Headlines News :
Home » » Djunaidi Penggiat Pelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup: Pohon Sumber Utama Kehidupan Manusia

Djunaidi Penggiat Pelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup: Pohon Sumber Utama Kehidupan Manusia

Written By Harian Berantas on Monday, August 27, 2018 | 10:00:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU-- Hutan dan lingkungan hidup merupakan sumber kehidupan manusia dibumi ini. Pasalnya, satu pohon dapat menyuplai oksigen alami untuk dua orang begitu juga sebaliknya.

Mempertahankan hutan tidak segampang di balik telapak tangan, maka harus ada pernobanan. Hal ini disampaikan Djunaidi salahsatu pegawai kehutanan bagian pembinaan dan pemberdayaan masyarakat Riau dalam pelestarian dan penyelamatan hutan dan lingkungan hidup yang mendapatkan penghargaan dari dari presiden RI Joko Widodo yang di selenggarakan di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal (29-30/08/2018) saat jumpa pers di pekanbaru, Senin (27/08/2018) malam.

Djunaidi (61), mewakili jutaan masyarakat indonesia khususnya Riau yang terpanggil secara suka rela demi bangsa ini dan atas keberhasilannya mendapat penghargaan dari presiden republik indonesia yang di serahkan langsung oleh Pak Joko Widodo di manado.

"Iya, memang benar saya di undang untuk menerima penghargaan dari Presiden RI Pak Joko Widodo yang di selenggarakan di manado-Sulut besok"

Prestasi ini saya sumbangkan untuk nama baik indonesia khususnya provinsi Riau.

Awalnya Saya kaget dan tidak menyangka kalau saya mendapatkan penghargaan tersebut" Katanya.

Djunaidi mengisahkan perjuangannya dalam menyelamatkan hutan dan lingkungan hidup di Riau selama puluhan tahun belakangan ini.

Meskipun badai menerpa dan menghadangnya tak membuatnya patah semangat. Bahkan dengan rintangan itulah yang membuatnya semakin gigih dan semangat.

"Alhasil saya sudah membina kelompok tani dan lembaga swadaya masyarakat hampir 200 kelompok untuk melestarikan dan menyelamatkan hutan dan lingkungan hidup di Riau.

"Sebenarnya untuk tugas satu orang pegawai seperti saya ini hanya satu kecamatan saja. Akan tetapi melihat mirisnya hutan yang sudah gundul akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab akhirnya saya terpanggil untuk menyelamatkan hutan dan melestarikannya kembali seluruh hutan di Provinsi Riau"

"Dalam penerimaan penghargaan itu saja saya tidak mendapatkan support penuh dari pemerintah. Padahal  Bupati Kampar dan Gubernur Riau dan pejabat lainnya di undang untuk menyaksikan acara penerimaan penghargaan yang mengharumkan nama daerah Riau tersebut" Jelasnya.

Sedangkan biaya keberangkatan saja terpaksa dari kantong saya sendiri. Karena pihak pemerintah berbelit belit.

"Mereka berbelit belit. Masa saya baru di berangkat pada hari rabu pada detik penyerahan piagam itu. Anehnya lagi pemerintah hanya mampu memberikan akomodasi Rp. 1 juta saja itupun baru di kasih setelah pulang dari manado. Akhirnya saya tolak dan berangkat sendiri tanpa bantuan pemerintah Riau" Tuturnya.

Saya berharap (Djunaidi,red) mengajak semua pihak untuk menjaga dan melestarikan hutan yang sudah ada dan segeralah menanam pohon kembali dimana saja kita berada. Karena dengan menanam pohon kita sudah menyelamatkan sebanya dua jiwa manusia.

"Kita menanam satu saja pohon berarti sudah menyelamatkan dua jiwa manusia. Begitu juga sebaliknya jika kita menebang satu pohon berarti kita menghilangkan dua nyawa manusia. Karena pohon adalah sumber kehidupan. Tutupnya.

Seperti diketahui, hutan di Riau sudah gundul dan habis akibat perbuatan korporasi para oknum pengusaha yang tidak peduli terhadap hutan dan lingkungan hidup dan hanya mementingkan kepentingan pribadi / kelompok (Korporasi).. (B. Anas)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas