan pagu anggarannya sebesar Rp78.398.668.000. Diduga kuat memiliki nasib yang sama.

Dimana kedua proyek raksasa ini juga tidak memperdulikan kenyamanan lingkungan disekitarnya. (Anas)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas