Headlines News :
Home » » Sejumlah Proyek SDA Dinas PUPR Riau Terancam di Laporkan

Sejumlah Proyek SDA Dinas PUPR Riau Terancam di Laporkan

Written By Harian Berantas on Friday, July 27, 2018 | 11:09:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU--- Sejumlah Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Bidang Sumberdaya Air Provinsi Riau, diduga asal jadi. Pasalnya, puluhan proyek fisik dan Non Fisik diduga penuh permainan para oknum kontraktor, konsultan pengawas dan pejabat tertentu. Padahal proyek yang digelontorkan pemerintah menggunakan APBD Riau ini bertujuan untuk memajukan perekonomian masyarakat. Namaun pada kenyataan dilapangan asal jadi. Masyarakat dijadikan sebagai tameng untuk kepentingan pibadi/kelompok para oknum-oknum tertentu.
Salahsatu Doc. Proyek SDA PUPR Riau di Bengkalis
Menurut Sekretaris Umum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK), Bowonaso yang akrap disapa B. Anas, kepada sejumlah media, jumaat (27/07/2018), menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan investigasi dilapangan terkait pelaksanaan sejumlah kegiatan paket proyek PUPR diseluruh wilayah riau diantaranya 10 paket proyek Dinas PUPR Riau bidang SDA dan Bina Marga senilai puluhan milyar rupiah yang terletak di kabupaten bengkalis, saat ini tim sudah kita bagi tugas yaitu tim Investigasi dan pencari bukti, tim analisa dan Penyusunan laporan. Bukti ini kita siapkan minimal dua alat bukti  awal sebagai pedoman bagi penyelidikan penegak hukum.

Proyek yang sedang disusun bukti tersebut diantaranya masalah paket pekerjaan pemeliharaan sungai Muara sungai Teluk Latak, Desa Teluk Latak Kec.Bengkalis T.A 2018, senilai Rp. Rp. 195.500.000,” diduga bermasalah. Kenapa tidak, dari hasil investigasi tim di lapangan menemukan beberapa item permasalahan pada kegiatan ini.

Item permasalahan seperti, dugaan pengurangan volume pekerjaan dalam kontrak “galian sekaligu pembuatan bodi jalan dengan panjang 1.200 Km X 100 Cm, sementara yang terealisasi dilapangan kuat dugaan hanya 800 M, itupun diduga tidak sesuai spek/bestek dan begitu juga dengan paket lainnya.

Parahnya lagi, akibat pekerjaan tersebut, jalan simenisasi yang dibangun pemda bengkalis sudah hancur akibat dilewati alat berat yang ditangkan pihak rekanan kontraktor yang melebihi tonase. Dan hingga kini belum diperbaiki oleh pihak kontraktor dan pihak terkait lainnya. Jelas B. Anas.

Munurut keterangan dari sejumlah warga setempat yang tidak mau di sebut namannya, kepada media di lokasi proyek menuturkan, ” pekerjaan pemeliharaan muara sungai teluk latak, sangat mengecewakan, kalau diperkiran biaya yang terealisasi diduga tidak sampai Rp. 100 Juta, itu pun hasil pekerjaannya amburadul (asal jadi). Bukan itu saja akibat pekerjaan, pemeliharaan muara sungai teluk latak ini, mengakibatkan jalan simenisasi hancur karena keluar masuk alat berat. Anehnya rekanan kontraktor tidak mau bertanggung jawab. Pada saat alat dibawa pulang oleh kontraktor sejumlah warga dan aparat desa disini sudah menyetop pihak kontraktor untuk dimintai pertanggungjawaban terkait kerusakan jalan ini, namun pihak kepolisian/petugas satlantas menyarankan agar masalah kerusakkan jalan masyarakat di bicarakan ke pihak rekanan. Ternyata sampai saat ini belum ada etikan baik dari rekanan maupun dari PUPR provinsi Riau, kata warga tempatan dengan geram.

Permasalahan yang sama juga terjadi pada paket pekerjaan pemeliharaan sungai taher Dusun II Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis. T.A 2018, Nilai Kontrak Rp 193.500.000,” dari hasil pelaksanaannya dilapangan diduga di kerja asal jadi atau tidak sesuai spesifikasi teknis kerja.

Selanjutnya, proyek pemeliharaan “Sungai Muara Pendekik, Kecamatan Bengkalis. T.A 2018. Rp. 194.000.000, dan sejumlah proyek pemeliharaan sungai lainnya di wilayah Kabupaten Bengkalis yang di tangani dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang bidang sumber daya air (PUPR) Riau. Proyek-proyek ini diduga tidak sesuai spesifikasi alias asal jadi.

Aneh bin ajaib, telah berkali-kali media ini berupaya melakukan konfirmasi ke pihak Dinas PUPR Riau melalui Kabid Bidang Sumber Daya Air, Efendi Saputra, ST.MT, dikantornya di jalan SM.Amin-Pekanbaru, namun sangat disayangkan tidak pernah berhasil ditemui. Salahsatu stafnya bernama Anggi, mengatakan jika Efendi Saputra, ST.MT, tidak bisa dijumpai karena sibuk. “Kata pak Efendi Saputra, ST.MT, dia lagi sibuk”

Sementara menurut keterangan salah satu pejabat Bidang Sumber daya air, PUPR Riau bernama Mufriadi. ST didampingin oleh Habibi yang mengaku sebagai kontraktor pelaksana mengatakan, saya diperintahkan oleh pak kabid (Efendi Saputra, ST.MT,red) untuk menemui bapak. Apa masalahnya pak?

“Saya bukan PPTK proyek itu, tapi hanya diperintahkan oleh pimpinan. Nanti informasi ini akan sampaikan lagi sama pimpinan” jawab Mufriadi. ST, seusai wartawan menjelaskan.

Sementara Habibi selaku kontraktor yang ikut disuruh Efendi Saputra, tidak terima kedatangan wartawan untuk mengkonfirmasi masalah proyek yang ditanganinya. Habibi ini menunjukan arogansinya dengan gaya mengancam sambil menjelaskan jika dirinya kontraktor professional proyek pemerintah di Riau. Sehingga setiap proyek yang dikerjakannya tidak pernah meleset sedikitpun.

“Saya ini kontraktor professional pemerintah, kesana kita biar kujelaskan tata cara kerja saya” kata habibi dengan menunjuk tempat sepi dengan nada mengancam dan wajah memerah serta mata melotot. Rabu, (4/07/2018) di gedung Dinas PU Riau, jln. SM.Amin-Pekanbaru.

Menanggapi bebagai permasalahan proyek PUPR-Riau yang menelan anggaran APBD Riau puluhan milyar itu, Ml, salah tokoh masyarakat Kabupaten Bengkalis yang juga berprofesi sebagai kontraktor, mengaku sangat kecewa dengan hasil pekerjaan pemeliharaan sungai di Kab. Bengkalis  yang dibiayai oleh Dana APBD Provinsi Riau.

Menurut ML saat meninjau lokasi proyek galian/pemeliharaan sungai tersebut, menjelaskan jika proyek yang baru seumur jagung itu diduga tidak sesuai spek alias asal jadi.

ML menambahkan, jika pekerjaan proyek “Sungai Bengkalis kelurahan Cik masayu”, hanya unjungnya saja yang dikerja, begitu juga denganproyek dekat SPBU di Desa Air putih Bengkalis, hanya di korek-korek aja. “Ada 10 tempat kegiatan penggalian itu, hasilnya hampir sama hasilnya (asal jadi), Jelasnya

Selain itu, sejumlah masyarakat bengkalis yang turut hadir dalam kegiatan investigasi pihak LSM yang diliput oleh sejumlah media, dengan penuh harapan meminta media dan LSM Komunitas Pemberantasa Korupsi (DPP LSM KPK) agar segera mengusut dan melaporkan masalah dugaan kecurangan sejumlah dana proyek pemeliharaan sungai yang telah menghabiskan Dana APBD Provinsi Riau T.A 2018, milyaran rupiah tersebut.

“Kami masyarakat meminta kepada bapak-bapak LSM KPK dan wartawan untuk melaporkan ke penegak hukum. Hanya itu harapan kami kepada bapak-bapak semua, agar permasalahan ini cepat terungkap. Kami percaya jika lsm kpk  bisa mengungkapnya, karena sudah terbukti dengan laporan bansos tahun 2012 lalu. Tolong lanjutka kebaikannya kepada kami warga bengkalis” Pinta warga.

Perlu diketahui sejumlah proyek PUPR Riau itu terkesan terburu-buru, bahkan kuat dugaan sudah di PHO-kan semuanya demi mengejar keuntungan semata. Semoga pihak penegak hukum segera menyidik proyek-proyek bermasalah itu tanpa menunggu laporan dari masyarakat atau LSM Komunitas Pemberantasa Korupsi (KPK), (Tehe)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas