Headlines News :
Home » » Diduga Kebun Karet Milik Warga Daerah Talang Jerinjing Samping SMKN 1 di Rubah Menjadi Galian C dan Jadi Lahan Bisnis Terselubung Oknum Kontraktor Dinas PU Inhu

Diduga Kebun Karet Milik Warga Daerah Talang Jerinjing Samping SMKN 1 di Rubah Menjadi Galian C dan Jadi Lahan Bisnis Terselubung Oknum Kontraktor Dinas PU Inhu

Written By Harian Berantas on Saturday, September 15, 2018 | 4:32:00 PM

HARIANBRANTAS, INHU- Berubahnya lahan yang ditanami karet di desa Talang jerinjing lintas timur disamping SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ) Negeri 1 Kecamatan rengat Barat, menjadi tanah galian menggunakan alat berat Exavator. Saat ini kondisi kebun karet tersebut sudah seperti kolam dan struktur dan bentuk tanah berubah.

Hal ini terjadi akibat ulah dari salah satu Kontraktor, dimana tanahnya di gali dengan alat berat dan dimuat di mobil dump truck seperti cold diesel dan mobil tronton untuk dijual ke pihak dinas PU Inhu tanpa dilengkapi dokumen.

Masyarakat setempat kebingungan, apakah tanah tersebut menjadi galian C atau seperti apa. Sementara izin galian C dari Kementrian Pertambangan belum dikeluarkan.

Masayarakat setempat berhapap Pemda Inhu dan aparat hukum segera turun ke lokasi galian dan tangkap oknum kontraktor yang melakukan kegiatan yang merusak dan mengalih fungsi lahan karet tersebut. Harap warga berinisial J kepada media ini, Jumat (14/09/2018).

J menjelaskan, bahwa tanah galian  tersebut dibawa dari Talang Jerinjing ke arah rengat jalan suka jadi untuk proyek pemda melalui PU Kabupaten.

"Iya pak, tanah itu untuk timbunan jalan menuju arah rawa bangun sepanjang 2 Km. Kita tidak tau, apakah Pihak PU Kabupaten sudah mengkondisikan izin atau belum itu masalahnya" Kata J.

Hal itulah yang kami pertanyakan, apakah izin galian itu sudah di kondisikan atau bagaimana. Jika memang kontraktornya sudah memiliki izin, kok tidak ada pengawasan dari pihak terkait?

Harusnya pihak terkait dalam hal ini Dinas Perkebunan, Kehutanan, Dishub dan aparat kepolisian wajib melakukan pengawasan. Apalagi tanah tersebut di bawa oleh mobil tronton dengan kapasitas beratnya puluhan Ton, sehingga jalan makin rusak parah. Tapi ini kan tidak ada di awasi. Ada apa sebenarnya? Tanya "J" dengan nada kerasnya.

Sangat miris ya, kelas jalan  yang di lalui tersebut, apakah sudah cocok untuk dilalui tronton dengan tonase muatan diatas 40 ton?

Diharapkan kepada pihak terkait untuk tidak tutup mata dan telinga, bukalah mata dan telinga serta tangkap dan proses secara hukum pelaku tersebut. Tutupnya.

Sementara pihak kontraktor dan dinas PU belum bisa diminati tanggapannya terkait bisnis tanah galian untuk penimbunan proyek yang ditangani Pemda, dikarenakan Kadis PU tidak ada di tempat.  (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas