Headlines News :
Home » » Warga Sido Dadi Menangkan Gugatan Kebun KKPA

Warga Sido Dadi Menangkan Gugatan Kebun KKPA

Written By Harian Berantas on Monday, September 17, 2018 | 8:31:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Perjuangan panjang empat orang warga Sido Dadi Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi dalam merebut haknya sebagai anggota KUD Langgeng membuahkan hasil yang menggembirakan. 

Pasalnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rengat memenang gugatan penggugat atas lahan kebun sawit pola Kredit Kelompok Primer Anggota (KKPA) yang dikelola KUD Langgeng, Senin (17/9).

Empat warga Sido Dadi yang menggugat itu diantaranya, Sabar (42), Salim (36), Amin Thohari (48) dan Jemai (73). Dimana keempat warga Sido Dadi ini memberikan kuasa hukumnya kepada Dody Fernando SH MH.

Usai persidangan anggota Majelis Hakim yang juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Rengat Immanuel Marganda Putra Sirait SH MH membenarkan bahwa putusan perkara nomor 6/pdt.G/2018/PN.RGT dimenangkan oleh penggugat. “Putusan ini berdasarkan fakta persidangan dari keterangan sejumlah saksi serta sejumlah data pendukung atas gugatan yang diajukan penggugat,” ujar Immanuel, usai persidangan.

Sidang perdata ini, "sebutnya lagi dipimpin oleh Hakim Ketua Omori Utaram Sitorus SH. MH. Sedangkan Hakim Anggota adalah Petra Jeani Siahaan SH MH dan Immanuel Marganda Putra Sirait SH MH.

Dimana dalam perkara ini pihak tergugat diantaranya Kepala Desa Giri Sako Kecamatan Logas Tanah Darat, Sujai, Boimin, Katni dan KUD Langgeng.

Dalam perjalananya, sidang Perdata gugatan ini sudah berjalan sejak bulan Februari 2018 lalu dan penggugat adalah orang yang tercantum namanya sebagai orang yang mendapatkan kebun sawit KKPA pada KUD Langgeng. Hal itu berdasarkan berita acara penyerahan lahan Desa Giri Sako untuk program KKPA tertanggal 10 Agustus 2000.

Berita acara tersebut ditanda tangani oleh Kepala Desa Giri Sako ketika itu dijabat oleh Sumawan, pengurus KUD Langgeng ketua Sidik Waluyo dan sekretaris Sabarudin A.ma Pd.

Dari pakta persidangan tidak ada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan atas penghilangan nama-nama penggugat. Bahkan pihak pengurus KUD Langgeng saat bersaksi menyebutkan tidak pernah melakukan penggantian nama-nama penggugat.

Sehingga dari pakta persidangan tersebut, Majelis Hakim mengabulkan sebagian dari gugatan dan menyatakan perbuatan para tergugat melawan hukum. “Salah satu yang dikabulkan itu yakni pihak tergugat membayar ganti rugi kepada para penggugat sebesar Rp 600 juta. Saat ini Majelis Hakim juga masih menunggu upaya hukum selama 14 hari dari pihak tergugat,” terangnya.

Sementara itu, para penggugat didampingi penasehat hukumnya Dody Fernando SH MH menyatakan merasa lega atas putusan Majelis Hakim. Karena selama lebih kurang enam tahun berebut haknya, saat ini dapat kembali.

Melalui putusan majelis hakim ini, penggugat juga menghimbau warga lainnya yang hilang dari daftar penerima lahan kebun sawit pola KKPA melalui KUD Langgeng. “Masih banyak warga kami yang namanya hilang begitu saja dari daftar penerima kebun kelapa sawit oleh pihak-pihak berwenang dalam pembagian kebun sawit pola KKPA,” sebutnya. (Lamhot Manurung).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas