Headlines News :
Home » » Diduga Ayong Pemilik Bangunan Gudang Tenggo di Batu Gajah Bentak Wartawan

Diduga Ayong Pemilik Bangunan Gudang Tenggo di Batu Gajah Bentak Wartawan

Written By Harian Berantas on Wednesday, September 19, 2018 | 9:33:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Bangunan ruko raksasa / Gudang Tenggo di wilayah desa batu gajah Kec. Pasir Penyu kab.Inhu diduga tidak memiliki izin (IMB) serta mengabaikan keselamatan pekerja (P3K).

Pantuan media ini dilokasi pembangunan Ruko Raksasa / Gudang Tenggo tersebut tidak ada terlihat Plang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah INHU.

Selain tidak memiliki IMB sejumlah tenaga kerja tidak dilengkapi tanpa Sefty keselamatan dan diduga pekerja tersebut tidak di daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan Inhu.

Diminta kepada aparat  hukum dalam hal ini Polres Inhu dan instansi terkait untuk segera menghentikan dan membongkar secara paksa  bangunan ruko raksasa yang diperuntukkan Gudang Tenggo tersebut yang diduga kuat tidak memiliki izin dan Sefty keselamatan pekerja.

"Ini Negara hukum yang harus di hormati. Maka setiap kegiatan warga yang ada di negara ini harus tunduk pada aturan hukum yang ada, bukan sebaliknya" Kata aktivis di Inhu saat dihubungi media ini, Rabu (19/09/2018) pagi.

"Kami dari aktivis akan membentuk tim khusus untuk menyegel bangunan itu bila pihak terkait tidak bertindak sesegera mungkin" ungkap para aktivis lingkungan di Inhu.

Menurut Mardi sebagai pemborong pekerjaan dilapangan kepada awak media ini mengatakan, Sefty keselamatan ketenagakerjaan sudah sering saya minta dengan Bos (Ayong) tapi tidak di kasih.

"Ayong janji besok ke besok, sampai sekarang tak ada di kasih" kata Mardi, Jumat (14/09/2018).

Mardi menambahkan, sebanyak 35 orang tenaga kerja bangunan ruko / Gudang ini belum pernah ada yang jatuh atau kecelakaan.

"Mudah mudahan pekerja baik baik saja dan selamat dari musibah sampai bangunan ini selesai. Apalagi tenaga kerja kami berasal dari pulau jawa. Karena mereka sudah biasa kerja bangunan. Jelasnya

"Jumlah bangunan ini ada 3 unit skala besar dan rencananya diperuntukan sebagai makanan ringan merek "Tenggo" dengan luasnya sekitar 1 hektare, ujarnya

Salah seorang warga sekitar yang tak mau disebut namanya mengatakan “masyarakat sebenarnya tidak tau tentang proyek ini. Dan deperuntukkan untuk apa, masalahnya papan proyeknya tak ada. Kalau ada papannya bisa kita baca, apakah ini dari pekerjaan pemda atau swasta.

"Jangan jangan bangunan ini dibangun untuk nyimpan barang barang ilegal" ujar warga setempat.

Sedangkan Ayong sebagai Pelaksana/Pemilik bangunan membentak wartawan ketika dihubungi melalui selulernya no. 08217460xxxx.

"Ada apa kau nelepon nelepon aku sambil dan langsung mematikan selulernya" bentaknya, Jumat (14/9/2018) lalu (Pinten Sitorus).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas