Headlines News :
Home » , , , » Kasi Penkum Kejatisu: Demi Keamanan dan Sesuai SOP, Wartawan Tak Boleh Masuk Ke Kejati Sumut

Kasi Penkum Kejatisu: Demi Keamanan dan Sesuai SOP, Wartawan Tak Boleh Masuk Ke Kejati Sumut

Written By Harian Berantas on Tuesday, August 14, 2018 | 9:29:00 AM

HARIANBERANTAS, SUMUT- www.iGlobalNews.co.id merupakan salahsatu media online dari kesekian media di Sumatera Utara (SUMUT) yang viral  dikalangan kuli tintah yang diusir saat meliput kegiatan di kantor Kejati Sumatera Utara.
Doc Nett: Sumanggar Siagian, Kasipenkum Kejatisu

Wartawan iGlobalNews.co.id yang bertugas di kejati sumut itu diusir seperti binatang oleh Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, pada saat meliput kegiatan pelantikan dan serah terima jabatan Asinten Pengawasan (Aswas) dan beberapa pejabat di Kejari serta Koordinator dan KTU di Aula Sasana Cipta Kertha lantai 3 gedung Kejati Sumut, Senin (13/08/2018) pagi.
Menurut keterangan wartawan www.iGlobalNews.co.id korban pengusiran menjelaskan, saya diusir oleh Sumanggar Siagian yang tidak lain adalah Kasipenkum Kejati Sumut.
Sumanggar Siagian mengatakan "sana-sana, tidak boleh masuk. Ini khusus wartawan TV yang diundang. Kata Sumanggar Siagian dengan nada tinggi. Lalu Sumanggar juga langsung "menutup tirai pembatas dari dalam ruangan Aula".
Menanggapi perbuatan Sumanggar Siagian yang mengusir wartawan, Penasehat Perkumpulan Wartawan OnlineIndependen Nusantara (PWOIN) Tedjo Edhi  akhirnya angkat bicara.
Tedjo Edhi sangat menyesalkan pengusiran Sumanggar Siagian terhadap wartawan di kejati sumut kemaren.
Tedjo Edhi mengatakan "Apa tidak ada yang lebih sopan ? Bicara saja baik-baik jika memang kegiatan tidak bisa diliput. Toh wartawan akan mengerti karena mereka dibatasi dengan kode etik", ujar mantan KSAL dan Menko Polhukam ini.
Menurut mantan KSAL dab menko Polhukam yang saat ini menjabat sebagai penasehat Sekber Pers Indonesia mengatakan, "cara-cara arogan sudah tidak jamannya lagi. Semua bisa selesai dengan komunikasi yang baik"
"Wartawan itu teman, jangan dianggap musuh" ujar Tedjo saat diminta konfirmasinya via HP tadi sore.
Sebagaimana diketahui pengusiran terhadap wartawan terjadi lagi untuk kesekian kalinya.
Pelarangan liputan itu dilakukan saat kegiatan acara serah terima jabatan Asisten Pengawasan (Aswas), Kajari dan Koordinator.
Yang dilaksanakan di KTU,Aula Sasana Cipta Kertha Lantai 3 Gedung Kejati Sumut, Senin (13/08/2018).
Sercara terpisah, Awaludin Lubis sangat menyayangkan atas sikap oknum Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, yang dinilai tidak bersahabat dan arogan.
"Seharusnya Kasipenkum dapat menjaga kemitraan dengan baik kepada awak media. Bukan alergi dan arogan terhadap media," tegas Lubis wartawan iGlobalNews.co.id, sapaan akrabnya dengan nada kesal.
Ia, meminta kepada Kajati Sumut, Bambang Sugeng Rukmono untuk menindak tegas terhadap oknum Kasipenkum tersebut.
"Kajati harus menindak tegas terhadap oknum Kasipenkum agar kejadian ini tidak terulang kembali.
Seharusnya Kasipenkum memberikan contoh baik layaknya seorang pejabat yang langsung bersentuhan dengan para kuli tinta. Inikan menjadi tanda tanya kami ada apa  gerangan dengan Kasipenkum kepada media kami,"paparnya.
Selain itu, Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia, Taufiq Rachman juga angkat bicara dan mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian.
“Tindakan oknum Kasipenkum tersebut sudah melanggar undang-undang Pers dimana jurnalis dalam bekerja dilindungi oleh undang-undang pers,” ujar Taufiq Rahman.
Lebih jauh Taufiq Rahman juga mengharapkan kepada aparat penegak hukum untuk bisa melindungi para jurnalis dalam melaksanakan aktifitas peliputan di seluruh Nusantara Indonesia.
Sejatinya, wartawan mempunyai undang-undang dalam memperoleh sebuah informasi yang tertuang dan sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Jurnalis adalah mitra pemerintah, maka aparat penegak hukum diharapkan bisa memberikan perlindungan terhadap kerja-kerja para jurnalis,” ujarnya.
Pihak Kadipidum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi harianberantas, terkait  berita wartawan yang di usirnya.
Berikut penjelasan Sumanggar Siagian:
Selamat sore pak... Bahwa hari ini kita mengadakan sertijab 6 pejabat stuktural di wilayah Kejati Sumut atas nama Asisten Pengawasan ,3 pejabat Kajari se Sumut, 1 pejabat sekelas Kabag TU dan 1 orang kordinator Kejati.
Kita melaksankan acara sertijab hanya mengundang fotografer Humas Penkum dan wartawan Metro TV untuk meliput kegiatan sertijab tersebut dan sesuai kebijakan SOP keamanan kantor Kejati dan wartawan tidak boleh meliput tanpa ada izin dari Kasi penkum".
"Dan pemberitaan bahwa Kasi Penkum usir wartawan itu tidak benar," kata Kasipudum, Selasa (14/08/2018) Pukul. 08.33. Wib.
Ketika ditanya,  kenapa dilarang wartawan untuk masuk selain media Metro TV. Apakah wartawan lain mengancam keamanan Kejati sumut..?
Apakah dalam SOP Kejati sumut jika wartawan mengancam keamanan?. Sumanggar Siagian tidak menjawab lagi. (Red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas