Headlines News :
Home » , » Sepertinya UU Pers Tak Berlaku di Kejati Sumut, Tedjo Edhi Sesalkan Pengusiran Wartawan

Sepertinya UU Pers Tak Berlaku di Kejati Sumut, Tedjo Edhi Sesalkan Pengusiran Wartawan

Written By Harian Berantas on Monday, August 13, 2018 | 5:00:00 PM

HARIANBERANTAS, MEDAN-- Penasehat Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Tedjo Edhi  sangat menyesalkan pengusiran terhadap wartawan/Jurnalis yang terjadi di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut).

"Apa tidak ada yang lebih sopan ? Bicara saja baik-baik jika memang kegiatan tidak bisa diliput. Toh wartawan akan mengerti karena mereka dibatasi dengan kode etik", ujar mantan Menko Polhukam ini.

Menurut mantan KSAL yang juga penasehat Sekber Pers Indonesia ini, cara-cara arogan seperti itu sudah tidak jamannya lagi. Semua bisa selesai dengan komunikasi yang baik.

"Wartawan itu mitra, teman/sahabat, jangan dianggap musuh" ujar Tedjo saat diminta konfirmasinya via HP tadi sore.

Sebagaimana diketahui pengusiran terhadap wartawan terjadi lagi untuk kesekian kalinya.

Pelarangan liputan itu  dilakukan saat kegiatan acara serah terima jabatan Asisten Pengawasan (Aswas),   Kajari dan Koordinator di hukum kejati sumut yang dilaksanakan di KTU,  Aula Sasana Cipta Kertha Lantai 3 Gedung Kejati Sumut, Senin (13/08/2018) pagi tadi pukul.10.30 Wib.

"Sana-sana, tidak boleh masuk. Ini khusus wartawan TV yang diundang", kata usiran oknum Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, kepada wartawan iGlobalNews.co.id.

Selain itu, setelah mengusir wartawan, Sumanggar Siagian langsung menutup tirai pembatas yang ada di   dalam Aula tempat para pejabat tinggi dijajaran Kejati Sumut dilantik.

Awaludin Lubis sangat menyayangkan atas sikap oknum Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, yang dinilai tidak bersahabat dan sangat arogan.

"Seharusnya Kasipenkum dapat menjaga kemitraan dengan baik kepada awak media. Bukan alergi dan arogan terhadap media," tegas Lubis wartawan iGlobalNews.co.id, sapaan akrabnya dengan nada kesal.

Ia, meminta kepada Kajati Sumut, Bambang Sugeng Rukmono untuk menindak tegas oknum Kasipenkum tersebut.

Kajati harus menindak tegas oknum Kasipenkum yang arogan dan tidak sopan itu agar kejadian ini tidak terulang kembali.

Pejabat Kasipenkum  seharusnya memberikan contoh yang baik dengan pejabat lainnya. Apalagi posisi jabatannya  seorang pejabat yang langsung bersentuhan dengan para kuli tinta dan masyarakat luas.

Inikan menjadi tanda tanya kami "ada apa  gerangan dengan Kasipenkum kepada media kami," paparnya.

Atas kejadian pengusiran terhadap wartawan, Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia, H. Taufiq Rachman, SH,S.Sos turut angkat bicara dan mengecam keras tindakan oknum Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian tersebut.

“Tindakan oknum Kasipenkum tersebut sudah melanggar undang-undang pokok Pers, dimana jurnalis dalam bekerja dilindungi oleh undang-undang no.40/1999 tentang pers,” imbuh Taufiq Rahman.

Lebih jauh Taufiq Rahman juga mengharapkan kepada aparat penegak hukum untuk bisa melindungi para wartawan/jurnalis dalam melaksanakan aktifitas peliputan di seluruh Nusantara Indonesia.

Wartawan mempunyai Undang-Undang dalam memperoleh sebuah informasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP), namun pada kenyataannya ibarat langit dan bumi.

"Jurnalis adalah mitra pemerintah, maka aparat penegak hukum diharapkan bisa memberikan  pelayanan dan perlindungan terhadap pekerjaan para jurnalis,” paparnya. (Rls/Red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas