Headlines News :
Home » , » Kasek SMAN 02 Pekanbaru Terancam Dilaporkan Terkait Kasus Dugaan Pungli

Kasek SMAN 02 Pekanbaru Terancam Dilaporkan Terkait Kasus Dugaan Pungli

Written By Harian Berantas on Saturday, August 11, 2018 | 8:32:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Penerimaan siswa baru Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah menjadi barang empuk bagi oknum kepala sekolah untuk melakukan pungutan liar (Pungli) dengan dalil uang bangku, bangunan sekolah, beli kipas angin dan lain-lain.

Pungutan liar ini diterapkan bagi siswa baru yang masuk lewat "pintu belakang"

Orang tua wali murid yang ingin anaknya masuk sekolah Negeri harus menerima kenyataan pahit, dengan membayar sejumlah uang kepada oknum guru yang tak lain adalah kaki tangan oknum kepala sekolah.

Dikutip dari riaukontras.com, kasus dugaan pungutan liar (Pungli) tahun ajaran tahun 2018 ini, terjadi di SMAN 02 Pekanbaru-Riau, pada penerimaan siswa baru lewat pintu belakang.

Guru wakil kesiswaan dan juga ketua panitia pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018, diduga meminta sejumlah uang kepada calon siswa baru yang ingin masuk di SMAN 2 Pekanbaru lewat pintu belakang.

Menurut F siswa yang diterima di SMAN 02 Pekanbaru masuk lewat pintu belakang mengatakan, saya masuk di SMAN 02 Pekanbaru harus membayar sejumlah uang kepada oknum guru atas nama Masrikan, kaki tangan kepala sekolah sebesar Rp. 7 Juta dengan alasan uang bangku, ungkap F.

Bahkan orang tua saya saat itu hanya punya uang sebesar Rp.5 juta, namun Masrikan, meminta ditambah 2 juta lagi, ya mau tidak mau orang tua terpaksa pinjam sana sini untuk memenuhi permintaan Masrikan,  akhirnya orang tua saya pun menyerahkan uang Rp7 juta kepada Masrikan", jelas F kepada media ini.

F meminta agar uang orang tuanya tersebut dikembalikan oleh oknum Masrikan kaki tangan dari pada kepala sekolah.

"Kami ini orang susah pak, dulu saya daftar melalui zonasi tidak mampu, namun pihak dari panitia PPDB mengarahkan pada zonasi reguler akhirnya saya tidak lolos pada verifikasi, mau tidak mau harus masuk lewat pintu belakang, ungkap F.

Ketika wartawan konfirmasi Kasim, kepala sekolah SMAN 02 Pekanbaru di kantornya mengatakan, kalau masalah uang pungutan yang diduga dilakukan oleh Masrikan, itu tidak ada, kalau 300 rupiah itu ada, tapi sumbagan dari pada orang tua, kata Kasim.

Kasim juga mengatakan, terkait tututan 4 orang siswa yang meminta uangnya dikembalikan, saya siap mengembalikannya dengan cara harus melalui orangtua dari pada siswa. Dengan melindungi narasumber, apalagi sudah menjadi siswa dari pada SMAN 02 Pekanbaru, Media ini terpaksa masih merahasikan identitas narasumber.

Dijelaskan Kasim, penerimaan siswa baru SMAN 02 Pekanbaru yang masuk secara sah dan sesuai aturan hanya 7 kelas dengan kapasitas 36 orang siswa/kelas artinya jumlah keseluruhan yang diterima sesuai aturan 252 Siswa/i. Namun karna desakan dari pada anggota DPRD Riau yang datang kesekolah untuk meminta menerima siswa baru yang tidak lolos pada penerimaan PPDB 2018, akhirnya pihak Dinas Pendidikan mengambil kebijakan dengan menambah  2 ruang kelas baru dengan kapasitas 36/kelas dengan demikian yang masuk lewat pintu belakang sejumlah 72 orang siswa. 

Ketika wartawan menanyakan siapa saja siswa yang masuk lewat pintu belakang?, sebagian titipan dari anggota DPRD Riau, titipan dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan juga langsung kami terima di sekolah, jelasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (DPD LSM GERAK-INDONESIA) Emos kepada media ini mengatakan, terkait pungutan liar yang diduga dilakukan oleh Masrikan Wakil Kesiswaan dan Kepala Sekolah SMAN 2 Pekanbaru, kita telah siapkan laporan resmi kepada Polda Riau melalui Direskrimsus Polda Riau, ujar Emos

Dijelaskan Emos, pungutan sejumlah uang kepada wali didik baru pada pelaksanaan PPDB lewat pintu belakang bukan lagi rahasia umum, ini sudah menjadi  penyakit tahunan yang sulit untuk disembuhkan.

Dengan demikian wajib hukumnya untuk segera kita sampaikan laporannya kepada penegak hukum agar kedepan tidak akan ada lagi, ini dunia pendidikan, kalau sudah dimulai pada dini main bayar-bayar pasti generasi kita kedepan akan rusak, ungkap Emos.

Ditambah Emos, relless pelaporan perbuatan dugaan pumgutan liar (Pungli)  yang diduga dilakukan oknum guru wakil kesiswaan dan oknum Kepala Sekolah SMAN 2 Pekanbaru sudah kita siapkan untuk diteruskan ke Polda Riau, ujar Emos. (rls/red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas