Headlines News :
Home » , , » Proyek Peningkatan Puskesmas Kulim Jaya Diduga Ajang Korupsi

Proyek Peningkatan Puskesmas Kulim Jaya Diduga Ajang Korupsi

Written By Harian Berantas on Sunday, July 8, 2018 | 9:41:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU-- Mantan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Inhu Tahun 2017 lalu, Elda Fitriani yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) kontrak kerja kepada pihak rekanan PT Cahaya Danau Raja selaku pemegang tender pada kegiatan proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya terkesan menutup nutupi informasi kepada awak media saat disambangi, Jumat (29/06) kemarin di kantor Dinkes Inhu.

Elda Fitriani yang sekarang menjabat Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Inhu ini mengatakan bahwa proyek peningkatkan Puskesmas Kulim Jaya yang dikerjakan oleh PT Cahaya Danau Raja yang menelan anggaran APBD Inhu TA.2017 lalu sebesar Rp 2.8 Milyar itu sudah selesai 100 % sesuai kontrak kerja. "Pekerjaannya sudah dinyatakan selesai 100 % sesuai kontrak, "sebutnya.

Proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya dimenangkan oleh PT Cahaya Danau Raja melalui proses lelang dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.8 Milyar APBD Inhu 2017 dengan masa pelaksanaan selama 180 HK. Kontrak kerja dibuat sekitar tanggal 15 Juni 2017 lalu.

Tanggal 28 Juni 2018 kemarin, sejumlah pekerja masih terlihat beraktivitas menyelesaikan beberapa item pekerjaan seperti pembuatan septictank, pengecatan, pemasangan keramik lantai 2 dan keramik lantai kamar mandi serta pembuatan drainase pada proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya.

Saat disinggung item-item pekerjaan dalam kontrak kerja 2017 lalu, Kabid P2P Dinkes Inhu ini gak bisa menjelaskan secara rinci. Dirinya hanya mengatakan, saya sudah tidak ingat lagi seperti apa isi kontraknya. Semua pekerjaan yang dikerjakan mereka (PT. CDR-red) itu sudah siap keseluruhanya sesuai kontrak. "Document kontrak itukan document negara. Gak segampang itu wartawan bisa melihatnya, "ucapnya menjawab awak media.

Mantan PPK ini menambahkan, ada pun pekerjaan yang sekarang sedang berlangsung di lokasi Puskesmas Kulim Jaya itu merupakan kontrak baru penunjukan langsung (PL) APBD Inhu 2018. "Kalau terkait ini, tanya aja langsung sama Kabid yang sekarang. Itu kan bukan bidang saya lagi, "pinta pemilik usaha apotik ini.

Berita sebelumnya, Bujang Bakhtiar warga Rengat selaku owner PT Cahaya Danau Raja saat dikonfirmasi awak media Harianberantas.co.idmelalui telepon selulernya, Kamis (05/07) mengakui bahwa PT Cahaya Danau Raja selaku pemegang kontrak kerja untuk kegiatan proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya adalah miliknya.

Dia juga mengakui bahwa perusahaannya dipinjam oleh si Jon dan si Willy yang sama-sama warga Kelayang. Setahu saya, pekerjaan proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya APBD Inhu TA.2017 lalu sudah selesai 100 % sesuai kontrak.

Saat disinggung seperti apa item-item pekerjaan dalam kontrak itu.? Bujang Bakhtiar menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki kontrak kerja tersebut. Dirinnya hanya menjelaskan bahwa perjalanan proyek tersebut mengalami perubahan kontrak atau adendum pekerjaan. Ada beberapa item pekerjaan yang berubah. Seperti : tiang tiang pancang dan penimbunan yang tujuannya agar pondasi bangunan tersebut lebih tinggi dari halaman bangunan.

Tambahnya, sekalipun diadakan Adendum pekerjaan, kalau masalah nilai kontrak memang tetap nilainya sebesar Rp 2.8 Milyar. Yang jelas pekerjaan proyek tersebut sudah 100 % selesai pekerjaanya sesuai kontrak yang ada, "ucapnya sambil berpesan agar proyek itu ditanyakan juga ke pihak konsultan pengawas.

M Yunus selaku Pelaksana tugas (Plt) Dinkes Inhu pada tahun 2017 lalu, saat dikonfirmasi awak media Harianberantas.co.idmelalui telepon selulernya, Selasa (03/07) kemarin mengatakan bahwa, proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya yang dikerjakan oleh PT Cahaya Danau Raja APBD Inhu 2017 lalu itu sudah selesai dikerjakan 100 % sesuai kontrak kerja.

Proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya yang menelan anggaran Rp 2.8 Milyar dari APBD Inhu 2017 tersebut sudah clear sesuai administrasi. Segala sesuatunya yang menyangkut proyek itu dinyatakan tuntas 100 %, "sebut Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ini.

Saat ditanya masalah isi kontrak kerjanya, M Yunus yang sekarang menjabat Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ini menjawab bahwa dirinya tidak lagi di Dinkes. Tanya saja sama Plt Dinkes atau Kabid SDK Dinkes yang sekarang. 

Dirinya mengatakan sudah tidak ingat lagi seperti apa item-item pekerjaan dalam isi kontrak tersebut. "Pekerjaan yang masih berlangsung itu seperti pemasangan keramik lantai 2, pembuatan drainase dan pembuatan septictank masuk dalam kontrak Penunjukan Langsung (PL) APBD 2018. (Lamhot Manurung).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas