Headlines News :
Home » , , , » LSM KPK Minta Penegak Hukum Periksa Kadiskes Inhu, PPK dan Kontraktor Terkait Dugaan Korupsi Dana Proyek Peningkatan Puskesmas Kulim Jaya Diduga

LSM KPK Minta Penegak Hukum Periksa Kadiskes Inhu, PPK dan Kontraktor Terkait Dugaan Korupsi Dana Proyek Peningkatan Puskesmas Kulim Jaya Diduga

Written By Harian Berantas on Tuesday, July 10, 2018 | 11:33:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU-- Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantas Korupsi (DPP LSM KPK) meminta kepada penegak hukum yakni Polda Riau, Kejaksaan Tinggi Riau dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI segera memeriksa Kepala Dinas Kesehatan  (Kadiskes) Indragiri Hulu-Riau dalam dugaan Korupsi Dana  proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya APBD Inhu senilai 2, 8 milyar TA. 2017 lalu yang diduga negara mengalami kerugian sebesar 1, 2 Milyar.
B. Anas, Sekum DPP LSM KPK RI.
Proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya yang menelan uang negara sebesar Rp 2.8 Milyar dari APBD Inhu ini dimenangkan PT Cahaya Danau Raja melalui proses lelang Tahun 2017 lalu dengan masa pelaksanaan 180 hari kerja (HK) tertanggal 15 Juni 2017  masih meninggalkan beberapa item pekerjaan yang belum tuntas alias terbengkalai "kata Sekretaris Umum DPP LSM KPK, Bowonaso Laia yang akrap disapa B. Anas kepada awak media Harianberantas.co.id melalui telepon selulernya, Selasa (10/07).
Plang Proyek Puskesmas
"Menurut saya ada yang janggal dalam proyek ini. Anehnya sekitar bulan Desember 2017 lalu, sudah di Provisional Hand Over (PHO) 95 %. Bahkan retensi yang 5 % atau masa pemeliharaan selama 180 HK pun sudah dinyatakan 100 % selesai pekerjaanya. Pada hal, setelah kita investigasi dilapangan tim menemukan beberapa item pekerjaan yang belum rampung atau terbengkalai, jelas b.anas.
Salah satu Item Pekerjaan yang amburadul

Sekretaris Umum ini, Satker Dinkes Kab. Inhu menggelontorkan lagi uang negara dari APBD Inhu 2018 sebesar Rp 195 Jt kepada CV Sugih Waras Jaya selaku pemegang kontrak kerja dengan nomor kontrak : 29/SPK/PL-PK/Dinkes-Inhu/PPSPP/APBD/V/2018 dengan masa pelaksanaan 60 HK.

Dibuatnya kontrak kerja dengan Penunjukan Langsung (PL) ini untuk pekerjaan pemasangan keramik lantai 2, keramik kamar mandi, pembuatan septictank dan drainase Puskesmas Kulim Jaya. "Lokasi kerjanya sama, kontrak kerja Tahun 2017 lalu sudah ada. Kok, ada lagi kontrak kerja PL 2018. Ada apa dibalik semua ini..?, "imbuhnya penuh tanda tanya.

Melihat kejanggalan-kejanggalan perjalanan yang terjadi pada proyek tersebut diduga kuat telah terjadi "konspirasi" atau korupsi secara tersistem antara pihak pelaksana dengan pejabat terkait sehingga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai 1, 2 Milyar Rupiah.

Untuk itu, kita dari pengurus DPP LSM KPK meminta dengan tegas kepada penegak hukum di Riau bahkan KPK RI agar sesegera melakukan penyelidikan dan memeruksa para pihak yang bersangkutan untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi, jangan menunggu laporan dari masyarakat demi menyelamatkan keuangan Negara/Daerah" pungkas aktivis anti korupsi sejak tahun 2009 ini.

Sebelumnya, Bujang Bakhtiar warga Rengat, selaku Owner PT Cahaya Danau Raja membenarkan bahwa PT Cahaya Danau Raja pemenang lelang pada kegiatan proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya dari Satker Dinkes Inhu dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.8 Milyar APBD Inhu TA.2017 lalu, "kata Bujang Bakhtiar kepada awak media Harianberantas.co.idmelalui telepon selulernya, Kamis (05/07) kemarin.

Dirinya juga mengakui bahwa perusahaan miliknya itu dipinjamkan kepada si Jon dan si Willy yang sama-sama warga Kelayang Kab. Inhu. Saya bukan pelaksana proyek tersebut. Mereka berdualah pelaksananya. Setahu saya, proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya itu sudah selesai 100 % pekerjaanya sesuai dengan kontrak kerja.

Kemarin itu (2017-red) lalu, proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya ada Adendum pekerjaan. Seperti penimbunan tanah untuk pondasi dan tiang pancang. Yang jelas, proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya APBD Inhu TA.2017 lalu itu sudah dinyatakan 100 % selesai pekerjaan sesuai kontrak, "ungkapnya.

Sementara, Junedi Iskandar, warga Kelayang Kab. Inhu, saat ditemui awak media Harianberantas di lokasi kerja proyek peningkatan Puskesmas Kulim Jaya, Jumat (28/06) pekan kemarin menclaim bahwa dirinyalah pelaksana proyek uang negara itu.

Awalnya Junedi mengatakan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung itu gunanya untuk merapi-rapikan mana yang kurang rapi. Pekerjaan sudah berlangsung hampir 2 minggu. Sekitar bulan Desember 2017 lalu, proyek ini sudah di PHO 95 %. Masa pelaksanaannya hanya 180 HK. Tinggal retensi 5 % lagi atau masa pemeliharaanya yang hampir habis, "sebutnya.

Saat disinggung papan proyek yang terpangpang di depan bangunan puskesmas itu, Junedi dengan gampangnya mengatakan, itu pekerjaan lanjutan PL untuk mengerjakan pembuatan septictank, pembuatan drainase, pemasangan keramik lantai 2 dan keramik lantai kamar mandi. Jumlah anggarannya kalau gak salah sekitar Rp 195 Juta dari APBD Inhu 2018, "ucapnya menjawab awak media. (Lamhot Manurung)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas