Headlines News :
Home » » Busset..! Besi Cor Pondasi RLHS Desa Pasir Ringgit Diduga "Disunat"

Busset..! Besi Cor Pondasi RLHS Desa Pasir Ringgit Diduga "Disunat"

Written By Harian Berantas on Monday, November 12, 2018 | 10:09:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Sungguh terlalu.! Cor pondasi bangunan rumah hunian milik salah seorang warga Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu yang merupakan program Rumah Layak Huni Sederhana ( RLHS ) Dinas Perumahan dan Pemukiman ( Perkim ) Prov. Riau 2018, hanya dipasang dengan 3 batang besi ukuran 8 milli.
Ngadumin (67) Warga Desa Pasir Ringgit-Inhu Penerima RLHS Bermasalah.

Pasalnya, salah satu masyarakat peserta penerima RLHS bernama Ngadimin (67) warga RT 04 RW 02 Desa Pasir Ringgit selaku pemilik rumah yang mendapat program RLHS 2018 dari Dinas Perkim Prov. Riau membenarkan bahwa cor pondasi rumah miliknya itu hanya dipasang 3 batang besi ukuran 8 Milli dengan jarak ikat cincin besi 40 Centimeter. Saya mengatakan yang sebenar benarnya pak wartawan.

Ya benar pak, cor pondasi rumah saya ini hanya dipasang dengan 3 besi ukuran 8 milli dan jarak ikat cincinnya 40 Centimeter, "kata Ngadimin didampingi anaknya kepada awak media ini saat diwawancarai, Sabtu (10/11) di halaman rumahnya.

Dirinya menceritakan, begini pak wartawan, waktu itu cor tiang beton kan retak retak (sambil menunjukkan cor tiang betonnya), terus saya laporkan ke pak Kades Sumarji, terus dibongkar yang retak-retak diganti yang baru. Waktu dibongkar, nampaklah cor tiang beton yang retak-retak itu hanya pakai 1 batang besi. Nah, itu buktinya, "sebut Ngadimin sambil menunjukkan cor tiang beton yang lama.

Parahnya lagi, lanjut Ngadimin, dapur dan kamar mandi serta wc kayaknya gak ada dibangun. Awak media ini langsung mengecek apa yang disampaikan Ngadimin. Ternyata benar bahwa dapur dan kamar mandi termasuk wc belum ada tanda-tanda mau dibangun.

Sesuai dengan pengakuan dari Ngadimin dan fakta yang ada di lokasi rumahnya, bahwa cor pondasi yang sudah berdiri hanya memakai 3 batang besi dengan ukuran 8 Milli yang seharusnya minimal 4 batang besi. Dalam hal ini, diduga kuat ada unsur kesengajaan mengurangi jumlah besi untuk cor pondasi. Atau dengan kata lain, ada mark-up terhadap besi cor.

Terpisah, Kades Pasir Ringgit, Sumarji membenarkan apa yang disampaikan oleh Ngadimin, bahwa rumah miliknya yang mendapat program RLHS 2018 dari Perkim Prov. Riau itu hanya dipasang 3 batang besi. Bahkan, Sumarji juga membenarkan Ngadimin pernah melapor bahwa cor tiang beton kondisinya retak-retak, "kata Sumarji saat dimintai klarifikasinya di rumah kediamanya.

Sumarji menjelaskan, kondisi pembangunan RLHS yang sekarang belum siap itu bahkan terhenti sudah sebulan yang lalu, dikarenakan dana RLHS tahap II yang 40 % belum cair dari Dinas Perkim. Sementara, dana RLHS yang dipergunakan selama ini baru tahap I yang 40 % sebesar Rp 198 Juta untuk membangun 9 unit RLHS sampai kondisi tegak batu dan plester.

Tahun ini (2018-red), Desa Pasir Ringgit mendapat bantuan program pembangunan RLHS sebanyak 9 unit. Salah satunya punya pak Ngadimin. Kalau gak salah, satu unitnya RLHS itu hanya mendapat biaya sebesar Rp 55 Juta sampai selesai. Memang, saat ini semua pekerjaan pembangunan RLHS sebanyak 9 unit yang ada di Desa Pasir Ringgit masih tertunda. Dikarenakan dana tahap II dari Dinas Perkim Prov. Riau belum cair, "ucap Sumarji.

Sementara, Tolip selaku pengawas pembangunan RLHS membantah bahwa rumah milik Ngadimin yang mendapat bantuan RLHS dari Perkim Prov. Riau 2018 dibangun dengan cor pondasi pakai 4 batang besi ukuran 8 Milli. Gak betul itu pak. Semua bangunan RLHS yang ada di Desa Pasir Ringgit ini memakai 4 batang besi untuk cor pondasi.

Saat disinggung dalam gambar seperti apa, Tolip terkesan bungkam dengan mengatakan, uda ya pak. Saya masih ada kerjaan nih, "ucapnya sambil meninggalkan awak media ini.

Penulis : Lamhot Manurung)
Penanggungjawab: B. ANAS
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas