Headlines News :
Home » » Buset ! KPR BSD Pematang Reba "Nihil" Air Bersih

Buset ! KPR BSD Pematang Reba "Nihil" Air Bersih

Written By Harian Berantas on Wednesday, July 25, 2018 | 4:00:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU - Sejumlah warga penghuni Kredit Pemilik Rumah (KPR) Bumi Suasana Damai (BSD) di jalan lintas timur sekitar 100 Meter dari Terminal Gerbang Sari, Kelurahan Pematangreba Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) merasa kecewa.

Bagaimana tidak, para pemilik atau penghuni KPR ini yang sudah tanda tangan akad kredit di Bank BNI  Rengat, pihak pengembang perumahan dan permukiman (Developer-red) KPR BSD justru belum melengkapi sarana prasarana fasilitas umum (Fasum), khususnya sarana kebutuhan air bersih. Termasuk sarana prasarana olahraga, tempat pembuangan sampah dan rumah ibadah.

"Terus terang saya menyesal,  kalau dari awal saya tau KPR BSD program Sejuta Rumah Pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo ini tidak melengkapi sarana prasarana tentunya saya tidak akan mengambil KPR BSD," sesal konsumen inisial RA di blok O-5, Rabu (25/7/2018).

Hal senada juga dikatakan konsumen inisial MA yang menurutnya janji para Marketing KPR BSD akan membangun sarana prasarana fasilitas umum seperti fasilitas air bersih dari PDAM justru tidak ditepati alias nihil

Sayangnya, para konsumen KPR BSD mengaku tidak pernah pegang  bukti janji secara tertulis yang akan melengkapi sarana prasarana KPR BSD yang saat ini bermasalah.

Sebab, isi perjanjian akad kredit konsumen di Bank BNI Rengat justru tidak pernah disodori kepada konsumen. Kondisi itu di perparah dengan banyaknya perjanjian akad kredit yang harus ditanda tangani membuat konsumen tidak dapat membaca teliti dan isi perjanjian tidak dapat dirubah karena sudah format baku dari pihak Bank.

Konon kabarnya sebanyak 40 unit penghuni KPR BSD yang disubsidi oleh pemerintah dan sudah akad kredit tapi belum memiliki pasokan air bersih.

Pihak Developer KPR BSD, Elvi  Syofriadi selaku Direktur PT Angkasa Duo Putra tidak menepis bahwa ada sebahagian KPR BSD ini yang belum dibangun sarana air bersih.

Menurutnya, permasalahan sarana air bersih di KPR BSD ini sudah lama terjadi. Namun demikian kami selaku pengembang tetap bertanggungjawab. Bahkan kami akan memberikan konvensasi. "Ya, kami akan memberikan konvensasi sebesar Rp 2 juta bagi para konsumen yang belum memiliki sarana air bersih untuk buat sumur bor sendiri," Sebut Elvi menjawab awak media.

Sayangya, dana konvensasi yang akan digulirkan pengembang sebesar Rp 2 juta untuk biaya pembuatan sumur bor itu jauh dibawah harga. "Satu unit sumur bor menghabiskan dana mencapai Rp 10 juta," sebut teknisi sumur bor, M Siregar yang menyebutkan bahwa membuat subur bor di wilayah Pematangreba ini kedalamannya mencapai minimal 60 Meter, baru dapat air bersih. ((Lamhot Manurung)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas