Headlines News :
Home » » Dikonfirmasi Kemampuan Riau Kelola Blok Rokan Rp1,267 Triliun, Wakil Gubernur Riau Mengamuk

Dikonfirmasi Kemampuan Riau Kelola Blok Rokan Rp1,267 Triliun, Wakil Gubernur Riau Mengamuk

Written By Harian Berantas on Tuesday, August 21, 2018 | 9:15:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Sikap arogansi Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim yang mengamuk saat diwawancara Wartawan terkait kemampuan pengelolaan Blok Rokan, Selasa (20/08/2018), dipertanyakan.
Doc: Riauonline
Pasalnya, sikap tak terpuji yang ditunjukkan orang nomor dua di Provinsi Riau ini terjadi, disaat ditanya oleh pimpinan redaksi sigapnews.co.id, Yefrizal, bagimana kemampuan provinsi Riau untuk mengelola Blok Rokan yang sudah sering didengungkan oleh media massa lokal di Riau selama ini.
 
Wagubri, Wan Thamrin Hasyim saat diwawancara Wartawan didepan gedung sembilan lantai kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman. (foto riauonline)

Menurut Pemred media siber Sigap News, Yefrizal, Wan Thamrin Hasyim ketika ditanya kemampuan Provinsi Riau untuk mengelola Blok Rokan tahun 2021 merupakan pertanyaan yang normatif dan perlu disampaikan ke masyarakat Riau. Tetapi Wan Thamrin Hasyim menanggapi wawancara Pers, diluar dugaan seakan kebarakan jenggot.

"Kamu orang mana?. Kamu bukan orang Melayu ya?. kamu bukan orang Riau ya?" jawab Wan Thamrin Hasyim yang ditujunkkan kepada Yefrizal.

Yefrizal merasa heran atas jawaban Wan Thamrin Hasyim, karena lain yang ditanya, lain pula jawabannya

"Apa perlu harus orang Riau atau Melayu yang boleh bertanya kepada pejabat publik?, tanya Yefrizal.

"Kejadian tersebut berlangsung cepat dan saya tidak mengira ini akan membuat pak Wan mengamuk. Ini disaksikan oleh para wartawan dari berbagai media serta Satpol PP yang bertugas di kantor Gubernur," beber Yefrizal, yang juga ketua Forum Jurnalis Melayu Riau (FJMR).

"Saya sangat menyayangkan perilaku pak Wan, karena tidak mencerminkan seorang pejabat tinggi di Bumi lancang Kuning ini. Kalau tidak ingin diwawancara jangan jadi pejabat publik", ujar Yefrizal bernada kecewa.

Wartawan yang berada disekitar tempat Wan Thamrin Hasyim mengamuk mengatakan kepada yefrizal bahwasannya sang Wagubri sedang "Sensi". "Biasa Bang, dia lagi  Sensi", ujar salah satu media televisi kepada Yefrizal.

Yefrizal menjelaskan, pejabat publik, termasuk kepala daerah, wajib untuk tidak menutup diri kepada publik, apalagi wartawan. Sebab menolak memberi informasi selain termasuk menghalang-halangi kerja jurnalistik sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers juga melanggar prinsip keterbukaan informasi seperti diatur dalam undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik atau KIP.

Tujuan keterbukaan informasi publik, seperti ditegaskan dalam undang-undang KIP, kata Yefrizal, agar publik mengetahui perencanaan kebijakan publik, pelaksanaan, dan pengawasannya. Selain itu untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, menjadikan layanan informasi yang berkualitas, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Jika pejabat publik dan institusinya tertutup, sudah bisa dipastikan bahwa tujuan tersebut tidak akan tercapai. Partisipasi masyarakat akan rendah, masyarakat tidak tahu tentang pembuatan dan pelaksanaan kebijakan, tata kelola pemerintahan buruk, layanan informasi publik tak berkualitas, dan masyarakat tidak cerdas," tukasnya.

Untuk diketahui, perusahaan sekelas Chevron memerlukan investasi sebesar USD 88 miliar atau Rp1.267 triliun  di Blok Rokan. Bukan saja padat modal akan tetapi juga harus memiliki teknologi serta Sumber Daya manusia yang memadai

PT Chevron Pasifik Indonesia memanfaatkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Dengan teknologi tersebut, cadangan minyak yang bisa diambil sebesar 1,2 miliar barel.

"Itu semua perlu kita siapkan dan harus dipaparkan ke publik khususnya masyarakat Riau," tutup Yefrizal putra asli Melayu Rokan Hilir (Rohil) ini.

Menyikapi dugaan perbuatan arogansi Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim terhadap pekerja Pers ini, awak media ini bersama rekan media Pers lainnya, mendatangi kantor Gubernur Riau, Selasa (21/08/2018) sore mencoba menemui sang Wagubri, Wan Thamrin Hasyim guna konfirmasi, tak berhasil, karena sang wakil Gubernur Riau itu belum masuk kantor. “Pak Wakil tak ada masuk bang, kata salah satu petugas Satpol PP menjawab Wartawan.

Namun demikian, jajaran redaksi atau owner media yang mendapat informasi dugaan arogansi orang nomor dua di Provinsi Riau ini terhadap Pers/Wartawan, mengutuk keras tindakkan yang dilontarkan pejabat publik satu ini (Wan Thamrin Hasyim). (Red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas