Headlines News :
Home » , » Dunia Pers di Riau Dihadapkan ke UU ITE., Jaksa dan Pelapor Amril Mukminin Tak Hadir Saat Sidang

Dunia Pers di Riau Dihadapkan ke UU ITE., Jaksa dan Pelapor Amril Mukminin Tak Hadir Saat Sidang

Written By Harian Berantas on Thursday, August 16, 2018 | 8:00:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Sidang lanjutan dugaan pelanggaran pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE yang dituduhkan Bupati Kabupaten Bengkalis, Amril Mukminin terhadap Pemred www.harianberantas.co.id, Toro, ditunda lagi, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersamaan Pelapor Amril Mukminin dan para saksi pelapor tak hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru-Riau, Kamis (16/08/2018) kemaren.

Hakim Ketua, Toni Irfan SH,MH, menerangkan kepada Kuasa Hukum, Toro, sidang kali ini tidak dapat dilanjutkan karena Jaksa dan para saksinya pelapor tak hadir

"Jaksa dan saksi yang sempat hadir di Pengadilan ini tadi, sudah pulang. Padahal Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ada semua dan lengkap," terang Toni Irfan saat persidangan tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Oleh karena itu, majelis hakim berpendapat sidang dilanjutkan kembali pada Kamis (23/08/2018) mendatang, dengan agenda tetap pemeriksaan (keterangan) pelapor, saksi dan bukti.

Kuasa Hukum/Pengacara Pemred Harianberantas (Toro) yang diketuai Jusman SH., MH, merasa kecewa karena Jaksa Penuntunt Umum (JPU), tak hadir dalam persidangan yang sudah tiga kali sidang ini ditunda.

“Kami dari kuasa hukum atau PH-nya Pemred Media Harian Berantas, Toro, sangat kecewa terhadap JPU. Kami kurang tahu apa maksud  Jaksa kenapa mereka langsung pulang. Padahal majelis hakim dalam perkara ini ada dan lengkap, terang Jusman.

Jusman kepada insan Pers di PN Pekanbaru menerangkan, bahwa kasus pelanggaran undang-undang ITE yang dituduhkan kepada Pemred Harianberantas, Toro, dari awal sudah keliru dan rekayasa.

“Ini perkara yang dituduh ke klien kami, dari awal sudah keliru dan diduga banyak rekayasanya. Bukti rekayasa perkara seperti inilah yang perlu kita sampaikan dalam persidangan, termasuk keterangan saksi maupun keterangan dari Bupati Amril Mukminin sebagai pelapor. Apalagi kasus ini sengketa Pers yang sudah pernah diklarifikasi oleh Dewan Pers,” terang Jusman  

Sementara, Pemimpin Redaksi Harian Berantas, Toro, kepada Wartawan di PN Pekanbaru-Riau, mengaku kecewa karena Jaksa yang mendakwanya dalam kasus pelanggaran undang-undang ITE akibat pemberitaan media Pers, tak hadir saat sidang. Meski demikian, ia tetap menghormati proses hukum yang berlaku, karena perkara yang dituduhkan JPU menurutnya tidak benar dan penuh rekayasa pula.

"Saya tetap mengikuti proses hukum, karena kita anak bangsa harus taat dan patuh pada hukum. Perlu saya sampai kepada kita semua insan Pers, bahwa JPU mendakwa saya dalam masalah ini, mengenai pemberitaan media Pers terkait kasus dugaan perbuatan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial atau Bansos/Hibah senilai Rp272 miliar, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan produk pelanggaran undang-undang ITE. Namun karena dalam kasus yang dituduhkan ini terindikasi ada ajang manfaat kekuasaan dan kepentingan, peristiwa yang terjadi seperti ini tak bisa ditawar, dan tetap terjadi," ucap Toro. 

Selain itu, Toro berharap kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk tetap meneruskan penyelidikan dan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana Bansos/Hibah Kabupaten Bengkalis sebesar Rp272 miliar tahun 2012 silam itu, dan terpenting lagi, agar kedepan jangan lagi ada Wartawan atau pekerja Pers yang di kriminalisasi, hanya karena intervensi dan intimidasi pihak tertentu. (Tri)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas