Headlines News :
Home » » Diduga Wartawan Aktif Merangkap Sebagai Direktur Timses Pemenangan Jokowi-Ma'ruf..? Ini Penjelasan Tb. Ardi Januar

Diduga Wartawan Aktif Merangkap Sebagai Direktur Timses Pemenangan Jokowi-Ma'ruf..? Ini Penjelasan Tb. Ardi Januar

Written By Harian Berantas on Thursday, August 16, 2018 | 3:19:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Beredar isu susunan personalia tim pemenangan calon presiden (Capres) RI tahun 2019 mendatang, Joko Widodo  - KH. Ma'ruf Amin,  menuai mendapat kritik dari berbagai kalangan.

Kritikan itu berdatangan dari Tb. Ardi Januar, pasca beredar broadcast link berita susunan personalia Timses Jokowi-Ma'ruf.

Pasalnya,  dalam susunan tim pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin terdapat kejanggalan.
Kejanggalan dalam Strukturnya belum lengkap dan hanya mencantumkan 11 direktur pemenangan, dimulai dari bagian logistik, jaringan, advokasi dan lain sebagainya.

Parahnya lagi dalam struktur susunan tim pemenangan itu terdapat nama seorang Wartawan Aktif berinisial YH.

Menurut informasi, diduga YH sebagai pemimpin redaksi iNews TV  yang bernaung di MNC TV Group milik pengusaha besar berinisial HT.

Selain itu, YH juga sebagai pimpinan delegasi partai Perindo


Lebih jauh Tb. Ardi Januar, dari awal dirinya tidak yakin danp percaya, dengan susunan nama-nama yang tercantum dalam Timses jokowi-Ma'ruf, karena baginya itu urusan dapur sebelah dan wajar bila mereka membuat tim terbaik untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Namun timbul keanehan itu setelah dirinya menelusuri kebenaran salah satu nama timses, sehingga akhirnya, menemukan satu nama nama berinisial YH (Yadi Herdiana) yang tercatat sebagai Direktur IV Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf yang khusus menangani media massa dan sosial media. Yadi juga tercatat sebagai delegasi dari Partai Perindo. Kata Tb Ardi Januar kepada awak media.

"Saya mengenal Yadi. Dia adalah pemimpin redaksi di iNews TV, salah satu stasiun televisi yang bernaung di MNC Group milik Hary Tanoesoedibdjo. Selain itu, saat ini dia juga tercatat sebagai Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

"Jujur saya terganggu. Kok bisa wartawan aktif terlibat dalam politik praktis dan memegang jabatan strategis"

Sementara dalam Kode Etik Jurnalistik pasal 1, wartawan Indonesia harus bersikap independen, berimbang dan tidak memihak. Selain itu, di pasal 6 juga tercatat bahwa wartawan Indonesia tidak boleh menyalahgunakan profesi.

Bagaimana mungkin saudara Yadi bisa menjaga independensi dalam menyikapi dua kubu yang sedang berkompetisi, sementara dia sudah berdiri di satu sisi. Terlebih dia seorang pemimpin redaksi yang bisa memerintahkan semua reporternya untuk menciptakan framing berita dan narasi.

Apalagi, saudara Yadi adalah ketua umum organisasi jurnalis televisi se-Indonesia.

Seharusnya dia (Yadi, red) memberikan teladan yang baik kepada para pengurus dan kadernya tentang integritas dan netralitas seorang wartawan. Secara khusus saat ini kepercayaan publik terhadap pemberitaan media massa sedang dipertaruhkan.

Saya ingin sekali menemui dan tabayun langsung kepada saudara Yadi. Tapi berdasarkan informasi, saat ini dia sedang berada di Tanah Suci. Entah sedang bertugas atau sedang menunaikan ibadah haji. 

Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan kepada saudara Yadi, bila Anda masih setia dengan profesi jurnalis, sebaiknya Anda mundur dari tim pemenangan Jokowi.

Namun bila Anda memilih fokus menjadi tim sukses Jokowi, sebaiknya anda berhenti sebagai wartawan dan pamit dari jabatan ketua umum ikatan jurnalis televisi.

Tetapi bila Anda memilih aktif dua-duanya, maka dengan terpaksa dan sangat berat hati saya akan melaporkan Anda ke Dewan Pers dan instansi terkait lainnya. 

Semua ini demi menjaga nama baik profesi jurnalistik, nama baik media massa di Indonesia, nama baik organisasi jurnalis televisi yang dan menjaga marwah demokrasi.

Saya (Tb. Ardi Januar, red) merupakan junior Anda (Yadi, red) sebagai wartawan yang memutuskan berhenti karena memilih aktif di lembaga politik.

Sebenarnya bisa saja saya nyambi dan menjalankan keduanya, tapi saya sadar ini tidak akan baik buat profesi jurnalis dan wajah demokrasi.

Maka akhirnya saya harus memilih salah satu yaitu berkecimpung di dunia politik.

Saya berharap saudara Yadi memiliki pemikiran yang sama, Harap Tb Ardi Januar (Red)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas